
Setelah melewati empat hari sibuk dengan urusan SGG, Frem menghirup nafas lega, ketika semua permasalahan dapat terselesaikan dengan baik. Tidak salah ia menerima Chengyi sebagai asisten.
Pria ini dapat diandalkan,walau suatu hari Frem harus mencari pengganti Cheng,begitu pria ini siap untuk mengembangkan bisnis milik maminya, itu tidak terlalu difikirkan Frem, semoga kedepannya ia bisa mendapatkan rekan kerja sepandai sepupu angkatnya ini.
" Mulai hari ini, Frem akan membuat hidupnya lebih santai, untuk urusan nanti- nanti, biarkan berjalan seiring waktu, yang penting saat ini lakukan semua dengan baik, untuk kedepan, semoga sesuai dengan apa yang kita usahakan hari ini." Batin Frem.
Hari ini Frem balik dari kantor sudah lewat pukul sepuluh malam. Disambut oleh paman Soyin didepan pintu utama. Setelah mendapat penjelasan dari paman Soyin kalau istrinya sudah beristirahat sejak satu jam yang lalu, Frem memutuskan untuk langsung kekamar saja.
Rumah sudah sepi, para pelayan sudah pada istirahat kekamar masing- masing dibelakang.
" Paman akan meminta yang lain mengantar makan malam kekamar." Ujar Paman Soyin, begitu melihat Frem berjalan menuju tangga.
Frem berbalik sejenak, lalu menggeleng dengan cepat. " Tidak paman, sebaiknya paman istirahat saja, kalau nanti ada yang perlu, kami akan mengambilnya sendiri. Saat ini yang terpenting bagiku segera menemui istriku dan istirahat." Jelas Frem.
" Baiklah nak, nanti kalau butuh sesuatu paman dan yang lain sedia melayani 24 jam, nak Frem dan Sonia jangan segan memanggil melalui interkom." Ucap paman Soyin merasa tak enak hati, tidak melayani tuan dan nyonya rumah ini.
" Jangan khawatir paman! Aku pasti tidak segan mengganggumu jika butuh bantuan." Frem tersenyum hangat.
" Maunya begitu dong...semua akan lebih senang bekerja dan melayani kalian nak, satu bulan terakhir Kami merasa makan gaji buta." Keluh paman Soyin. Walau Frem tadi terburu hendak keatas, namun nampaknya pria muda ini dengan tenang menanggapi keluhan pelayannya.
" Mohon jangan segan, sibukkan kami ketika kalian disini. " pinta Soyin.
Frem mengacungkan ibu jarinya. " Pasti paman,sekarang kembalilah kekamar, jangan merasa begitu, semua yang diberikan dengan ikhlas dan sesuai aturan sudah jelas halalnya.." Ujar Frem kemudian berlalu.
Pria paruh baya itu mengangguk. Dihatinya ia semakin mengagumi perubahan baik Bos mudanya
ini.
Frem tiba dikamar dan mendapati istrinya tertidur disofa. Frempun menggendong Sonia keperaduan ala bridal. Sampai Sonia dibaringkan, dipandangi lama, dan diciumi beberapa kali, namun tidak terusik sedikitpun dari tidur lelapnya. Karna Frem mengantuk juga, iapun tertidur pula, setelah memeluk istrinya dalam balutan selimut yang sama.
Sonia terbangun dipertigaan malam, sebelum membuka mata dengan sempurna, tangan kanannya meraba - raba pembaringan disisinya.
" Kemana dia, Apa belum pulang juga, Ah Nia! Nia! kalau suamimu belum kembali bagaimana kau pindah dari Sofa ketempat tidur." Sonia menepuk jidatnya, menyadari fikiran konyolnya. Sonia kemudian membuka matanya lebar- lebar, lalu menatap sekeliling dan tatapannya sejenak terhenti pada jam dinding kamar Fremudya.
__ADS_1
" Sudah jam setengah tiga." Sonia kembali bergumam. Setelah mengusap matanya yang masih terasa berat, Sonia menggeser tubuhnya kepinggiran tempat tidur. Senyum wanita cantik itu mengembang begitu mendengar gemericik air dikamar mandi.
" Oh...Rupanya Ajoku sedang bersuci!"Sorak hatinya, senang sering mendapatkan momen indah begini dipertigaan malam,sejak bersama Frem.
.
" Riuuut...Bibir Sonia menutup, menyadari ada yang
bunyi berasal dari perutnya.Sontak ia meraba perut itu." Astaga...aku melewatkan makan malam karna ketiduran menunggunya pulang kerja." Ucap lirih Sonia yang akhirnya memutuskan untuk turun dari tempat tidur.
Frem kembali dari kamar mandi, tersenyum manis pada Sonia.
Melihat Sonia berjalan masih dalam keadaan meraba perut" Sayang lapar ya? Semalam Nia tidur begitu lelap, jadi ngak tega Ajo bangunin.Tunggu sebentar, biar Ajo ambilkan makan kebawah." Ujarnya lembut sembari menahan langkah.
Sonia menggeleng. " Ngak, sholat aja dulu, habis itu kita sama- sama turun."
Frem mengangkat bahu, kemudian melakukan apa yang sudah menjadi niatnya semula bangun dipertigaan malam ini.
Sementara Sonia bergegas pergi kekamar mandi untuk cuci muka dengan melupakan rasa laparnya.
Tanpa sadar Sonia mengoles bedak dan memakai lipstik, lalu berkali- kali memeriksa wajahnya dididepan cermin.Sonia tersenyum sendiri memandangi wajahnya tatkala sadar ia sudah berdandan. Entah mengapa ia merasa ingin terlihat lebih dan lebih cantik lagi didepan Frem. Sonia terus tersenyum,merasa lucu dengan perubahan ini." Biasanya aku cukup percaya diri dengan tampil apa adanya, tapi sekarang kok
rasanya pengen lebih sempurna Ya? Mana diriku yang siple?Sekarang kok malah Aneh dan malu- malu padanya, tadi saja aku sampai menunduk agar wajah bangun tidurku tidak begitu terlihat olehnya." Sonia tercenung merasakan dirinya yang berbeda.
" Mhem...Pantas diluar gelap dan sepi, kiranya bulan dan bintang telah berpindah kekamar ini." Rayu Frem seraya memeluk dan mengecup Sonia dari belakang, membuat wanitanya tersintak dari lamunan.
" Ajo sih..Ngagetin saja...Rengek Sonia masih malu- malu.
" Habis istri terlalu mengagumi diri sendiri, sampai tak sadar jakun suami sudah naik turun dari tadi memandangi istri dandan tengah malam." Goda Frem membuat pipi Sonia makin memerah. Frem menurunkan kedua tangannya keperut rata Sonia.
" Ayo turun untuk makan, sebelum Ajo khilaf memakan yang ini. " Bisik Frem yang membuat bulu tengkuk Sonia meremang, namun Sonia berupaya mengatasi kegugupannya itu dengan cepat- cepat melepaskan diri dari dekapan Frem.
" Ayo cepat Ajo...Jangan sampai membuat Nia kurang gizi setelah bersamamu, nanti Ajo diomeli oleh kedua kakekku. " Balas canda Sonia.
__ADS_1
" Ya...Ya...yang punya kakek! Sudah berapa kali ditelfon hari ini? Tanya Frem sembari menggandeng istrinya berjalan keluar.
" Mhem...Lumayan, sepuluh kali dengan papi mertua. " Balas riang Sonia.
Mata Frem berbinar indah, hatinya kian menghangat. Ia yang tak sempat menghubungi orang tersayangnya karna sibuk, sudah diwakili oleh istrinya berkali- kali.
*
*
*
Makan malam pukul tiga dini hari. Hal yang tidak lazim bagi orang kebanyakan. Tapi pasangan muda
ini begitu menikmati makan malam penuh kasih itu. Keduanya makan lahap sampai bersendawa hingga baru selesai makan." Untung ngak ada yang dengar, kata orang tidak sopan mengeluarkan suara begitu. " Ujar Frem tersenyum malu begitu suara itu keluar tak sengaja.
Tidak sempat menjawab, Sonia yang sudah menyelesaikan makannyapun mengeluarkan suara itu.
" Ini bukan karna kekenyangan, pasti karna angin yang keluar, karna kita tidur tanpa makan malam jadi masuk angin. " Kilah Sonia.
" Ia sayang...Kita melanggar aturan kesehatan sekali. Kalau begitu mulai sekarang kita tak boleh lagi melanggar aturan. Kita jangan tidur dulu setelah makan. Sebab, langsung tidur setelah makan kenyang akan menyebabkan tekanan di dalam lambung kita meningkat, sehingga makanan dan cairan lambung dapat naik kembali ke kerongkongan. Jika ini dilakukan sering, dapat menimbulkan penyakit asam lambung. Amit- amit dech...Jadi, patuhi aturan kesehatan, Olahraga dinihari dulu untuk bakar calori, baru boleh bobok kalau belum keburu subuh." Ujar panjang Frem dengan seringai licik.
Sonia mencubit pinggang suaminya. " Oke pak dokter, pasien yang ini patuh kok. " Balas Sonia
dengan mencebik.
" Ha..ha ha..." Frem tertawa terpingkal diledeki oleh istrinya.
" Ujung- ujungnya kesitu ya. " Ucap frem kemudian. Lalu pria itu berdiri dan memutar kursi Sonia. Dalam hitungan lima detik,ia sudah menggendong
istrinya.
Begitu paman Soyin membuka pintu kamarnya, karna terbangun oleh tawa frem. Mata tua pria itu langsung berbenturan dengan pemandangan romantis ini. Tak mau mengganggu Bos muda dan istrinya, Soyin mengurungkan niatnya untuk menyapa. Bahkan kepala pelayan itu kembali kedalam kamar dengan mengendap- endap agar tak menimbulkan suara brisik.Namun dihati pria setengah tua itu terus bersorak riang. " Terima kasih Tuhan...semoga ini adalah pilihan yang pas untuk nak Frem, pria kecilku yang dulu, yang hampir selama masa kecilnya,lupa bagaimana cara tertawa."
__ADS_1
Bersambung...
Sulit kali merangkai kata akhir - akhir ini say...Udah Kamis baru bisa Up, itupun hanya begini adanya. Salam maaf dan kangen selalu buat reader tersayang...