Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Tak ada Kamar Kosong.


__ADS_3

Wafi sudah tiba didepan rumah sakit dengan mobil Toyota Alphard. Frem yang langsung mengenali mobil Wafi, segera melangkah menuju mobil dengan menggandeng kedua kakeknya, diikuti para pengawal." Malam Bos." Sapa Wafi seraya turun menyambut Frem.


" Kita ke Mansion Utama Keluarga Permana." Ujar Frem begitu semua sudah didalam mobil.


Kedua kakek saling pandang, sedang Wafi mengernyit. " Tidak jadi bos? " tanyanya heran mengapa Frem meminta kembali kerumah utama.


Frem menggeleng. Tidak , papi dikabarkan meninggal, aku ingin melihat langsung bagaimana reaksi mami Jean. Lagian Esok penobatanku, aku ingin tahu apa yang akan di siapkan Jessi Jelang penobatanku. " Ucap Frem dengan suara penuh penekanan.


" Bagaimana Dengan kami, tubuh kami sudah sangat butuh istirahat, lagian Jessi


sudah menganggap Koko Tiono sudah tak ada lagi. " Sela kakek Han.


" Aku juga sudah dikira lenyapkan? " Ujar Frem.


" Kau mau tak mau harus muncul Frem, karna kau akan menggantikan papimu. Sedang kami hanyalah orang tua, kalau anak cucu pada sehat dan baik, hati kami cukup senang, yang kami butuhkan hanya istirahat dan bersantai, antar kami terlebih dahulu kepanti RC Kasih, ya..." Pinta Tiono dengan sedikit merengek.


" Kek, ngapain kepanti lagi? Mending istirahat diapartemenku saja." Ujar Frem.


" Ngak enak diapartemen, lebih seru dipanti, rame. Walau orang lama mungkin


sudah banyak yang kembali, tapi pasti banyak penghuni baru. Di apartemen paling kami berdua, dan pelayan, pokoknya kami mau kepanti! " Ujar Tiono seraya mengedipkan sebelah matanya pada Han.


" Iya Frem, kami sepakat untuk tinggal dipanti saja. " Dengan semangat Han membela kakaknya.


" Ini orang sejak dikurung dokter itu makin kompak saja. " Keluh Frem dengan


bergumam. Sedangkan kedua kakeknya yang masih bisa mendengar gumaman lirih itu, pura- pura tak tahu apa- apa.


" Aku malu kek, masak orang nomor satu


di SGG dan nanti kalau jadi juga sebagai president PJG, menitip kakeknya dipanti, apa kata orang dan Media nanti." tolak Frem.


" Tak usah khawatir, media sudah lama menganggapku tak ada, apalagi selama ini masalah keluarga kita tertutup. Antar saja Kami kepanti,disana masih ada mimiku, walau- " Tiono menggantung ucapannya. Tiono kemudian menutup mulutnya, teringat dulu perpisahannya dengan Sonia karna Frem, ia tak mau terburu- buru menyampaikan tentang Sonia pada Frem, takut nanti Frem membuat keputusan yang bisa memisahkan mereka kembali, sampai detik ini, Frem juga belum pernah menanyakan siapa sebenarnya Sonia atau Mimi padanya, artinya Frem Memang tidak tertarik dengan Sonianya, kakek tidak mau berpisah lagi dengan Sonia, baik sebagai Mimi atau siapapun.


Ia ingin menghabiskan sisa hidupnya dipanti, toh anaknya sehat dan selamat, tak ada lagi yang ia fikirkan selain membahagiakan diri dihari tua. Empat tahun sudah ia bertahan, dia tidak menyangka hari ini akhirnya ia kembali dipertemukan dengan gadis pantinya.

__ADS_1


" Kami hanya ingin dipanti saja, tidak diapartement, hotel atau manapun . Urusan dengan Jessi, biar kau sendiri yang menghadapi. Beri perempuan itu kejutan dengan kedatanganmu sebagai pewaris yang ia kira sudah berhasil dilenyapkan 20 tahun yang lalu! " Titah Tiono.


" Ya Frem... Kami terlalu tua, darah kami tidak kuat lagi untuk berhadapan dengan perempuan seperti ibu tirimu itu, yang sebenarnya juga sudah tua, tapi hatinya masih sama. " sela Han Tanoe menguatkan alasan abangnya.


" Tapi kakek, apa panti menerima tamu malam hari, Kakek kira sama dengan check in dihotel? " Frem masih berusaha agar kakeknya mau tinggal diapartemen atau hotel.


" Bagaimanapun caranya kau harus bisa memasukkan kami malam ini kepanti, kalau kau tidak sanggup biar kami usaha sendiri, kami akan naik taksi kesana. " ujar Tiono bersekukuh, dan mulai membuka pintu untuk turun, tapi dengan cekatan Frem menahan tangan kakek.


" Dasar kepala batu, kalau dipaksa kayak dulu, nanti dia mogok makan lagi." sungut Frem dalam hati.


" Baiklah Wafi, kita antar kakek ke Panti RC Kasih! " Ujar Frem mengalah dari kedua kakeknya.


Wafi mengangguk, lalu meminta seseorang melalui telfon, untuk mengurus check in kedua kakek, agar ketika sampai nanti mereka sudah langsung mendapatkan tempat.


" Seperti apa perempuan panti kakeknya Bos, hingga tinggal dipanti Werdha lebih menyenangkan dari diapartemen mewah." Wafipun turut penasaran, namun


ia hanya bisa bertanya dalam hati saja.


Setelah semua dipastikan, mobil mulai melaju menuju panti. Hanya 30 menit saja mereka sudah tiba dipelataran panti RC kasih.


Frem geleng- geleng kepala melihat tingkah kedua kakeknya yang seperti anak remaja yang sedang puber." Jangan sampai mereka berdua bersaing pula untuk mendapatkan Mimi yang jelek itu." Entah mengapa Frem sangat kesal dengan tingkah lebay kedua kakeknya.


Mimi sudah berdiri didepan pintu sambil membenahi kacamatanya. Melihat yang ditunggu sudah tiba, gadis itu menyambut dengan senyum manisnya.


Tapi tidak melihat sedikitpun pada Frem.


" Sayang, kakek sangat capek dan ngantuk sekali. " Ucap Tiono sudah bergelayut manja ditangan Mimi.


" Baik kakek...begitu tiba dikamar langsung tidur saja. " Balas Mimi kemudian menggandeng kedua kakek dengan sayang, tapi Dimata Frem itu terlihat sangat norak dan berlebihan.


Ketiga orang itu seperti tidak lagi menganggap Frem.


Hati Frem kembali panas, wajahnya mulai


berubah merah, baru saja Frem ingin berkomentar, Mimi sudah duluan berkicau." Tolong kirim koper kedua kakek masuk! " Ucapnya dengan nada perintah, lalu mengangkat tangan kanannya tinggi tanpa berbalik, Mimi kembali menggandeng kedua kakek menuju kedalam, Untuk sesaat Frem membeku ditempatnya berdiri.

__ADS_1


" Ngak mungkin Soniaku besarnya sejelek itu. " Tolak hatinya.


Tapi Prem mengenal cincin itu, cincin mami Nabila yang ia berikan pada Sonia


dulu.


" Sonia...tega sekali memberi cincin Seno pada gadis lain." Ucapnya lirih, tanpa terasa airmatanya mengalir.


Diraihnya telfon genggam disakunya." Ditatapnya wajah gadis panti kakek yang lain. " Kalau yang jelek bernama Mimi, yang cantik siapa? Ini Yayasan peninggalan mommy Sonia, apa kakek mendekati dua gadis sekalian selama dipanti? " Frem makin bingung bercampur kesal.


Pengawal mengantar koper kakek Tiono sampai didalam. Tapi bingung mau ditarok dimana, karna kedua kakek entah masuk kekamar yang mana.


Mereka keluar setelah meletakkan koper dilobi begitu saja, kemudian melapor pada Wafi, karna melihat Frem yang masih terpaku.


" Bos! apa kita langsung pergi tanpa memeriksa kedalam?" tanya Wafi mengguncang tubuh Frem.


" Periksa! " Ujar Frem melangkah maju diikuti oleh Wafi.


Frem tak tahu harus melakukan apa lagi, saat kamar yang dipesan wafi tadi sudah ada yang menghuni, dan setiap pintu yang mereka tuju, sudah dijaga oleh seorang petugas jaga dan tak ada yang mengaku ada kamar kakek Tiono. Bahkan karna memaksa, Frem memasuki


setiap kamar, ia makin jengkel karna wajah kakek nenek lain saja yang dia temukan.


Wafi kembali menelfon.


" Hei, Cery! Kenapa kau katakan masih ada kamar kosong tadi? " tanya Wafi dengan memekik ditelfon genggamnya


" Memang ada kok, Aku kepala panti yatim piatu mas, jadi ngantar anak yatimnya?" Cery balik bertanya, membuat Wafi naik darah.


" Kampret! Aku bawa lansia, bukan anak- anak! " Ujar Wafi kesal, karna tadi jelas- jelas ia mengatakan bawa kakek, sekarang Cery malah mengira ia membawa anak yatim.


" Trus sekarang dimana kakekmu?" tanya Cery tak peduli suara kesal Wafi.


" Sudah dibawa Mimi entah keruang mana." Jawab Wafi.


" Kalau tak ada kamar kosong. Paling Mimi bawa keruang pribadinya. " ucap Cery dengan bergumam.

__ADS_1


" Apa!!! Frem dan Wafi teriak bersamaan.


__ADS_2