Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Kapan Ganti?


__ADS_3

Malam ini Fredy benar- benar merindukanNabila Almarhum istrinya.Semua kenangan masa silam berputar- putar dibenak pria yang sudah tidak bisa dikatakan muda lagi itu. Tiba- tiba saja menjelang tidur, ia tidak sekedar membasuh mukanya. Fredy bersuci yang pernah diajarkan Almarhum.


" Mas Arif, bisa minta tikar - Cukup gugupFredy mengemukakan permintaannya. Melihat wajah basah sampai setengah kepalanya, Arif tidak bertanya lagi. Dibentangnya sajadah terbaik miliknya untuk Frem, lalu Arif mengambil sarung dari brand ternama yang ia punya dari lemari, dan menyodorkannya pada Fred." Aku rasa tidak memberikan yang bukan anda minta kan tuan? " tanya Arif melihat Fredy melongo.


" Saya memang minta benda ini, tapi mengapa kasih yang paling bagus, yang biasa sajalah,saya baru mau mulai setelah bertahun- tahun,entah Tuhan menerima atau tidak taubat tatkala usia sudah menepi." Ujar Fredy sungkan.


" Terima atau tidak itu urusan Dia tuan, yang penting kita melakukan dengan ikhlas dan penuhkesadaran." Balas Arif seraya mengambil bacaanFaforitnya dari rak lemari paling atas.


" Silahkan tuan Fredy, saya mohon jangan sungkan,


tentu tuan jauh lebih berilmu dari Arif."Ucap Arif merendah sembari berjalan menuju ruang tengah.


Fredy menunaikan ibadah, kemudian lamamenangis didalam berdoa. Pak Sam tiba dikamar Fredy membawakan makan malam, disaat Fredy sedang khusuk berdoa. Cukup Lama pak Sam menunggu Frem selesai setelah dengan hati- hati menata hidangan dimeja nakas..


" Selamat malam tuan, saya datang membawakan makan malam dan memastikan tuan minum obat dulu sebelum tidur. " Sapa Sam ketika melihat Fredy sudah mulai mengemasi peralatan ibadahnya.


Bahkan menjelang tidur, setelah mata Fred terkantuk berat, ia masih sempat berdoa pada Tuhan untuk kebahagiaan putranya dengan istri tercinta. " Lindungi putraku dari kejahatan baik yang nyata maupun tersembunyi ya Robb." Pinta Fred lirih.


Dikamar, Frem terbangun dengan kejutan yang besar. Pertama ia mengira gadis yang tidur disisinya adalah Ella, karna dresnya sama dengan yang dipakai Ella. Tapi setelah melihat wajah gadis disisinya terbangun dengan wajah terbuka, ia semakin terkejut, begitu juga dengan wanita itu.


" Kau!!! " Mereka saling menunjuk muka masing-


masing.


" Bagaimana kita bisa tertidur dikamar yang sama?


tanya Frem setelah berhasil mengatasi syoknya.


Sonia segera memakai tutup kepala dan wajahnya,


Lalu gadis itu bergegas duduk, Sonia menggeleng tak mengerti.


" Tadi aku kira orang lain, aku sangat khawatir? " Ucap Frem spontan.


" Apa kau kira denganku ini cukup baik! " ketus Sonia berdiri dan hendak pergi.


" Jangan pergi! Ini kamarku, biar aku yang memeriksa keluar, tidak baik terlihat jika ada yang melihat wanita keluar dari kamar pria." Usul Frem.


" Hufff, siapa yang melakukan ini pada kita Ya? " Tanya Sonia mendengus kesal.

__ADS_1


" Entahlah, aku juga tak mengerti. Yang aku heran kapan kamu ganti baju? " tanya Frem.


" Mhumm...ini setelah magrib, aku dan Ella memakai baju sama, kami sudah janji, ini baju dia yang pesan untuk merayakan hari jadi pertemanan kami. Kami sudah berteman Empat tahun, ingin terlihat kompak dihari ini. " Jelas Sonia.


" Berarti ada yang meminta seseorang memberikan obat tidur dimakanan kita. Tapi begitu melihat penampilan yang sama, orang itu jadi ragu.


" Untuk lebih jelasnya kita akan selidiki." Usul Frem.


Sonia mengangguk patuh, seumur hidup, baru kali ini ia sangat cemas, sampai fikirannya menjadi buntu.


Setelah Frem pergi, ia mengambil nafas dalam- dalam. Dengan cemas Sonia kekamar mandi untuk memeriksa dirinya. " Aman, ternyata hanya tertidur.


" Ucap Sonia lega.


Sementara Frem berjalan dilobi menuju Liff." Bos! Kami sangat cemas denganmu Bos, kenapa sampe


langsung menghilang dari ruang makan." Ujar Wafi mengejar Frem disusul pengawal Frem.


" Ada apa ini? kenapa tak ada yang becus! Untung tak ada yang masuk kekamar dan membuat kehebohan,bagaimana kalian bisa tidak tahu, ketika aku dibawa kekamar bersama putri dalam keadaan terlelap." Tanya Frem marah.


" Sonia?Bagus dong bos, habis ini langsung nikah."


" Kau kira pernikahan seperti itu yang kumau!" Frem memelototi Wafi.


Ho...ho.." Wafi masih sempat tertawa, dalam kegentingan ini.


Baru saja menyentuh tombol Liff ingin turun, terdengar kehebohan dari kamar paling ujung." Ada apa? Wafi segera bergegas menuju sumber suara, disusul Frem dan yang lain. Kamar terbuka, mata mereka membola,melihat Jean menggebuki seorang juru kamera sampai berteriak- teriak mohon ampun. Sedang Ella menangis meminta Jean menghentikan aksi brutalnya, takut kondisi kesehatan Jean memburuk setelah melakukan aktivitas berat dengan melepaskan kemarahan yang begitu besar.


Frem memberi perintah dengan isyarat. Semua pengawal Frem masuk kedalam untuk melerai dan menangkap juru kamera itu. " Jangan main- main dengan direktur dan wakil direktur kami! " Ancam Siance sembari menyeret pria itu bersama rekannya.


Juru kamera itu yang sudah babak belur makin pucat setelah diseret oleh lima pria yang menatap


dengan mata berkilat- kilat karna marah.


Lelaki paruh baya itu merasa selepas dari mulut harimau, sekarang ia terperosok kelubang ular yang banyak dan siap menggigit dan menyemburkan bisanya.


" Katakan siapa yang menyuruhmu melakukan ini! "


Hardik Tian dengan tatapan membunuh. Berikutnya Siance memojokkan pria itu Kedinding.

__ADS_1


" Bicaralah, kalau tidak kami semua akan membuatmu menderita." sambungnya.


" Sayangi nyawamu, jangan gigih, Bos kami akan mengampunimu jika kau jujur." Timpal Tian.


Lelaki itu masih bungkam dengan wajah pias.


" Katakan saja, kami tidak akan menyiksamu jika cepat bila mulut." Yonghi mengusap keringat dan darah disudut bibir pria itu dengan Tisu.


" Jangan membuat kami hilang kesabaran pak." Tambah Lim.


Hong tiba membawakan segelas air mineral." Barang kali ia butuh minum dulu sebelum berkata."


Entah mengapa lelaki itu membuka mulut dan meminum air yang disuguhkan Hong.


" A- aku hanya mendapat pesan dan mendapat sebuah amplop berisi uang dari seorang pelayan. " Ucap Pria itu dengan suara lemah.


" Bagaimana semudah itu anda menerima pekerjaan berbahaya? tidakkah engkau tahu anda sedang bermain- main dengan reputasi group besar! " pekik Siance.


" Sudah, jangan marah lagi, biarkan bapak ini melanjutkan penjelasannya, aku tahu ia hanya lagi butuh uang. " Pinta Hong dengan nada rendah.


Tidak terduga, pria itu menangis. Hik, benar nak, anakku sedang sakit, sekarang sedang dirawat,


aku menerima ini karna kata seseorang ditelfon, ini


demi putranya. Kurasa ini benar tidak berbahaya." Jawab Pria itu dengan memelas.


" Sudah, bawa bapak ini kerumah sakit yang disebutkannya sebagai tempat anaknya dirawat. " Titah Frem baru tiba dikamar.


" Bos bagaimana? " tanya Lim mewakili rekan yang lain.


" Sudah tiba jemputanku." Ucap Frem lesu.


" Siapa Bos???" Semua bertanya dengan bingung.


" Kami datang untuk menghukumnya! " Ujar Han didepan pintu.


Sedang Tiono menatap tajam Frem.


Semua pengawal Frem geleng- geleng kepala." Kapan pula mereka datang? Masih kuat kiranya menembus udara malam?." tanya mereka dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2