
"Mami......"Teriak Lovely saat memasuki mansionnya. Tidak dapat dipungkiri dia sebenarnya sangat merindukan maminya hanya saja karena maminya terus mendesaknya menikah seperti dia mendesak Dave kakaknya membuat dia pergi dari rumah terlebih lagi karena maminya akan menjodohkannya dengan anak temannya.
Reina anak perempuannya satu-satunya membuat mami Dave takut jika dia bertemu pria yang tidak baik sehingga dia terus mencarikan Reina laki-laki yang baik.
Lovely Reinata Ferdinand, perempuan yang saat ini berusia 23 tahun dia baru bekerja setelah lulus dari kuliahnya.
"Sayang mami sangat merindukanmu."
Dia langsung memeluk anak perempuannya itu. dengan erat dan mengajaknya duduk diruang tamu.
"Kak Dave."Dia langsung menghambur kepelukan kakaknya, satu-satunya saudara yang dia punya.
Dave yang tidak pergi kekantor karena hari hari minggu, juga ikut tersenyum menatap kepulangan adiknya.
"Kamu tidak sayang lagi pada mami." ucap mami Dave dengan datar.
"Kenapa mami berkata seperti itu Reina sayang sama mami."
"Tapi kamu pergi meninggalkan mami, hikshiks." seperti biasa Mami Dave akan mengeluarkan airmata buayanya.
Melihat maminya menangis tentu Reina sangatlah merasa sedih.
"Jangan sedih mami, Reina akan sering kesini."
"Mami tudak mau kamu pergi dari rumah."
"Tapi Mam Reina harus belajar mandiri, sekarang Reina sudah bekerja."
"Apa uang yang diberikan kakakmu tidak cukup sampai kamu harus bekerja?"
"Bukan begitu mam, tapi Reina juga harus belajar menjadi wanita yang mandiri, tidak mungkin Reina bergantung dengan kak Dave terus."
"Anak mami semakin dewasa setelah jauh dari mami, apa mami begitu buruk sehingga anak mami semuanya ingin pergi meninggalkan mami, hiks,hiks."
"Mami, jangan berkata seperti itu."
Reina memeluk maminya yang masih terisak, tersungging senyuman diwajahnya.
Dave yang melihat maminya tersenyum hanya menggelengkan kepalanya.
"Siap-siap saja Reina mami telah memulai dramanya sepertinya kamu akan masuk perangkap sepertiku
__ADS_1
."gumam Dave dalam hati.
"Kalau kamu sayang mami kamu harus kembali kerumah, kamu nggak kasihan mami sendirian karena kakakmu itu nggak laku-laku."
Dave yang ikut duduk diruang tamu langsung melongo dengan ucapan maminya yang jelas-jelas menghinanya.
"Reina akan kembali kerumah," ucapnya sendu.
"Kamu janji?"Reina menganggukkan kepalanya.
"Mami senang sekali, makasih sayang, mami akan menghubungi teman Mami."
Dia langsung bersemangat dan mengusap airmatanya kasar.
"Oh my god, ternyata kita sama bodohnya tertipu dengan drama mami sepertinya dia dulu adalah artis senior tingkat Dewi."
"Mami, jangan menjodohkan Reina lagi mami,kalau nggak Reina akan pergi."
"Kamu, sudah janji sayang."
"Kak Dave."Reina mengalihkan pandangan meminta bantuan pada kakaknya.Dave hanya mengangkat bahunya.
"Jalani saja,kalau kamu nggak suka dengan pria itu baru kamu bilang kakak, nanti akan kubuat dia kabur."
***
"Sayang kamu sudah siap?"
"Hemm."
Betran, Kleo dan Rio sudah mulai bertengkar didepan Yola, Betran menampar Rio.
"Plaak!"
Suara tamparan begitu keras, menggema didekat meja Yola.
"Yaampun bang, lo bener-bener ya,kita cuma bermain drama kaya gini aja tamparan lo udah buat gigi gue mau rontok, gimana kalau marah beneran ,gue rasa kepala gue terpisah dari induknya."
"Dasar tidak becus, mengurus laporan mudah saja tidak bisa, percuma aku menggajimu."
Kleo memegang, tangan Betran berpura-pura menenangkan Betran yang diliputi amarah.
__ADS_1
"Yola!"Panggil Betran dengan suara yang menggema.
Rio sudah memastikan lantai itu tidak berpenghuni jadi hanya mereka berempat yang membuat pertunjukan opera itu.
Yola tidak menyadari drama yang diperankan oleh Betran, karena mereka memang seperti aktor senior yang sudah terbiasa berakting.
"Perbaiki laporan itu dengan segera, setelah itu kau ikut meeting denganku." dan kau Rio gantikan tugas Yola sementara waktu."
Betran berlalu meninggalkan Mereka, sementara Yola merasa senang karena merasa berhasil mendapatkan kepercayaan dari Betran.
Setelah memperbaiki laporan Betran mengajak Yola untuk keluar meeting tentu dengan orang yang sudah disiapkan Rio dqn Betran mereka juga memasang cctv direstoran itu Rio sudah mempersiapkan orang terbaik untuk mengawasi mereka dari jauh dan mencari tahu siapa orang yang telah mengawasi mereka dan mengikuti mereka agar dapat membongkar siapa dalang dibalik semuanya.
Betran berpikir bukan orang biasa yang dapat melakukannya melihat kejahatan mereka yang begitu rapi dan terorganisasi.
Sementara Rio dan Kleo langsung pergi kemeja tempat kerja Yola, mereka mengacak-ngacak berkas ditempat Yola tapi tidak menemukan apapun, pandangan Kleo tertuju pada Flasdisk yang masih menancap dikomputer yola, Kleo mulai memeriksa flashdisk itu dengan Rio.
Dia telah menemukan apa yang dia cari. dia mencetak file tertentu dan mengambil flashdisk itu untuk dijadikan barang bukti.
Dugaan mereka benar, Kiki hanyalah dijadikan umpan pelaku utamanya adalah Yola, tapi mereka tidak berhenti sampai disitu.
"Rio kita harus bergerak cepat."
"Hemm." Jawab Rio datar sambil sesekali memegang pipinya yang masih terasa panas.
"Segitu sakitnya sampai mulut kamu tidak bisa menjawab dengan benar?"
"Laki lo tu main drama mau bunuh orang, ni gigi gue mau rontok semuanya." Rio dengan rasa kesalnya meluapkan pada Kleo.
"Kamu aja yang lembek, gitu aja udah kaya tikus kena apotas."
"Sialan lo,bela aja terus bos gila itu, kalian emang pasangan kejam,"
"Awww."Kleo menjitak kepala Rio.
"Mulut kamu itu beneran kaya mulut comberan, kalau ngomong nggak ada manfaatnya."
Rio yang akan menjawab, dibekap mulutnya oleh Kleo.
"Sudah ayo cepat nanti keburu ada yang lihat."
"Rio hanya mengikuti tanpa membantah."
__ADS_1
"Akhirnya mulut bebek diem juga."gumam Kleo.