
Halo kakak2 bantu author dong buat naikin rate nya kalau berkenan jangan lupa votenya ya....
"Ceklek." Mata Betran membulat melihat pemandangan didepannya....
"Sayang...!"
Kleo tidak menjawab atau menoleh pada Betran, dia tidak peduli dengan apa yang dilakukan Betran, dia harus memberikan pelajaran pada suami mesumnya itu.
Betran menelan salivanya melihat pemandangan didepannya Kleo barusaja keluar dari kamar mandi dengan kimononya yang hampir terlepas karena dia akan memakai baju, seketika membangunkan junior Betran .
Meskipun Kleo tahu suaminya sekarang sedang terjebak dalam permainan Rosi. Tapi tetap saja rasa kesalnya akan sikap Betran yang mengabaikan dirinya membuat moodnya tidak baik.
Kleo berjalan ke ruang ganti dan berlalu melewati Betran selesai dengan aktifitas ganti bajunya.
Betran melongo melihat tingkah Kleo. Dia seperti patung manekin tidak dipedulikan oleh Kleo.
***
Dave duduk termenung, menunggu seorang gadis yang akan mentraktirnya makan bakso. Hingga hari berganti Dave masih
menantikannya.
Seorang gadis manis datang ke perusahaan tempat kakaknya bekerja. Dia menuju resepsionis ingin mengunjungi kakaknya.
Setelah dipersilahkan dia menuju lift untuk pergi keruang kerja kakaknya.
Roni Asisten Dave yang setia datang dengan terburu-buru menghampiri bosnya.
"Tuan gadis itu datang menemui kakaknya."
"Kau urus semuanya aku akan menemuinya."
Sudut bibir Dave terangkat, Dia melepas jasnya dan menggulung kemejanya, menunjukkan dia hanya pegawai kantor biasa.
Dave menuju ruangan bagas.
Dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
"Hai Ana." sapa Dave basa-basi karena dia sendiri bingung harus berkata apa.
Sontak orang yang ada didalam ruangan menoleh pada Dave.
"Hai Mas."
"Kamu ngapain disini?" dave menemukan ide untuk berbasa-basi.
"Menemui kakakku."
"Mas sendiri ngapain?"
Bagas hanya diam tidak berani berkomentar, tapi melihat keakraban bosnya dan adik kesayangannya itu Bagas tampak heran melihat sikap Dave yang bisa selembut itu. Pasalnya yang dia dengar dia adalah pria yang dingin.
Dave bingung mau menjawab apa. Tidak mendapat jawaban Ana kembali nyerocos.
"Apa nggak kerja? Nanti dimarahin bos lho, kata kakakku bosnya itu sangat kejam, dia pemaksa suka sekali menghukum orang terus katanya dia playboy suka ganti-ganti pasangan paket lengkap pria buaya, Mas pasti lebih tahukan? Mas kan kerja disini. Kalau aku bertemu dengannya aku akan menjitak kepalanya, jangan karena dia bos dia seenaknya saja bersikap pada bawahannya."
__ADS_1
"Dasar adik sialan, tamatlah riwayatku." gumam Bagas.
Mata Dave melotot mendengar celoteh gadis SMA itu. Dia sudah memberikan tatapan membunuhnya pada pada Bagas.
"Mampus gue."
"Memangnya kamu berani menjitak kepalanya kalau bertemu dengannya?"
"Ya nggak lah ntar kakakku yang tampan ini dipecat lagi, aku kan nggak mau kakakku tercinta ini jadi penganguran hahahhaa..." Ana berbicara sambil memeluk kakaknya.
Ada perasaan hangat menyelimuti hati Dave.
"O ya mas, aku lupa mau traktir bakso, tapi ini belum jam istirahat nanti kalau kamu dimarahi atasanmu itu gimana?"
"Kamu tahu ini belum jam istirahat kenapa kamu mengganggu kakakmu itu?" ucap Dave dia malah membalikkan pertanyaan itu pada Ana ,Dia sangat tertarik dengan gadis SMA ini, sifat blak-blakkannya membuat Dave semakin penasaran, berbeda dengan wanita-wanitanya dulu cenderung bersikap elegan jaga image dan menunjukkan tubuhnya yang sexy untuk menarik perhatiannya.
"Aku hanya mengantar kue untuk kakakku saja. Aku juga akan segera pulang aku takut nanti kakakku dapat masalah dari bos playboynya paket lengkap itu."
Mata Dave membulat sempurna, rusak sudah reputasinya dihadapan gadis kecil ini melihat dia selalu mengumpatnya.
"Kak aku pulang dulu ya...aku sayang kakak, jangan lupa bekerja yang rajin biar aku bisa kuliah dan bisa bantu kakak ya.... satu lagi jangan lupa makan siang dan makan kue buatanku, itu tadi resep baru kalau kakak oke besok baru aku akan menjualnya."
Dave mengikuti gadis itu berjalan keluar kantornya. mulai masuk lift melihat kode dari Dave beberapa karyawan yang ingin masuk lift berbelok berpura-pura menemui seseorang. Sorot mata Dave mengintimidasi karyawan itu seolah menyiratkan ancaman "Awas kamu berani masuk."
Didalam lift Dave masih saja mencari tahu tentangnya.
"Kamu kenapa bolos sekolah?"
"Enak saja bolos, ini tu hari bebas setelah ujian akhir. lho mas sendiri ngapain kok ikutin aku memangnya nggak dimarahin bos?"
"Nggak aku karyawan kesayangan nggak akan ada yang berani memarahiku."
"Gajimu pasti besar ya mas?"
Dave mengernyitkan dahi bingung dengan ucapan gadis ini.
"Maksudku secara kan Mas karyawan kesayangan pasti gajinya juga gaji kesayangan dong!"
"Hahahahhaha.." Tawa Dave pecah seketika mendengar gaji kesayangan yang diucapkan Ana.
"Jadi bagaimana apa kamu jadi mentraktirku secara aku kan karyawan kesayangan tidak mungkin dimarahi bos kan?" menirukan ucapan gadis kecil itu.
"Yaudah ayo, aku tahu tempat makan bakso paling enak."
Ana tanpa sengaja menarik tangan Dave memegang pergelangannya berjalan melewati lobi kantor.
Banyak sorot mata karyawan yang berlalulalang melihatnya tapi sorot mata itu langsung beralih saat Dave menatapnya dengan tajam.
Berani menatapnya kupecat kalian, kira -kira itulah arti sorot matanya. Tak jauh beda dengan Betran, Dave terkenal sangat kejam hanya saja sikap lembutnya ditujukan pada wanita yang diinginkannya.
Ana langsung melepas gandengan tangannya pada Dave.
"Kenapa?"
"Mas nggak lihat apa sorot mata karyawan itu seakan mau memakanku saja. dikira aku pelakor apa? atau jangan-jangan tadi ada pacar mas ya? waduh nanti aku benar dikira pelakor lagi."
__ADS_1
"Jangan buruk sangka pada orang lain, bisa konslet otakmu nanti."
Dave mengacak rambut Ana lembut. Dia gemas dengan sikap yang menurutnya bar-bar tapi imut.
***
Sementara diruangan kerja tampak Betran sedang frustasi. Bagaimana tidak tiga hari setelah pertengkaran itu Kleo mengabaikannya tidak membiarkan Betran menyentuhnya.
Dia malah mengusir Betran tidur diluar kamar. Karena tidak ingin membuat kemarahan istrinya semakin menjadi Betran terpaksa menuruti kemauan istrinya itu.
Setiap hari Betran membujuknya untuk pergi kerumahsakit tapi dia menolaknya dan alasan Kleo selalu membuat dia tidak berkutik karena mengungkit kebersamaannya dengan Rosi Sampai Betran mengabaikan Dirinya.
"Aku bisa gila kalau terus seperti ini."
Betran keluar ruangan tidak sengaja dia melihat Rio masuk keruangan Kleo membawa kantong palstik.
Betran penasaran dengan apa yang dibawa Rio lalu dia mengikutinya saat akan membuka pintu dia mendengarkan percakapan Kleo dan Rio.
"Trimakasih sudah membelikannya untukku."
"Oke sama -sama nyonya Bos."
"O ya Kle, apa bang Betran sudah tahu."
"Aku tak peduli. Aku masih kesal padanya. Dia asyik bermesraan dirumahsakit, aku akan membuat perhitungan dengannya. "
"Maaf Rio aku tidak memberitahumu aku sedang membalas permainan sepupu licikmu itu. dia telah memanfaatkan kebaikan suamiku. aku tidak akan memaafkannya begitu saja.
"
Sementara Betran mengurungkan niatnya untuk masuk keruangan istrinya, Dia masih menunggu Rio untuk mengintrogasinya..
"Bocah sialan apa yang kamu rahasiakan lagi dariku."
Betran mengirim pesan menyuruh Rio keruangannya.
Rio sudah berdiri didepan Betran
"Kenapa perasaan gue nggak enak ya , gue mencium bau - bau singa kelaparan mau makan daging panggang, lihat itu sudah siap menyantap, dan sialnya sepertinya daging panggangnya itu gue, mampus gue Kle. Jantan lo sepertinya butuh pawang ini."
"Rio, apa yang tadi dipesan istriku?"
"Ehm itu, anu rujak sama es krim."
"Adakah yang ingin kau jelaskan padaku?" tanya Betran dengan sorot yang mengintimidasi.
Rio hanya diam membisu dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Rio tenggelam dalam pikirannya.
"Kasih tahu nggak ya, kalau gue kasih tahu, diamuk sama macan betina, kalau nggak dikasih tahu aku bisa dijadikan santapan singa jantan ini, tamatlah riwayatku, mati segan hidup enggan oh Tuhan tolong selamatkan gue dari Binatang binatang buas disini."
"Bocah sialan sepertinya Kau memiliki sembilan nyawa, beraninya kau, aku akan mengulitimu sekarang juga jika kau tidak mengatakannya."
"Jangan-jangan, aku akan mengatakannya."
Tampak Rio sudah kembang kempis mengatur nafasnya.
__ADS_1
"Kleo hamil, dia melarangku memberitahumu."
Betran akhirnya tahu kan, tapi masih ada kejutan lain tunggu ya babang Betran , jangan lupa likenya ya....