
“ Baiklah aku panggil kakak saja…”
“Terserah.” ucap Kleo
“Bruk.”
Kleo, menabrak seseorang
“Hai apa kabar?” ucap Rosi basa-basi.
“Oh ternyata sepupuku, hai,juga Rosi?” Kleo berusaha tersenyum pada Rosi.
Rosi berdiri disamping Jesen, seorang pria yang telah
menjadi teman ranjangnya.
“Cih ternyata kamu hanya bisa menghabiskan uang suamimu
saja.”
“Kenapa, apa kamu juga mau, aku akan membaginya padamu jika kamu sudah tidak punya uang lagi, suamiku mencari uang banyak tentu aku harus membantunya menghabiskannya.” Ucap Kleo santai tapi selalu berusaha menjatuhkan Rosi.
Kleo masih kesal, saat itu dia tidak bisa melampiaskan
semuanya karena dia sepupu suaminya.
“Aku tidak butuh uangmu?”
“Syukurlah, aku akhirnya tidak perlu memberikanmu
sumbangan.”
“Setidaknya aku tidak bodoh sepertimu, membiarkan suamimu bermesraan dengan sahabatmu sendiri.”
Rosi menunjukkan foto Betran dengan Chelsea pada Kleo.
Jesen masih belum mengerti dengan pembicaraan dua wanita
dihadapannya itu.
Kleo berusaha menahan emosinya meskipun tangannya sangat gatal ingin memberikan ciuman sepatu dipipi Rosi, Kleo berusaha tidak terjebak dengan profokasi dari Rosi.
“Kalau tidak percaya kembalilah kekantor lihatlah apa yang
mereka lakukan.”
Luna hanya diam tidak berani ikut campur karena itu bukanlah
urusannya, dia hanya berdiri mematung disamping Kleo, menjadi pendengar setia.
Sedangkan pengawal Betran sudah mengirimkan pesan pada
Betran serta merekam kejadian tersebut.
Mereka saling menyindir satu sama lain.
“Cih, kamu tidak perlu mengganggu kesenanganku dengan
mulutmu yang asem itu dan foto murahan seperti itu.”
“Sialan wanita ini tidak percaya padaku, aku akan membuatmu terpancing dan masuk perangkapku.”
“Terserah, aku sudah memperingatimu.”
“Terimakasih sepupu, oh ya, tampaknya sekarang kamu sudah
__ADS_1
move on dari suamiku, syukurlah.”
Seketika tangan Rosi mengepal perkataan Kleo.
“Sayang, apa maksud wanita ini, siapa dia sebenarnya?”
Rosi tersadar dia salah langkah.
“Ayo kita pergi jangan dengarkan wanita sinting ini.” Ucap
Rosi.
“Hei Tuan, tunggu.”
Jesen menghentikan langkahnya.
“Hei Rosi kamu benar-benar tidak sopan ya, tidak
mengenalkanku pada temanmu ini.”
Rosi hanya menatap malas pada Kleo.
“Tuan, aku kakak sepupunya Rosi.”
“Sayang, kenapa kamu tidak bilang kalau dia sepupumu.”
Jesen memang mata keranjang tapi dia selalu bersikap baik pada Rosi.karena dia mulai jatuh cinta padanya..
“Ayo pergi tidak penting berbicara padanya.” Rosi menarik
lengan Jesen.
Kleo hanya menatap Rosi sampai dia menghilang dari
pandangannya.
Kleo percaya kalau Betran tidak akan mungkin seperti itu,
tapi Chelsea, dia belum yakin, karena selama ini dia tidak pernah mencurigakan dihadapannya. Kleo berteman dengan Chelsea saat bekerja dikantor cabang dulu,
tapi setahu Kleo Chelsea orang yang baik.
***
Betran mulai mengepalkan tangannya setelah melihat rekaman yang dikirim anak buahnya.
“Rio lakukan tugasmu, wanita itu memang cari mati.”
“Baik bang.”
“Kamu pikir kamu bisa mempermainkanku dengan trik bodohmu itu, cih dasar sampah.”
Chelsea sudah didepan ruangan Betran,dia mengetuk pintu ruangan itu dengan membuka kancing kemeja atasannya sedikit.
Chelsea mulai masuk ruangan setelah mendengar suara dari
dalam yang mempersilahkannya masuk.
Chelsea berjalan dengan gayanya yang anggun bagai miss
univers.
“Maaf pak,ini laporan yang anda minta.”
“Letakkan disitu.”
__ADS_1
“Bisakah kamu membuatkanku kopi?”
Chelsea langsung mengangguk tanda dia setuju.
"Baik pak."
Dia keluar dari ruangan Betran.
Chelsea langsung menuju pantry untuk membuatkan kopi Betran,
dia sengaja mencampurkan obat sakit kepala agar Betran merasa pusing. Agar dia bisa menunjukkan perhatiannya pada Betran. Dengan begitu Betran akan dengan
sendirinya takhluk padanya.
Dia sudah membawa nampan yang berisikan kopi itu tapi tiba-tiba dia merasa ingin ketoliet entah kebetulan atau sengaja Rio yang mengawasinya dari tadi langsung menukar kopi buatan Chelsea dengan yang baru.
***
Kleo langsung mengajak Luna kembali kekantornya meskipun dia percaya pada suaminya tapi kepercayaannya pada Chelsea sedikit goyah setelah melihat foto Chelsea bersama Betran. Foto yang sebenarnya diambil Chelsea saat
meeting dengan Klien waktu dia menggantikan Kleo.
Kleo merasa gelisah, seolah mobil mereka berjalan sangat
lambat.
“Sayang meskipun kamu selalu mesum padaku tapi aku sangat mencintaimu, bagaimanapun juga aku tidak akan rela kamu bersama wanita lain.”
Kleo tiba-tiba menangis. Luna yang menemaninya menjadi bingung.
“Kkakak kenapa menangis?”ucap Luna, dia sudah sangat
ketakutan jika Betran tahu habislah dia.
“Aku ingin bertemu suamiku, kenapa kamu lambat sekali Jes kalau kamu tidak bisa lebih cepat biar aku yang menyetirnya.”
Lelaki yang dipanggil Kleo itu sudah menelan Ludahnya
kasar. Sopir baru sekaligus orang yang dipercaya Betran untuk menjaga Kleo.
Disatu sisi dia harus menjaga dan menuruti semua perkataan
Kleo, dilain sisi jika dia manambah kecepatannya Betran akan tahu karena Bodyguard Betran yang mengawasinya pasti akan melapor pada bosnya, Betran tidak akan melepaskannya jika sampai terjadi sesuatu terjadi pada Kleo. Dia akan dianggap tidak becus menjaga istrinya karena ngebut membawa istrinya.
Sementara sekarang ini tangis Kleo semakin kencang seperti
bayi, membuat Bojes mau tidak mau harus menambah kecepatannya.
Entah kenapa nyonyanya itu menjadi sangat sensitive
akhir-akhir ini apa karena kehamilannya yang semakin bertambah besar atau apa dia sendiri tidak tahu.
Bojes akhirnya menambah laju kecepatannya. Tentu itu
memancing reaksi bodyguard Betran yang mengikutinya.
Mereka langsung menambah kecepatannya juga. Salah seorang telah melapor pada Betran dan memberitahukan situasi bahwa mobil Kleo melaju dengan kencang.
Tak lama kemudian Kleo sampai didepan kantor, tanpa ba-bi-bu dia langsung keluar menuju ruangan suaminya, dia sudah tidak memperhatikan dan mendengar lagi sapaan karyawan yang berpapasan dengannya, hingga membuat
beberapa karyawan terheran-heran.
Karena tidak biasanya Kleo bersikap seperti itu.
Kleo langsung masuk ruangan tanpa mengetuk pintu.
__ADS_1
“Sayang.”
“Mati aku, jika sampai Bos tahu."