Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Reina Vs Mami Sela


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentnya ya....


Happy reading


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi yang cerah tampak seorang wanita sudah rapi karena dia akan melakukan fitting baju pengantin.


"Huft aku tidak percaya kalau aku akan menikah secepat ini."


Reina lalu turun untuk sarapan bersama Sela dan Dave.


"Pagi semuanya."


"Pagi sayang, kamu jadikan mau fitting baju."


"Iya Mi."


"Akhirnya anak mami ada yang laku."


"Uhuk-uhuk."


Dave langsung terbatuk mendengar Ocehan Sela.


"Kak minum ini."Reina memberikan minum pada Dave.


"Makanya cepat cari mantu buat Mami."


"Sabar Mi ini baru usaha."


"Cih, Mami nggak suka ya Dave kamu sama wanita-wanita gila harta itu. Sebenarnya mama nggak menyalahkan, wajar wanita suka uang, tapi mama nggak suka orang-orang yang sok itu, mereka cuma sayang sama uangmu, mama ingin kamu mendapat wanita baik-baik,"


"Hem."jawab Dave acuh.


"Reina, apa Martin nanti menjemputmu?"


"Iya Mi."


"Mami juga seneng karena kakakmu yang nggak laku-laku ini akhirnya juga setuju dengan pilihan Mami."


"Astaga Reina aku bisa kenyang sebelum makan."


"Makanya bawain mantu buat Mami, baru Mami diam, itu membuktikan kalau kamu jantan tulen."


"Sudahlah Mi, kan sekarang Mami juga mau dapat Mantu kenapa Mami masih saja ganggu kak Dave, emang Mami mau nanti kak Dave asal comot, karena Mami paksa, terus dapat yang nggak sesuai keinginan Mami."


"Ya nggak sih, tapi kan keinginan Mami nggak banyak ,yang penting dia sayangnya tulus sama jagoan Mami atu-atunya ini."


"Itu kan Mami tahu, makanya Kak Dave itu lagi menyeleksi mereka Mi." bohong Reina.


"Lovelyku, makin pinter aja nyahut Mami , bakalan seru ini gue diem aja ah."gumam Dave.


"Bener itu Dave?"


Dave hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Oke, kalau gitu Mami ikut nyeleksinya?"


"Uhuk-uhuk."Dave tersedak lagi.


"Mami ini nggak percaya sama pilihan kak Dave?"


"Bukan nggak percaya, tapi mana bisa kakakmu milih, orang setiap yang datang diembat semua, apa yang mau diseleksi."


"hadeh bener-bener Mami gue ini, kokoh tak tertandingi, mana bisa gue menang lawan bicara sama Mami."gumam Dave.


"Oh my good, Mami bisa nggak sih Mami tu nggak ikut-ikutan soal pasangan."


"Nggak."


"Ya dah kak Dave pergi aja kecafe kak bawa sini salah satu wanita disana pasti banyak yang mau sama kakak biar mami puas, udah bisa maksa anaknya.!" ucap Reina udah geram dengan Maminya.


"Boleh juga, dari pada nggak laku-laku, paling tidak ada yang mau!"


"Tuh kak sekalian kak datangin tu swalayan bawa semua yang ada karyawan disana sekalian bosnya."


"Reina kalau kamu nggak bisa bantu kakakmu milih, jangan memberikan ide bodohmu itu."


Reina memutar otaknya untuk menyelamatkan sang kakak.


"Reina bakal bantu kakak dapatin mantu buat Mami, asal Mami nggak ikut campur gimana?"Reina mencoba membuat penawaran.


"Baiklah Mami nggak akan ikut campur asalkan saat dipernikahanmu nanti dia sudah membawa mantu Mami."


Dave melirik Reina, seolah memberikan pertanyaan lewat sorot matanya, "Gimana?"


Reina membalas sorot mata Dave seolah memberi jawaban


"Tenang aja mi, serahin sama Reina oke."


"Dapat atau nggak pikir nanti yang penting Mami bisa diem dulu dari tadi jalan mulutnya licin bener kaya jalan tol gak ada lampu merahnya."


"Tok-tok."


"Siapa pagi, pagi udah kesini, apa mantu Mami ya."


Salah satu Art membukakan pintu,


Martin sudah rapi dengan pakaian santainya karena hari ini dia tidak masuk kantor, setelah fiting baju dia ingin menghabiskan waktu bersama Reina. Dia merasa sudah tidak bisa jauh darinya, hampir saja tiap hari ada saja alasannya agar Reina bertemu.


Bahkan Martin pernah membuat alasan sakit agar Reina mengunjunginya. Hal baru yang disukai Martin adalah selalu menggoda calon istrinya itu.


Kini Martin perlahan sudah dapat mengikis dan melupakan rasanya pada Kleo, dia juga sadar tidak mungkin akan mengharapkan istri orang lain.


"Selamat pagi tante, kakak ipar." ucap Martin.


"Hem."Jawab Dave.


"Eh mantu Mami, sini nak ikut sarapan dan satu lagi panggil aku Mami seperti Reina."


"I-iya Mi, aku tadi udah sarapan dirumah, sekalian hari ini aku ijin pulang telat, aku mau bawa Reina kerumah temen."

__ADS_1


"Awas ya kamu harus jaga adik kesayanganku baik-baik, pulangnya jangan sampai lecet." ucap Dave


"Cih dasar kakak ipar nggak ada akhlak emangnya mau aku gorok apa ."


"Tentu saja nginep jyga nggak papa, biar Mami cepet dapat cucu." Ucap Sela heboh sendiri.


"Mami apaan sih?" Reina sudah sangat malu dengan perkataan Sela.


"Astaga segitunya Mami pengen cucu, sampai anak sendiri digadein." gumam Dave.


Dave hanya bisa mengumpat saja karena dia malas berdebat dengan Sela yang ujung-ujungnya dia yang bakalan kicep.


"Mertuaku bener-bener keren pengertian banget sama orang yang lagi kasmaran."


Martin hanya tersenyum dalam hatinya sudah meledak beribu petasan tanda kemenangan.


Dave pamit pergi kekantor.


Reina dan Martin juga sudah pergi menuju butik langganan Sela.


***


Betran mulai disibukkan dengan rutinitasnya setelah cuti bulan madu mereka.


Kleo sudah berada diruangannya dengan Chelsea, asisten pribadi yang disewa Betran khusus untuk membantu mengerjakan tugas Kleo, karena Betran tidak mau istrinya kelelahan.


Rio yang sudah tidak sabar kini langsung menuju ruangan Kleo untuk menanyakan perihal tentang Chelsea.


"Hai Kle, serius amat."


"Iya kan habis libur panjang wajar sedikit serius takut uang suamiku dicuri hehehe."


"Cih sekarang aja suami, dulu aja Monsterlah, Bos sombonglah dan apalah-apalah, sekarang bucinnya kebangetan."


"Apaan sih, kamu ngapain kesini kalau cuma ngganggu besok aja aku lagi sibuk."


"Eh iya kenapa gue jadi lupa ya, siapa karyawan baru lo itu Kle, Chelsea kalau nggak salah, kok aku nggak tahu dia kerja disini, sejak kapan?"


"Oh dia itu sebenernya karyawan perusahaan cabang tempat pak Dilan dulu, dia temen aku, karena Betran ingin memberiku asisten jadi aku minta dia saja ditarik kekantor pusat. dia baru mulai sejak aku pergi bulan madu, jadi dia yang ngerjakan tugas aku."


"Hem, pantes aku nggak pernah lihat."


"Kenapa, kamu naksir ya?"


"Sepertinya begitu."


"Awas ya kalau kamu main-main sama dia, aku gantung dipohon kelapa."


"Tinggi bener neng, aku jadi takut....Kle, bantuin gue dong deket sama dia."


"His, ogah, usaha dong jadi cowok kok lembek gitu."


"Yaela Kle, lo lupa apa gue ini temen sama sepupu lo sekarang, lo nggak kasian apa tiap hari gue suruh lihatin lo sama singa jantan lo itu."


"Kenapa dengan singa jantan." Sahut Betran yang tiba-tiba masuk ruangan.

__ADS_1


"Mampus gue, kenapa dia kaya hantu sih tiba-tiba udah datang aja disitu."


Hayo kakak, jangan lupa vote dan likenya ya... biar tambah rajin Authornya buat up hehehe...🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2