Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Keluarga Lebih Utama.


__ADS_3

Sonia bingung mengapa Frem malah memerintahkan Erlan membawa mereka pulang, padahal ia sangat ingin memastikan siapa lelaki dibalik topeng yang sudah berani bermain- main dengan nyawa suaminya.


" Aku tak mau pulang! Bawa aku ke markas C21, tempat Kak Bim membekap pria itu, aku ingin bicara langsung dengan pria itu. " Protes Sonia menanggapi perintah suaminya.


Frem menatap Erlan Sembari memberi kode kalau perintahnya tak bisa dibantah. Sebenarnya Erlan tak tega mengabaikan keinginan Sonia,tapi mengingat kondisi Sonia sekarang berbeda dengan Sonia yang merupakan bosnya beberapa tahun ini, Erlan memilih mematuhi Frem.


Mobil melaju cepat menuju kediaman Sonia, meski sepanjang jalan Sonia menggerutu.


" Sebaiknya kak Neha nginap disini menjaga istriku, karna mungkin semalaman aku dan Erlan takkan kembali. " Ujar Frem begitu mobil berhenti dipelataran rumah.


" Baiklah dik Frem, kebetulan juga suami kakak sedang diluar kota, jadi kakak bisa nginap."


" Syukurlahkak, tolong tenangkan cantikku ini juga ya. Katakan padanya suaminya ini sangat sayang padanya, hingga tak ingin istrinya dan calon anaknya terlalu lama terkena angin malam. " Ujar Frem seperti Sonia tidak sedang bersama mereka.


Neha tersenyum karna penuturan suami dari Bosnya. Tapi melihat Ekspresi Sonia yang datar, Senyum Neha langsung menghilang.


Frem membukakan pintu untuk kedua wanita itu, membantu istrinya turun setelah melepas selbet, walau Sonia berkali menepis tangan Kokok Frem.


" Kak, aku sepertinya tak dapat izin menggendong cantikku kedalam, sepertinya kakak saja yang membawanya kedalam, kami langsung berangkat Ya." Ucap Frem lagi. Melihat istri tak tersentuh saat ini, Frem memutuskan untuk segera berangkat menuju markas C21, dimana sekarang Erlanlah yang menjadi pimpinan Tim ini menggantikan Almarhum Jhon sang Ayah, dibawah pengawasan Boy dan Sonia tentunya.


" Baiklah dik Frem, kami langsung kedalam. " balas Neha dengan menggandeng Sonia yang tentu saja membuat Frem sedikit tenang karna pada Neha Sonia terlihat menurut.


Setelah pintu tertutup begitu kedua perempuan aman didalam rumah, Frem langsung kembali kemobil. Dan tanpa bicara lagi, Erlan memutar kendaraan roda empat itu, dan segera melaju dengan kecepatan sedang setelah mereka tiba dijalan besar.

__ADS_1


" Barusan aku dapat kabar dari Bima kalau lelaki itu bersikeras tak mau buka mulut Bos. Kalaulah saja nona tidak dalam keadaan hamil muda,tentu ia lebih pandai membuat orang ini agar tak tahan untuk tak buka mulut. " Ucap Erlan setelah beberapa saat hening.


" Aku sangat ingin tahu siapa dalang dari semua ini Bang Erlan! Tapi untuk itu aku tidak mau ambil resiko dengan melibatkan istri dan calon penerusku, ini memang masalah yang sangat penting, tapi bagiku keluarga tetap yang utama. Aku tak mau terjadi apa- apa dengan anggota keluargaku terutama istriku, walau pada awalnya kalau bukan karna ia membawamu mencariku entah apa yang akan terjadi lagi denganku. Aku mengakui ketajaman insting Soniaku, tapi untuk kedepannya aku berharap ia tidak terlibat lagi secara langsung dengan urusanku, karna aku tak mau terjadi hal yang tidak diinginkan padanya."


Erlan terdiam mendengar penuturan Frem. Memang Sonia selama ini gadis yang tangguh, tapi sebagai suami Frem berhak untukmenghawatirkan wanitanya itu dan melarangnya melakukan hal yang berbahaya untuk saat ini.Tapi apakah nona Sonia akan mau dikungkung begini? Tadi saja aku hampir mati menahan nafas melihat ekspresi pemberontakannya." Batin Erlan.


Tidak terasa mereka sudah tiba didepan markas C21. Begitu mobil terparkir, Erlan langsung disambut oleh sepuluh orang berseragam serba hitam.


" Lapor Bos! Kami sudah mengurung semua yang terlibat dengan peristiwa digedung Permana Jaya malam ini. Tapi Keempat orang itu sepertinya kukuh untuk tidak buka mulut. " Ujar ketua rombongan yang menyambut Erlangga.


" Baguslah, untuk urusan mulut mereka biar jadi urusanku dan bos permana. " Balas Erlan yang membuat semua menatap kedalam mobil. Kemudian Erlangga memberi kode kepada anak buahnya agar turut memberi hormat pada direktur utama Permana Jaya Group yang akan keluar sebentar lagi dari mobil.


Erlan kemudian membukakan pintu pada Frem." Selamat datang di markas kami Tuan muda." Ucap Erlan yang diikuti oleh keseluruhan anggota yang menyambutnya tadi dengan serentak, begitu Frem sudah berdiri dihadapan mereka.


" Ya terima kasih, sepertinya aku sudah boleh masuk kan? " Ucap Frem sopan yang membuat yang lain cukup tercengang karna yang mereka tahu selama ini Bos kecil mereka menikahi pria dingin. Namun tentu saja berbagai pertanyaan hanya bisa berputar- putar didalam benak saja, karna detik berikutnya mereka sudah memberi hormat lagi dan siap membawa sang tuanmuda menuju ruang bawah tanah, tempat selama ini musuh- musuh yang tertangkap dieksekusi.


Sementara dirumah Sonia masih mencak- mencak karna tidak diizinkan ikut. " Ternyata menikah itu tak enak ya kak, hidup kita jadi terkekang dan kasih sayang kita wajib terpusat pada satu orang saja. " Gerutu Sonia yang hanya bisa ditanggapisenyuman saja dulu oleh Neha.


Setelah berkali mengatur nafas, barulah Neha mencoba bicara." Menikah ada enak dan ada juga ngak enaknya Nia ...Tapi bagaimanapun sakitnya terkekang dalam berumah tangga, tetap saja menikah adalah pilihan terbaik ketimbang hidup bebas tanpa ada ikatan halal yang mengukuhkan hati. Menikah juga wahana meneruskan keturunan


yang baik. Seharusnya Nia ambil hikmahnya saja, diusia yang terbilang masih muda Nia sudah diberi kepercayaan jadi istri sekaligus jadi calon ibu." Ucap Neha menenangkan Nonanya.Dan ucapan terakhir Neha sontak membuat Nia meraba perutnya yang masih rata.


" Iya juga ya kak, sebentar lagi Nia akan merasakan gimana rasanya dipanggil mama. " Ucap Sonia dengan berbinar.

__ADS_1


" Itulah..Makanya jangan bandel, untuk masa sembilan bulan ini Sonia harus sadar kalau harus bertindak hati- hati bukan untuk Nia saja, tapi untuk


kehidupan baru dalam rahim Nia. " Lanjut Neha merasa ujarannya tidak sia- sia.


Sebentar kemudian mata keduanya tertuju kepintu yang belum sempat ditutup ketika Indra pendengaran mereka menangkap suara yang makin dekat.


Tap...tap...


Terdengar derap langkah dan deru nafas tidak teratur dari luar kamar yang belum terkunci itu. Sonia langsung membekap mulut Neha yang barusaja ingin bicara.


" Suuut....Kedua kakekku datang kak, mereka tak boleh tahu apa yang terjadi, sekarang kakek Han sedang dalam keadaan kurang aman dengan berita- berita yang tidak baik. " Jelas Sonia dengan berbisik.


Benar saja apa yang diperkirakan Sonia, detik berikutnya telah muncul dua ABG ( Ayah Bapak Gue ) didepan pintu.


" Nia sayang...Kok baru pulang, mana suamimu? " Tanya langsung Tiono melihat Cucu mantunya dikamar dengan asistennya, bukan dengan sang suami.


Sonia melangkah menuju pintu dan segera menyambut kedua kakek itu dengan memeluk mereka bergantian.


" Cucumu itu sedang ada acara mendadak keluar kota, jadi minta kak Neha yang menemaniku. " Ujar Sonia dengan menatap kedua kakek dengan tatapan menyakinkan keduanya. Sonia tahu tak bisa berbohong terlalu dalam pada keduanya karna keduanya pasti sudah melihat Frem tadinya dengan mengintip dari balkon.


Sebelum sempat kakek Han melancarkan protesnya, Sonia langsung berkata lagi. " Bilang pada papi ya kek...sepertinya Nia belum sempat mengunjungi papi dikamarnya malam ini karena terlalu kelelahan kek. " Ucap Sonia dengan menunjukkan wajah lelahnya.


" Sampaikan juga ucapan selamat malam Nia pada papi, dan Insya Allah begitu subuh tiba, Nia yang akan membangunkan Papi. Tentang cucu tampan kalian jangan khawatir, ia aman sekarang." Ucap panjang Sonia yang berhasil membungkam mulut kedua kakek cerewet itu.

__ADS_1


" Baiklah sayang...Sepertinya kakek berdua langsung kembali saja ya, dan sebentar lagi pelayan akan mengantar makan malam untuk adik berdua, dan jangan lupa dik Neha memastikan Sonia minum susunya sebelum tidur!" Kali ini kakek Han yang bicara sembari memerintah asisten Sonia yang dari tadi hanya diam.


" Ba_ baik kakek. " Balas Neha sedikit terbata. Karna diminta diam oleh Nia tadi, membuat Neha gugup membalas kakek.


__ADS_2