Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Berunding.


__ADS_3

Sepulang dari hajatan Jean, Frem kembali kepanti bersama pengawalnya dengan mobil yang dikendarai oleh Siance. Diperjalanan Frem mengirim pesan pada Wafi untuk mengingatkannya tentang persiapan seserahan pernikahannya. Setelah mendapat kepastian barulah Frem bernafas lega.


Sesampainya didalam panti, Frem mengirim pesan pada kakek Tiono agar membukakan pintu kamar.Walau sudah tak canggung baginya untuk tidur diruangan lapang. Tapi untuk malam ini Frem ingin tidur dengan kakeknya, mau berunding dengan kedua kakek tentang rencana mereka kedepannya setelah Frem menikah.


Tiono dan Han terbangun setelah tidur selama dua jam. Ketika keduanya sedang menikmati kolak pisang kepok yang dikirim Umi Rahmi menjelang waktu berbuka, sengaja mereka simpan dilemari Es kamar, karna menunggu perut longgar baru sanggup lagi makan, jika dimakan saat berbuka bisa membuat perut sesak.


Suara notifikasi pesan Frem membuyarkan acara makan kolak paling hening didunia." Siapa ko? " tanya Han menatap abangnya dengan mulut masih penuh.


"Dia datang, dan minta dibukakan pintu." Ujar Tiono, seraya berdiri dan berjalan menuju pintu.


Han cepat- cepat menghabiskan kolaknya melihat Frem didepan pintu. " Tak Sudi ada yang incip isi piringku ini." Gumamnya dengan mulut penuh.


" Ya ampun...Kenapa tiba ditanah airku kakek semakin kikir saja ya kek." Ujar Frem langsungduduk disisi Han. Pria itu menarik garpu dipiringTiono yang sudah kosong,Lalu menusuk sepotong pisang dipiring Han dan memakannya.


" Kufikir kau juga congok setelah disini, bahkan sendok bekas makan Koko saja kau amot untuk mencicipi kolakku." Sungut Han.


" Sudahlah, hanya sepotong pisang saja diperdebatkan, padahal perusahaan besarmu sudah kau berikan atasnama SPP semua." Timpal Tiono menengahi.


Frem mengacungkan jempolnya pada Tiono yang sudah membelanya.


" Beda jauhlah pisang dengan perusahaan.


" Iya kek, siapa pula yang menyebut pisang sama dengan perusahaan." Sanggah Frem


" Pisang ini susah didapati yang pas matangnya kayak gini, walau harganya tak seberapa, tapi nilai rasanya bagiku sangat istimewa. Sedang perusahaanku setelah tua begini jadi beban bagiku, makanya kuberikan saja padanya. " Han kemudian secepatnya menghabisi potongan yang masih tersisa.


" Ya Elaah, habis...keluh Frem, lalu ia pergi ketempat tidur dan berbaring tengadah disana.


Tiono yang sudah menggosok giginya segera mengambil posisi disamping cucunya, sedang Han sibuk membereskan piring kosong mereka.


" Kita pindah kerumah baru setelah aku dan Sonia menikah!." Ujar Frem seperti sebuah perintah. Ia lupa tujuan utamanya untuk berunding, lelaki itu kembali ke mode semula." Berkuasa!

__ADS_1


" Tidak! Itu rumah kau beli khusus untuk keluarga barumu, tempati saja olehmu dan istrimu, pekerja baru dan anak- anak kalian." Tiono menolak langsung tanpa menghiraukan wajah kesal Frem.


Jadi kalian akan tinggal dipanti selamanya? tidak kasihan pada kami yang akan menanggung malu jika nanti ada yang mengetahui kakek berdua orang tua kami???


Han yang sudah siap beberes segera bergabung." Kami akan tetap tinggal disini dengan alasan menggantikan adik ipar sebagai penjaga panti, bukankah kau mengambil adik ipar dari panti ini? Untuk apa pula malu, sedang menikahi adik ipar saja kamu tak malu? "


" Atau kau menyukainya karna ia berasal dari keluarga itu?andai ia seperti Alina gadis yatim


piatu yang dibesarkan dipanti sebelah seperti


gadis yang disukai Bahar, apa kau tidak akan


mau menikahi Sonia?" timpal Kakek Tiono menantang perasaan Frem.


Frem terdiam sejenak, lalu duduk dan bersandar dikepala ranjang. " Kisahnya berbeda kek, aku pertama kenal dengan Sonia dulu tidak mengira ia orang berada, apa kakek lupa Sonia sekolah diTK negri biasa?


" Ya, aku ingat sekarang." Sahut Tiono.


Frem tersenyum. Mengingat kakeknya sudah sangat tua, pantas saja banyak lupa. Frem masih bersyukur kakek dua- duanya tidak ada yang hilang ingatan seperti para lansia lain dipanti.


" Justru karna sayanglah maka kami ingin tetap tinggal disini, biar adik ipar tetap rajin kesini setelah


nikah, ada kami disini untuk dikunjungi.Lagian kalau kita serumah apa kau mau ia lebih sering mengurus kami ketimbang tidur denganmu? "


" Tidak masalah, yang penting kita berkumpul disatu atap."Ucap Frem.


" Oke! Tapi kau tidak boleh protes kalau dia tidak peduli padamu karna sibuk dengan kami." Sela Tiono.


" Tidak mungkin sampai begitu kek, masa kalian lebih mempesona dariku???


" Emang secara lahir wajahmu lebih tampan dari kami, tapi secara batin kharisma Kami berdua lebih kuat darimu, tidak percaya? Dipanti saja kamar kami dikunjungi adik ipar sepuluh kali sehari. Apa kau ditelfon sebanyak itu sehari olehnya.

__ADS_1


Frem terdiam, jangankan ditelfon sepuluh kali, dikirimi pesan saja kalau tidak ada hal penting sangat jarang.


" Apa dia tidak mencintaiku ya, apa dia memerimaku karna segan pada kedua kakekku?


Ah, tidak! kalau dia tidak menyukaiku, mana mungkin ia memakai cincin itu sejak lama." Frem berdebat dengan hatinya.


" Gimana anak muda? apa kau sudah mengalah???" tanya Tiono seraya menaik turunkan alisnya.


Frem menarik nafas berat." Berunding dengan kedua orang ini membuatku lelah, mereka sama- sama licin dan keras kepala, sebaiknya aku ikuti arus saja." Batin Frem.


" Baiklah, untuk sementara terserah kalian, besok malam adalah pernikahanku, setelah itu istriku akan berada dibawah kendaliku, jika aku mengirim orang lain untuk menggantikannya menjadi pengurus panti, sekalian menjadikan istriku dokter pribadiku saja, aku yakin kalian akan menangis mohon untuk pindah kerumah baru kita. " Ujar Frem sembari turun dari tempat tidur. Frem melangkah keluar dan mendorong pintu. Ia mengurungkan niatnya tidur dengan kedua


kakek. Melangkah dengan gontai dan bergabung dengan para pengawal yang masih asyik menonton siaran luar negri.


Han dan Tiono saling pandang, kemudian sama- sama duduk." Gimana Ko? Kukira tadi kita yang menang, tapi ternyata ia main keras." ujar Han.


" Tenanglah...Kalau ia benar- benar bisa menaklukkan istrinya sesuai khayalnya barusan, barulah kita pindah dengan senang hati." Balas Tiono.


" Maksudmu jika mereka sudah menyatu dan memiliki pewaris, barulah kita kesana untuk menimang cicit?"


" Ya, kau benar, hingga hari itu tiba, kita akan kukuh tinggal dipanti. " Ujar Tiono.


" Yes! Aku juga masih betah disini, sampai ada cicit yang lebih menarik dari Umi Rahmi..He...He.


.." Kekeh Han.


" Jangan bilang kau suka pada wanita itu ya! " Tiono memelototi adiknya.


" Tidak lagi Bos! Kau sama saja dengan cucumu itu , tidak bisa membedakan yang serius atau bercanda."


Tiono menutup mulut adiknya dengan tangannya.

__ADS_1


" Sudahlah...Jangan berisik,tinggal dua jam lagi waktu istirahat, cepatlah pejamkan matamu, besok kau mengeluh lagi kurang tidur." pangkas Tiono.


Bersambung...


__ADS_2