
"Kamu berhasil Nak."
"Maksud Ayah apa?"
"Nak Betran ini anak dari pak Bernad, teman Ayah dulu."
"Jadi kalian sudah kenal?"
"Hemm!"
"Terus kalian juga sudah merencanakan semuanya?"
"Maaf sayang, aku yang minta pada om Burhan untuk tidak memberitahumu?"
"Kalian curang."
Kleo lalu pergi kekamarnya.
"Susul dia, dia sudah jadi tanggung jawabmu, kamu yang harus bertanggung jawab."
"Aku keatas dulu om."
Betran menyusul Kleo ke atas, Kleo berdiri dibalkon kamarnya. Dia masih merasa kesal karena merasa dibohongi.
"Kamu masih marah?maaf aku memang meminta ayahmu untuk tidak memberitahumu. "
Betran berjalan menghampiri Kleo yang tengah memasang wajah cemberutnya.
"Awalnya aku sudah melamarmu tanpa sepengetahuanmu.
Ayahmu tidak menerimaku jika kamu tidak mencintaiku, jadi aku meminta waktu padanya agar aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku."
"Tetap saja itu curang namanya."
"Sayang aku minta maaf."
Kleo masih diam, dia tidak menyahut ataupun melirik Betran.
"Baiklah, mungkin kamu butuh waktu, untuk menerima semua ini."
Betran lalu pergi meninggalkan Kleo. Kleo masih dengan perasaan kecewa karena merasa dibohongi. Yang lebih mengecewakan lagi ayahnya malah ikut dalam permainan Betran.
"Maaf om, sepertinya Kleo masih marah dengan saya."
"Kamu harus sabar menghadapi perempuan, biarkan saja dulu nanti juga dia tahu kalau kamu melakukannya karena kamu sangat mencintainya."
"Kalau begitu Saya permisi dulu om. "
***
Loren, masih mengingat pertemuannya dengan Martin. Bosnya yang dingin itu membuatnya semakin penasaran.
"Gue nggak percaya kalau dia nggak tertarik dengan wanita, tapi memang dia sama sekali tidak bergeming dengan wanita cantik."
Dia masih asyik dengan lamunannya.
"Apa aku membayarmu untuk melamun dikantorku?"
Suara itu mengejutkannya.
"Maaf pak!"
"Tolong teliti kontrak ini, kalau sudah selesai antarkan ke mejaku."
"Baik pak."
"Kenapa dia tiba-tiba muncul kaya hantu."
Setelah jam makan siang Loren, masih meneliti kontrak satu persatu karena banyak sekali pekerjaan yang diberikan Martin.
"Kamu nanti ikut saya meeting jam dua."
"Yaampun apa orang ini memang hantu, selalu muncul tiba-tiba?tapi kenapa aku kan ada Dona."
__ADS_1
Loren adalah sekertaris baru, biasanya dia hanya melakukan tugas kantor karena ada satu lagi sekertaris yang mengerjakan tugas diluar kantor seperti diajaknya meeting dan survey diperusahaan cabang.
"Baik pak."
Loren tidak bisa membantah apapun kata bosnya.
***
Dirumah yang besar dan mewah telah berlangsung sebuah pesta perayaan ulang tahun.
Dave sudah rapi dengan setelan jas yang sangat menggoda kaum hawa. Pasalnya tamu undangan orang tuanya semua adalah seorang pebisnis dari berbagai kalangan, Mereka datang bersama anak-anak mereka. Sebenarnya pesta ini untuk mencarikan Dave gadis yang cocok untuknya.
"Hai bro, lama banget lo, tu dah ditungguin mami."
"Ya gue temuin mami Sela dulu."
Betran lalu menyapa Sela yang sudah dianggap sama seperti maminya sendiri. meskipun Betran lebih dwkat dengan Sela yang bukan ibu kandungnya.
"Selamat ulang tahun Mami,semoga Mami sehat selalu."
"Terimakasih sayang, kamu semakin tampan. O ya mana calon istri kamu?kenapa nggak ikut?"
"Lain kali Mi, dia ada acara Keluarga juga."
"Sayang sekali padahal Mami sangat ingin bertemu dengan menantu Mami."
Betran hanya tersenyum.
"Mi aku mau ngobrol dulu sama Dave!"
"Baiklah sayang selamat bersenang-senang."
Pertemuan hangat yang berhasil mencuri perhatian banyak orang.
Tentu saja siapa yang tidak tertarik dengan Betran pebisnis nomor satu yang menjabat sebagai Ceo muda terkaya.
"Sudah bertemu dengan Mami? tumben cepat sekali."
"Hemm."
"Gue pusing, tunangan gue marah sama gue."
"Kenapa?"
"Dia tahu rencana yang gue bikin sama bokapnya."
"Maksud lo?"
Betran lalu menceritakan sedikit tentang hubungannya dengan Kleo.
"Ya wajar lah, dia pasti ngerasa lo udah mainin perasaannya, lo sabar aja nanti dia juga pasti ngerti, apalagi lihat tampang lo yang sudah nggak serius lagi tapi duarius gini dia pasti luluh sama lo."
"Sialan lo."
"Hahaha."
"Bruk!"
Seseorang tidak sengaja menabrak Dave.
"Maaf, tuan saya tidak sengaja."
"Tidak papa nona, saya akan memaafkanmu asal kamu mau berkenalan denganku."
"Dave Leonard." Dave mengulurkan tangannya.
"Leta olivia. permisi saya ke toilet dulu."
Leta melihat Betran seperti tidak asing tapi dimana dia tidak ingat.
Betran selalu dengan sikap acuh tak acuhnya jika pada seorang wanita.
"Cantik."
__ADS_1
Ucap Dave tidak sengaja.
"lo monyet pakai baju aja juga bakal lo bilang cantik Dave."
"Sialan lo, mata lu tu perlu kacamata, nggak tahu barang bening apa."
Betran cuma nyengir dengar mulut Dave dengan sikap Buaya nya itu.
***
Kleo datang kekantor bersama Rio. Betran melambaikan tangan pada mereka tapi Kleo bersikap seolah tidak melihatnya.
Rio heran dengan sikap Kleo karena sejak dari rumah mukanya kusut kaya sabut kelapa.
diruangan Kleo, Rio jadi kepo.
"Kle lo kenapa, perang dingin sama bang Betran."
Kleo masih diam, dia malas menanggapi Rio.
"Hei, kalau marah sama dia jangan bawa-bawa gue dong!"
"Kalian sama-sama nyebelin." Kleo mengucapkannya dengan nada ketus.
"Apa salah gue?"
"Kayaknya singa betina beneran marah, mukanya kaya koran diloakkan gitu. Ada apa ya."
"Jangan-jangan kamu juga ikut rencana bos lo itu."
"Rencana apa? Gue nggak ngerti maksud lo."
"Dah sana ganggu aja, aku lagi nggak pingin diganggu."
Rio langsung cabut melihat mood Kleo yang sudah tidak bersahabat.
Betran masuk keruangan Kleo. Kleo masih diam. Dia tidak menyambutnya atau apalah-apalah.
"Sayang kamu masih marah?"
Kleo masih diam, dia tidak menghiraukan Betran sama sekali.
"Ayolah sayang, iya aku salah aku mintamaaf, tapi jangan diamin aku kaya gini, aku nggak tahan kamu diamin kaya gini, kamu boleh tampar aku, maki aku sesukamu tapi jangan diam oke." Betran menggenggam tangan Kleo.
Kleo sama sekali tidak melirik, ataupun menannggapi Betran, dia menyibukkan diri dengan pekerjaannya.
"Cukup Kle, aku bosmu sekarang ikut aku."
Betran menggandeng Kleo menuju ruangannya, banyak mata melihat pemandangan tak biasa ini.
Rio yang melihat mengintruksikan karyawannya untuk kembali bekerja.
Dia sangat tegas kalau soal pekerjaan.
"Wah bakal terjadi perang antar singa ini nanti, pasti seru hahaha."
Betran mengunci ruangannya.
Membuat nyali Kleo menciut.
Betran kesetanan karena sikap Kleo. Dia membuka pintu ruangan khususnya. Kamar pribadi dikantornya.
Dia mendorong tubuh Kleo diranjang.
"Sepertinya aku sudah tidak bisa menahannya Sayang."
Kleo mundur membentur kepala ranjang Betran melepas dasi, kemudian membuang jasnya kesembarang arah menggulung kemejanya
"Kkamu, maau apppa?"
"Aku menginginkanmu."
Betran naik keatas ranjang...
__ADS_1
Hayo kira kira apa yang akan terjadi?jangan lpa like dan komen ya....❤❤😉