Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
kembali waspada


__ADS_3

Pagi yang cerah tapi tidak secerah dikediaman Betran.


Kleo baru menerima paket yang berisikan boneka yang telah hancur, dan kepala terputus.


Meskipun Kleo tidak histeris seperti wanita pada umumnya tentu hal itu cukup membuatnya kembali waspada.


dia juga tidak bisa menerka siapa orang yang ada dibalik semua ini, mengingat suaminya adlah pebisnis nomor satu.


"Sayang kamu tidak perlu risau, serahkan semuanya padaku hem? "


Betran tidak mau wanita kesayangannya merasa tidak tenang. Dia memeluk istrinya dari belakang yang sejak tadi berdiri melamun didepan jendela kamar mereka.


mencium bau khas tubuh wanita kesayangannya.


"Entahlah, aku merasa gelisah karena orang ini berani sampai sejauh ini tidak mungkin mereka tidak punya persiapan yang  matang."


"lalu apa kamu tidak percaya dengan kemampuan suamimu ini, suami yang selalu kau sebut singa jantan?"


Kleo membuang nafas kasar, dia lalu berbalik menghadap Betran.


"Bukan tidak  percaya, aku hanya takut terjadi sesuatu denganmu dangan anak  kita, dengan orang-orang yang aku sayangi, kali ini aku merasa tidak akan semudah sebelumnya. karena kita juga tidak bisa melacak atau menemukan jejaknya."


"sayang aku pastikan orang itu tidak akan bisa menyentuh orang -orang tersayangku dan mereka tidak akan bisa lari dengan mudah karena sudah berani mengusik singaku yang sangat imut ini."


"Bugh.'


"Sayang aku tidak bercanda, aku benar- benar khawatir."


"sudahlah, aku tidak ingin ibu dari anakku sedih, nanti anakku juga ikut sedih."


"Aku sangat mencintaimu."


"apa sayang aku tidak dengar, coba ulangi."


"Nggak,nggak ada siaran ulang."


Kleo langsung mengurai pelukannya meninggalkan Betran.

__ADS_1


"Sayang beneran aku tidak dengar!"


Kleo sudah keluar dari kamar mereka.


"  Mana mungkin aku membiarkan mereka menyentuh keluargaku, cih ternyata  tikus itu belum jera, sepertinya kemarin  aku terlalu baik hati. baiklah aku akan bermain cantik." gumam Betran.


"Penjara ternyata tidak membuatmu sadar juga."ucap Betran.


Betran memegang benda pipihnya, dia segera menghubungi seseorang.


"Jack, sepertinya kita sudah cukup bermain-main,  dia sudah membuat istriku sedih."


Betran menutup telfonnya.


***


"Bagaimana?apa mereka curiga padamu."


"sepertinya tidak tuan."


"Bagus, sekarang pergilah menjauh dari kota ini."


"Itu baru awal saja bodoh."


ucap Toni yang merasa rencananya berhasil.


"Sebentar lagi rencana terbesarnya akan dimulai."


"Ting."


sebuah pesan masuk dalam ponselnya.


Toni tersenyum, dia lalu bergegas meninggalkan kediamannya.


***


seorang pria terlihat duduk termenung, menikmati secangkir kopi.

__ADS_1


"Maaf Mr.apa aku terlambat?"


"hem, tak apa."


" Besok kamu harus bergerak, aku sudah mengeluarkan ayahmu."


"Lalu dimana dia?"


"Dia aman denganku."


"Hem baiklah, aku juga sudah memperingatkannya, aku mengirim seseorang untuk menerornya."


" Bagus, kalau mereka ketakutan begitu, mereka pasti akan lengah." Mr tersenyum, merasa kali ini mereka pasti berhasil.


"Jangan melakukan kesalahan sekecil apapun."


"Anda tenang saja."


"Aku hanya tidak mau rugi, dan aku harus membalasnya. aku sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit, jika kamu melakukan kesalahan. maka nyawamu yang harus membayarnya."


"Ba..baik, Mr. anda tenang saja semua akan berjalan sesuai rencana kita."


"Aku sudah menyiapkan orang-orang terbaik."


"Baik Mr aku mengerti."


"Lakukan dengan rapi dan tanpa jejak."


"Tenang saja Mr, orangku sudah bersamanya sekarang. mereka akan bertindak malam ini."


"Bagaimana dengan adikmu, aku tertarik dengannya?"


"Emm, aku akan mengaturnya."


"Sesuai kesepakan, ayahmu sudah keluar, aku ingin dia besok."


"Ba...baik Mr dijamin kau akan puas."

__ADS_1


Toni tidak bisa berkutik sama sekali.


__ADS_2