
Perhelatan berlangsung cukup meriah dan ramai. Walau undangan disebar hanya melalui media sosial tamu yang dituju, tapi tidak banyak yang ingin melewatkan undangan resepsi yang melibatkan beberapa nama raja bisnis ini.Orang- orang didalam kota yang namanya diundang, dengan senang hati menuju lokasi, mereka menganggap acara pesta ini sebagai bentuk liburan, khalal bin halal, cuci mata dan sekalian wisata kuliner, karna disini disediakan berbagai menu baik yang tradisional maupun modern. Tidak tanggung- tanggung, menu disini khusus dipesan dari beberapa catering terkemuka diibukota. Dengan daftar menu masakan Minang, China, Jawa dan western, tentu dengan pilihan bahan yang dipesan oleh pemilik pesta ( halalan toyyibah).
Kalau tamu dari luar kota tentu hanya orang- orang penting dan keluarga dekat kedua belah pihak. Untuk undangan yang bersifat sosial, disediakan fasilitas antar jemput khusus.
William, Bhalendra, Tiono dan Han, Sponsor pesta, tidak tanggung- tanggung mengatur resepsi dadakan ini, mengingat setiap lebaran seperti ini harga transpor berlipat-lipat, jadi untuk tamu- tamu penting hajatan dijemput dengan kendaraan khusus bahkan private jet.
Saat bersanding mesra dipelaminan di ballroom dan berfhoto-foto dengan keluarga besar sekitar pukul sepuluh pagi. Frem dikejutkan oleh kedatangan nyonya Zhi Yang.
" Ka___kamu?Frem benar- benar gugup bertemu lagi dengan Zhi setelah sandiwara yang dibuat asistennya itu. Namun melihat Zhi didampingi papanya, Frem buru- buru menyambut rekan bisnisnya tersebut.
" Selamat datang Paman Yan..." Sambut Frem dengan terseyum ramah.
Mr. Y sebenarnya sangat kecewa dengan Frem yang tiba- tiba mengirim undangan pada putrinya, padahal Ia tahu putrinya berusaja tiba dinegara ini hanya untuk mengejar cinta Frem. Tapi melihat mata pengantin wanita, Yan tidak berani menunjukkan wajah jelek karna marah dihadapan pengantin ini.
" Ya...Selamat pengantin baru, semoga bahagia..." Akhirnya ucapan selamatlah yang keluar dari bibir Yan.
Sedang Zhi hanya mengulurkan tangan saja pada kedua pengantin.
Frem mengabaikan wajah Zhi Yang,yang dari tadi mengerucut, sambil matanya jelalatan mencari sosok yang sejak kemarin ingin segera ia hukum, karna telah membantu pengantin pria yang dengan mesranya bersanding dipelaminan, membohongi dirinya bersandiwara agar terlihat seperti lelaki Abnormal benaran, padahal hanya beberapa waktu setelah itu memutuskan menikahi gadis yang Dimata Zhi begitu sangat sempurna. Zhi tidak buta, kali ini ia tidak bisa ditipu lagi, jelas dari mata dan bahasa tubuh Frem kalau ia sangat memuja pengantinnya.
" Awas kau ! Aku pasti akan menghukummu berat begitu melihat batang hidungmu!" Dihati Zhi berteriak- teriak dendam terhadap pria yang akhir-akhir ini sering datang menggantikan bayang Frem dalam mimpi- mimpi indahnya. Zhi sangat ingin menerkam asisten tampan Frem tersebut.
Setelah menyalami kedua pengantin,Zhi pamit pada papinya dengan berbisik, kemudian benar- benar mencari Wafi.
Frem heran ketika melihat Zhi pergi tanpa bicara sepatah katapun padanya untuk mengungkapkan kekesalannya. Wanita itu tampak tergesa- gesa dengan muka merah padam.Tapi Frem taksempat lama memikirkan hal itu, karna jantungnya kembali berdegup akibat sentuhan lembut bidadari disampingnya. " Yang barusan itu gadismu dari negri tirai bambu?" tanya Sonia dengan berbisik.
Deg. deg.
" Hah..hah..."Susah payah Frem mengatur nafas menahan gejolak hatinya akibat terpaan hangatnya nafas Sonia diujung lehernya.
Frem tidak menjawab apapun, yang ada ia menarik bahu istrinya agar makin dekat kedadanya. Fotografer WO menangkap adegan kemesraan alami tersebut, lalu segera mengabadikan momen itu. Pria muda itu tersenyum puas menatap hasil jepretannya dengan kagum.
" Cinta memang indah, tidak perlu diatur." Tanpa sadar sang fotografer berucap sembari tersenyum puas. Itu membuat kedua pengantin tersipu malu, apalagi keluarga turut meneriaki
" Cie...cie....Enaknya jadi pengantin! " Sorak Chalista ditepuki yang lainnya. Juru kamera kembali mengambil gambar. " Ini lebih keren lagi fhoto pasangan yang terlihat sedang M2 TM! " Pekik juru kamera itu.
" Benar sekali! Malu- Malu Tapi Mau! " Sahut Kakek Han dengan memekik girang.
Deg
__ADS_1
deg
Pasangan pengantin sekarang sudah tertunduk malu, namun tak sadar tangan mereka saling genggam erat. Tentu itu tak luput dari sorot mata khalayak, juga Camera sang fotografer.
Ditengah sibuknya resepsi, seorang ayah bingung ditinggal oleh putri semata wayangnya. " Dasar gadis bandel, aku jauh- jauh datang kesini hanya untuk menemaninya, ia malah kabur Entah kemana." Gerutu tuan Y.
" Jangan pusingkan soal putrimu tuan Y, ia tidak akan hilang dipesta ini, kalau soal keamanan pesta dijamin memadai. " Ucap William melihat Mr. Yan terlihat celingak- celinguk mencari keberadaan Zhi.
" Punya anak perempuan hanya satu ...tapi keras kepalanya mintak ampun, kemarin dia datang keIndonesia cari Frem, ini entah mau cari siapa pula, yang pengantin disini, tamu entah mau kemana? " Tuan Yan masih bersesungut sembari geleng- geleng kepala.
" Sebaiknya kita pergi makan saja, orang muda biarkan mereka berkarya, kita cari nyaman dengan isi perut saja. " Ajak Wiliiam sembari menunjuk keluar, menuju Syurga makanan dibawah tenda.
" Sepertinya ide bagus tuan, kalau perut sudah kenyang, barang kali hati sedikit tenang. Ha.ha.ha.
" Tuan Yan mengakak dengan memegang perutnya.
William menarik Mr Y menuju tempat perjamuan itu, begitu tuan Y selesai dengan tawanya.
Sementara Nona Zhi berhasil menemukan Wafi sedang bersama teman- temannya menikmati pemandangan ditaman belakang. Zhi segera menarik Wafi dan membawanya kedalambangunan mini ruang ganti yang menghadap kolam renang, tanpa memperdulikan teman-teman Wafi yang melotot kaget dengankedatangan Zhi seperti seorang perampok itu.
Zhi dengan muka merah melempar Wafi dan memasungnya dengan tangannya sendiri ditembok, tanpa sadar nona itu membangkitkan sesuatu yang bertahun- tahun membeku bawah sana.
Wafi bahkan melakukan ini untuk yang pertama dalam hidupnya, tapi entah setan darimana yang membuatnya seberani ini.
Tanpa sadar nona cantik itu menurunkan kedua tangannya melingkari pinggang Wafi. Wafi makin merasa diatas angin, ia menarik tengkuk Zhi dengan tangan kirinya dan meraih dagu Wanita muda itu dengan tangan kanannya untuk memperdalam ciuman.
Cukup lama pautan bibir itu berlangsung, mereka berdua saling ******* hingga hawa menjadi sangat panas dan pasokan udara semakin menipis.
" Ka_kalau yang ini bukan penipuan, ini benar terjadi karna aku merindukanmu putri matahari." Ucap Wafi dengan suara bergetar.
Zhi memukul- mukul dada Wafi, tapi kali ini bukan lagi karna marah, tapi Zhi malu.
" Kau_"
" Apa? Katakan saja kau sekarang bukan sedang patah hati, tapi sedang jatuh cinta nona! " Sorak Wafi membawa Zhi kedalam pelukannya.
" Kau Jahat! sangat jahat... " Balas Zhi setengah teriak dan sebagian lagi merengek dalam pelukan Wafi.
" Ya...Boleh menganggapku seperti apa sayang...Tapi aku hanyalah seorang prajurit yang sedang melaksanakan tugas menyelamatkan rajanya agar tidak mendapat amukan dari sang ratu, akibat datangnya seorang putri cantik dari timur yang ingin menggoda sang raja.Tapi salah besar, aku yang hanya prajurit biasa berani jatuh cinta pada putri cantik ini."Ucap Wafi dengansuara sengaja disendukan.
__ADS_1
Zhi melepaskan diri dari pelukan Wafi, lalu menatap pria gagah dengan rahang tegas, dan kulit sawo matang, bibir tebal namun eksotis, sorot mata jernih, dengan bulu- bulu panjang hingga mata itu terlihat sayu namun menggoda.
Wafi kembali menunduk ingin mencium Zhi ketika ponsel disakunya berdering.
Dreet...Dreet...
" Hah...
Wafi dan Zhi sama- sama membuang nafas kecewa.
" Hallo tuan? Ada apa? " tanya Wafi setelah menyambungkan panggilan.
" Lihat tamu kakek Han,seorang gadis bernama Zhi Yang? papanya mencari. " Ujar dari sebrang.
" A- anu.. ada tuan. Sebentar saya minta nona Zhi kesana." Jawab Wafi sembari menarik Zhi keluar dari ruang ganti itu.
" Oke! Terima kasih nak...
" Nona cantikku...Kamu dicari papamu! Cabut kesini untuk menghukumku ya? " Tanya Wafi dengan jenaka setelah mereka diluar.
Zhi mencubit pinggang Wafi." Ayo temani aku menemui papa. " Ucap Zhi spontan.
" Ta- tapi aku_ Balum sempat Wafi meneruskan penolakannya karna takut, Zhi sudah menariknya pergi.
DiGazebo
Yanto, Dede dan Indra teman Wafi yangsedang makan santai sejenak menghentikan makan mereka melihat pasangan yang mencengangkan itu berjalan dari ruang ganti dengan bergandengan."Aduuuh Enaknya diculik wanita cantik!!! " Sorak mereka bersamaan.
Zhi tertunduk malu, karna gadis ini sudah mengerti bahasa Indonesia.
Wafi meletakkan jemari kirinya dibibir sendiri. Ketiga temannya langsung terdiam.
" Tunggu sebentar ya...Aku kedepan menghadap calon mertua dulu, lagi gedibak- gedibuk nih dada. " Ucap Wafi sembari memegang dadanya.
Ger....ketiga pria sebaya itu tertawa, lalu mengacungkan tangan mereka memberi semangat.
Asyik berwisata lokal bareng keluarga jadi ngak sempat Up ceritanya say. Up pun baru bisa kayak gini. Maaf ya pembaca terlove ku...
🙏
__ADS_1
Jangan lupa ramaikan lapak ini dengan komen, juga like, fote, hadiahin dan faforitkan cerita ini bagi yang yang baru mampir.