
" Di_ dia tidak bisa diambil kembali kesisi kita. Ia sudah resmi diadopsi oleh orang yang cukup terkenal 16 tahun yang lalu dari panti tempat aku menitipnya. " Ucap pelan Jessi dengan tubuh berpeluh menahan takut.
" Kau benar- benar tega Jessi, kau memutuskan kehidupan putriku tanpa sepengetahuanku. Padahal kalau kau jujur saat itu, aku pasti akan membantumu dan merawat putriku sendiri walau kau tetap kukuh ingin hidup dengan keluarga Permana. Hiks...Kau tega padaku dan anakku. " Tangis Hendra pecah. Pria ini merasakan luka yang sama saat ketika kubur bundanya ditimbun, perih mengetahui bagian dari dirinya telah sengaja dijauhkan Jessi darinya.
Jessi mencoba mengusap airmata Hendra yang ditepis kasar oleh pria itu. Ia begitu kecewa dengan
Jessi yang sangat ia sayangi.
" Percuma menghapus air mataku Jessi, kau sudah melukaiku terlalu dalam. " Ujar Hendra sendu.
" Sa_ sayang...Jangan merajuk begini, aku tahu aku
salah, tapi saat itu hanya itu yang bisa kulakukan, karna saat itu kehidupanmu juga sedang susah, kuliah terbengkalai dan bundamu barusaha meninggal. Kau dalam kondisi tidakmemungkinkan untuk merawat putri kita. Aku selalu memenuhi kebutuhan putri kita, mengunjunginya rutin dipanti dan memastikan ia terawat dengan baik. Sampai ia_ " Jessi menjeda ucapannya, melirik reaksi Hendra.
" Sampai apa?Katakan semua padaku Jessi!"
" Sampai ia diadopsi oleh keluarga kaya dan terhormat. Dan setelah disanapun aku masih mengunjunginya." Jelas pelan Jessi.
" Bagaimana perjanjian mu dengan keluarga itu? Apa mereka sudah tahu kau ibu kandungnya? Dan bagaimana bisa anak kita memanggilmu mami? " tanya beruntun Hendra.
" Sayang...tenanglah...Aku bahkan sudah memberitahunya kalau ayah kandungnya seorang dokter bedah plastik yang terkenal.
" Bagaimana ia mau menerima dan mengakuinya?" Hendra makin penasaran.
" Aku membuat perjanjian dengan orang kaya itu jika mereka hanya boleh mengasuh dan memberikan nama mereka padanya, tapi tetap mengizinkanku menjenguknya dan mengatakan aku ibu kandungnya."
" Bagaimana orang itu mau kau bodohi Jessi?
" Mereka tidak dibodohi sayang...Mereka hanya kuminta untuk berkata jujur pada putri kita dari awal, sebab mereka mengadopsinya diusia 4 tahun, dan Ria kita sudah mengingat aku maminya
__ADS_1
yang selalu mencuri waktu mengunjunginya kepanti. Aku tak pernah mengabaikannya. Kau harus percaya bahwa aku tidak mengabaikan buah cinta kita. " Jelas Jessi dengan menekankan kata pada penghujung kalimatnya. Membuat Hendra kembali tersentuh dengan wanita perayu ulung ini.
" Terus aku boleh bertemu dengannya bukan?Keluarga itu tentu tahu kalau anak itu pasti punya ayah kandung, dan kau tidak mengatakan ayahnya sudah mati bukan!" Balas Hendra kembali menatap Jessi sinis.
" Ya keluarga itu tidak peduli siapa ayah dari anak mereka. Tapi Rianti sudah kuberitahu kalau ayah kandungnya masih hidup dan cukup terkenal. Kau puas sekarang sayang? Apa masih menganggapku
wanitamu yang kejam?" Jessi bertanya dengan menyunggingkan senyum termanisnya.
Hendra menarikJessi dan membawa Jessi kedalam dekapannya. " Aku tak sabar ingin berjumpa dengannya, ia pasti cantik sepertimu. " Ucap Hendra seperti lupa kalau Jessi makin sempurna itu karna hasil karyanya.
" Tidak...Ia manis sepertimu, bahkan sikapnya juga hampir sama. " Gumam Jessi keceplosan.
" Tentu! Awas kalau kau ajarkan ajaran sesat pada putri kita! " Ancam Hendra sembari mengurai pelukan.Dihadapkannya wajah Jessi kewajahnya dengan begitu dekat.
" A_ apa maksudmu sayang.. Jangan ngaco Ah..." Jessi menggelitik pinggang Hendra.
" Aku tak pernah macam- macam selain padamu saja, mami yang selalu cari masalah.Dan kali ini jangan buat masalah lagi, apalagi melibatkan putri kita, aku tak mau putriku susah karna keinginan maminya yang diluar nalar." Hendra kembali mengingatkan Jessi.
dengan putrinya, ia pasti membuat gadis itu makin tak berani membantu maminya ini. Aku akan menunda pertemuan mereka, sebelum rencanaku
mengganggu Frem dan Sonia berhasil." BatinJessi.
" Jangan berfikir untuk menghalangiku bertemu dengan buah kasih kita Jessi. Aku pasti akan segera menemuinya, walau tanpa kau beritahu alamatnya. Aku pasti bisa mengenali darah dagingku, setelah aku tahu dia ada, aku pasti bisa mengenalinya, dengan atau tanpamu sayang..Tapi kau tenang saja, asal kau tidak menyusahkannya, aku tidak akan berusaha merebutnya dari keluarga itu seperi yang kau khawatirkan dihatimu. Satu saja
yang harus kau ingat, Jangan mengajarkan keburukan padanya! Camkan itu! Kalau sampai kau
melakukannya aku akan mengumumkan keberadaannya, tidak peduli reputasi kita rusak karna adanya anak diluar nikah. Dan Jean akan semakin membencimu. Aku terlalu senang mengetahui punya keturunan, walau ia bukan milik kita, aku bisa terima jika kau berjanji tidak merusaknya. Ingat itu sayang... Sekali kau merusak putri kita demi Jean, kau harus pilih Jean atau Rianti! " Ancam Hendra yang membuat kedua mata Jessi membola sempurna.
Jessi menggeleng pasrah. " Bahkan kartu terakhirku juga diblokir, aku sungguh terjebak dalam dilema yang pelik. Bagaimana bisa aku memilih diantara kedua belahan hatiku. Ini serupa dengan simalakama. " Keluh Jessi dalam hati.
__ADS_1
" Mengapa semua yang kupunya bukan milikku sebenarnya, dari dulu aku hanya hidup dalam kuasa orang lain. Kapan aku bisa memiliki segala tanpa ancaman dan intimidasi. Aku berusaha keras
merobah hidupku dari pelayan jadi nyonya, tapi semuanya sia- sia. Aku tetaplah pelayan. Bahkan hari ini suamiku berani mengancamku. Hidupku tak pernah terlepas dari ancaman." Jessi kembali menggeleng memikirkan kisahnya sendiri.
" Bersihkan ini sayang...Jika ini bersih, kau akan merasa hidup kita sempurna dan bahagia. Jika dosa dimasa lalu harus ditebus, bersiaplah untuk menebusnya, dan jangan berniat menambah masalah lagi. " Ucap Hendra sembari menunjuk dada Jessi dengan telunjuknya.
Jessi kembali tersintak kaget." Bahkan sekarang ia sudah mahir membaca isi hatiku. Aku benar- benar terjebak oleh pria ini. Ia bahkan lebih menakutkan dari Fredy. Fredy masih bisa kukelabui, tapi pria ini tidak semudah itu. " Jessi masih menggerutu dalam kalbunya.
" Fredy tidak mencintaimu sayang...Jadi dia tidak peduli kau mau apa. Sedang aku hanya peduli kebaikanmu dan keindahan yang ada didalam dirimu. " Bisik Hendra lembut, kali ini pria ini menyusupkan tangannya kedalam blus Jessi. Bibir tebalnya yang Masih seksi diusia senja mulai menyentuh bibir Jessi.
" Mau Apa?
" Mau merayakan kebahagiaanku, ternyata pingangku yang hampir putus setiap menggoyangmu pernah membuahkan hasil yang bukan sekedar kenikmatan semata. " Balas gamlang Hendra disela Cumbuannya. Lelaki itu kian bersemangat, setelah cukup lama tidak menggauli Jessi, tiba- tiba ia bergairah kembali.
Jessi yang memang sudah sangat mengharapkan ini, tidak mampu menolak sedikitpun. Dan memang
Hendralah satu- satunya pria yang memuja tubuhnya dari dulu dan mampu membuatnya terbang ke langit ketujuh berkali- kali. Hal yang tidak pernah ia dapatkan dari Fredy.
Sementara Istana keluarga Kim.
" Setelah meneriaki ku anak haram dipenjara, kau bahkan jadi kecanduan membuat anak haram Jessi! Kukira hanya Jean saja anak harammu. Ternyata kau punya yang lainnya, bahkan dengan tega kau membuang putrimu demi tetap bisa tinggal dan mencoba menjadi ibu suri dikerajaan bisnis Pemana Jaya. Sungguh perempuan tak punya hati." Ujar pria paruh baya begitu mendapat laporan dari Erlan tentang Rahasia lain seorang Jessika Devila.
" Dan sekarang kau mencoba mengacaukan kehidupan adikku menggunakan putrimu itu.
Huek...Kotor sekali! Kau salah berhadapan dengan siapa nyonya! Siapapun tak boleh mengusik kesayanganku, apalagi Kau! Apapun misi pribadimu, jika itu berhubungan dengan adikku, langkahi dulu ibu jari kakiku jika kau sanggup! " Ujar marah Boy yang membuat Erlan terpaksa menahan tawa.
" Akan sangat mudah melangkahi jempol kaki orang tuan, jika itu bukan dirimu. " Sanggah Erlan hanya bisa ia ucapkan dalam hati.
" Apa sudah boleh keluar tuan? " tanya Erlan ragu, ia sudah tak tahan melihat raut Bosnya yang sangat lucu saat marah pada Jessi.Ia mau cepat - cepat keluar untuk tertawa.
__ADS_1
Boy mengangguk membuat Erlan menarik nafas lega dan segera bergegas keluar dari ruangan.