Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Ternyata Canggung Juga


__ADS_3

Pagi hari, dikantor SGG group lantai 23.


领导来了Lǐngdǎo láile ( Pimpinan Datang! )


Semua karyawan berdiri dengan kaku mendengar pemberitahuan itu.


Ketika derap sepatu dari langkah tegap berdetak dilantai , hati para karyawan juga berdetak tak karuan. Aura dingin dan seram memasuki ruangan itu, seiring langkah yang makin mendekat.


Bagaimanapun ketakutan itu menguasai, kebiasaan menyapa dan memberi hormat tetap menjadi keharusan yang tidak dapat dielakkan.


早安少爷 Zǎo ān shàoyé ( Selamat pagi Tuan Muda )" Ucap para karyawan terbata.


Mhem...Selalu deheman itu jawabannya,


langkah kaki itu terhenti sejenak, memandang sekeliling dengan sorot mata tajam dan dingin, semua buru- buru melanjutkan pekerjaannya, mengerti makna tatapan itu.


Namanya manusia, rambut boleh sama hitam, tapi pemikiran dan hati pasti berbeda, apalagi dalam menilai seseorang.


" Apa gunanya tampan tapi menyeramkan, bahkan tersenyum saja ia tak pandai. " Gerutu beberapa karyawan perempuan. Adakah yang sanggup mengatakan langsung ? Tidak! Mereka hanya mampu merutuk dalam hati.


Pria dingin! Sombong! Tak punya Hasrat! Hati beruang salju! Gay penyuka Lansia! Berbagai tudingan untuk Fredy oleh para cewek yang patah hati karna tak ada celah untuk mereka memasuki hati Frem.


Bahkan rasa penasaran bagaimana pria ini tersenyumpun tak pernah terbayar.


Prem hanya bisa tersenyum saat bersama dua pria tua, yang salah satunya mantan presiden SGG group. Orang itu sudah lama tidak kekantor lagi, sejak dua tahun yang lalu tampuk kepemimpinan SGG diserahkannya ketangan Frem sepenuhnya, diusia ke 21 tahun Frem. Sejak itu, senyum Frem tak pernah nampak dikantor ini lagi.


Bagi pria muda ini, lagu Ikke Nurjannah


tak berlaku untuknya.


Semua umpatan, tudingan dan kekesalan hanya bisa diungkapkan orang dalam hati dan dibalik punggung. Karna begitu bertatapan dengan mata pria turunan Jawa, Eropa dan Tionghoa ini, tiada yang sanggup membuka bibirnya untuk menyampaikan hal seburuk yang mereka fikirkan. Apalagi bermain- main disosial media, tentu mereka takkan sanggup, karna pria ini seorang hacker dan satu diantara penguasa dunia Aflikasi terkemuka di negri ini.


Hanya ada seorang gadis yang berani mendekati Frem, Putri konglomerat kota B, yang merupakan teman sekolah Frem.


Pagi ini nona Zhi sudah duduk dikursi kebesaran Frem menunggu kedatangan CEO muda itu. Itulah mengapa karyawan semakin kaku, takut President Frem mengamuk setelah kepergian wanita ini, biasanya memang begitu kejadiannya setiap nona Zhi mendatangi kantor itu akan jadi malapetaka bagi


mereka, seperti kulit yang terbakar matahari yang menyengat dipadang pasir tandus, tiada tempat berteduh!


" Wanita gila itu tidak bisa dihentikan, ia sungguh- sungguh membuat kita dalam masalah, semoga wanita itu kehilangan kakinya dan tak bisa kesini lagi, karna kedatangannya akan membuat kita mendapat hukuman seharian." Kutuk kejam para pegawai kantor Frem.


Frem berjalan menuju ruangannya diiringi oleh Asisten pribadi sekaligus sekretarisnya.


" Changyi! Siapa yang ada dalam ruangan ku? " Teriak Frem melihat bayangan wanita dari pintu.


" Paling hanya perempuan tuan yang satu


itu yang berani. " Balas Changyi mencebik.

__ADS_1


" Hati- hati bicara, nanti korobek mulutmu! Aku tak pernah punya perempuan dinegri ini! " Teriak Frem membuat sekretarisnya memucat.


" Aduh.. Mulutku ini cari masalah saja. " sungutnya dalam hati, spontan pria itu menutup mulutnya dengan tangan.


Lain dengan perempuan yang ada didalam, sesakit apapun telinganya mendengar kalau Frem tak punya perempuan manapun disini, tapi ia hanya tersenyum santai, menunggu buruannya masuk keruangan itu.


Berkali ditolak tak membuat gadis yang merasa pantas bersanding dengan Frem itu suruk, baginya mendapatkan Frem adalah tantangan terbesar dalam hidupnya, karna tak ada satupun lelaki yang bisa menolak pesonanya selain Frem.


" Mengapa kesini sepagi ini, merusak mood kerjaku saja! " pekik Frem marah.


" Masak ditemui perempuan cantik, moodnya jadi rusak sayang..." Zhi segera menghampiri Frem dan bergelayut dipinggangnya. Begitu Zhi ingin menciumnya, Frem melengos. " Bukankah sudah berkali kukatakan, jangan menemuiku dikantor nona Zhi Yang! " ujar Frem mendorong Zhi hingga tubuh tinggi mungil itu hampir tersungkur.


Zhi menatap Frem dengan wajah merah, Mata menyala seperti bara api yang siap membakar." Kau tega Frem! Hanya aku yang tidak menganggapmu Gay dinegri ini, bahkan akupun akan berfikiran sama jika kau terus memperlakukanku begini." Pekik Perempuan itu dipuncak emosinya.


" Aku memang Gay! Aku penyuka sejenis. " Ucap Frem santai. Membuat wanita itu menggeleng- geleng tak percaya.


" Frem! Berani kau merendahkan diri sendiri hanya untuk menolakku? " tanya Zhi geram.


Mendengar Zhi tak yakin dengan pernyataannya, Frem memanggil Asistennya.


Changhyi, Sini! Teriak Frem menenuhi semua ruangan.


Chang datang dengan tergopoh- gopoh, matanya membulat ketika Frem langsung memeluknya. " Diam kuperlakukan bagaimanapun, bisik Frem yang membuat bulu kuduk Changyi meremang. Frem mengecup pipi Chang dan turun kelehernya, membuat tanda dileher Changyi didepan wanita itu.


Huek...Uek...Zhi ingin muntah melihat perbuatan Frem, ia menghentak- hentakkan kakinya kesal, lalu melangkah besar beranjak dari ruangan itu dengan memegangi perutnya.


Huek...Huek...Zhi tak sanggup menahan mualnya.


Para karyawan Frem berdiri menatap wanita malapetaka mereka yang berjalan bersesungut dengan ekspresi wajah sangat tersiksa.


" Apa yang dilakukan oleh Pangeran api Es pada wanita itu, sampai seperti wanita yang lagi hamil muda keluar dari ruangannya? " tanya seseorang dengan berbisik.


"Salah sendiri terlalu berani. " timpal satu lagi.


" Hanya menambah masalah saja bagi kita. " Geram yang lain.


Tidak berapa lama terdengar teriakan menggema di seluruh ruangan.


" Uaaaaaaaaaa.." Pekik Frem dan Chung bersamaan.


Huek...Huek...


Frem berlari kekamar mandi dan


memuntahkan seluruh isi perutnya.


它是什么 Tā shì shénme ( Ada Apa? )" tanya para karyawan terkejut. Rasa penasaran memenuhi hati mereka. Tapi tak ada yang berani mengintip.

__ADS_1


" Gila! Bos benar- benar Gila! " Pekik Chengyi tertahan ditenggorokannya.


Pria itu mengusap lehernya dan berjalan gontai menuju ruangannya.


Frem keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat. Baru ia ingin memanggil Chengyi untuk menyiapkan sarapan untuknya, mengingat perutnya benar- benar sudah kosong, dering telfonnya berbunyi.


" Ada apa? Tanya Frem sedikit lembut.


" Tuan Permana masuk rumah sakit, kondisinya kritis tuan. "


Bugh...


Jantung Frem terasa dipukul, darah didadanya menyembur tak beraturan. Lama pria muda itu terdiam.


" Papi...Akankah sama ceritanya? " batin Frem. Airmata Frem bercucuran tak bisa dibendung.


" Maaf Tuan, kembalilah...Suara pelan dari sebrang.


Mendengar masih belum ada jawaban, wafi kembali berucap." Dikantor aku bisa menjaganya, tapi dirumah_ " Wafi tak sanggup melanjutkan katanya.


Frem sudah tahu kelanjutannya, airmatanya mengalir makin deras, hidung putihnya dalam sekejap menjadi merah.


Lalu kedua tangannya mengepal " Ya, sudah saatnya aku kembali !!! " Teriaknya menggema membuat seseorang disebrang melempar telfonnya,


takut suara Frem memecahkan gendrang telinganya.


Pria itu memandang sendu tuan Fredy yang terbaring lemas didorong di brankar, ia tidak lagi iba pada telfonnya yang pecah, toh selama ini Fred dan Frem sudah banyak memberinya kehidupan. Saat hidup tuannya nyaris berakhir , hatinya benar- benar pedih.


" Aku tidak mampu menjaganya. " lirihnya tak kuasa menahan bulir yang mengalir.


Sementara.


Chengyi tiba diruangan Frem dengan mata membola, melihat tuannya yang tampak bergetar.


" A_" Cheng belum sempat meneruskan katanya, karna Frem sudah mendahuluinya.


" Urus perusahaan dengan baik selama aku pergi. Papi sakit, aku harus kembali. " Ujar Frem sendu.


好的老板按照你的吩咐 Hǎo de lǎobǎn ànzhào nǐ de fēnfù ( Baik tuan sesuai perintahmu)." Jawab patuh pria muda andalan Frem itu.


Kemudian ia mengiringi langkah Frem keluar. Semua keryawan yang dilewati memandang heran pada tuan mereka yang melangkah buru- buru dengan Ekspresi yang tidak bisa mereka baca.


Tanpa sengaja mereka mengekor berjalan pelan seperti bayang- bayang.


还有什么真的 Hái yǒu shé me zhēn de ( Ada apa sebenarnya )? " tanya mereka setelah pintu lif menutup.


Ditinggal pergi oleh Bos tanpa dapat hukuman, mereka ternyata canggung juga, karna sudah terbiasa.

__ADS_1


" Apa yang dibuat perempuan petaka itu, hingga bos kali ini tak memarahi kita? " tanya mereka heran.


__ADS_2