Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Mana Dia?


__ADS_3

Dua Minggu yang lalu, Jessi yang masih meringkuk ditempat tidur begitu merasakan sakit yang menghantam batinnya bertambah saat tahu bila putranya tidak bisamemberikan pewaris padanya dalam jangka waktu cepat. Sudah gagal mendapatkan menantu dari GNN group, posisinya dipermana jaya group makin menghawatirkan, andai Jean benar- benar tak bisa memiliki pewaris.


Jesi baru saja mendapat kabar bahwa Jean dan Ella yang baru kembali dari berobat ke dokterAhliseksologi yang membuat Jessi penasaran tentang penyakit putranya. Dan kabar yang Jessi peroleh dari mata- matanya, membuat telinganya berdengung sakit, kepalanya pusing, hingga mata dan hatinya jadi berkunang- kunang. Ia lupa semua ceramah suaminya Siang dan malam.


" Tuan Jean memiliki keluhan alergi ****** nyonya, ia mengalami gatal disekitar alat vital, juga pembengkakan sekitar mulut dan bahkan nyaris kehilangan kesadaran setiap ejakulasi, tapi nyonya jangan khawatir, dokter tempatnyaberkonsultasi masih memberinya semangat untuk berobat, dan katanya masih ada harapan. Tuanmuda sedang mencoba resep dokter, jangan terlalu khawatir nyonya. Bunyi pesan dari utusan Jessi.


" Enak saja! Bagaimana aku tak khawatir, jika masalahnya seserius itu. " Gerutu Jessi setelah membaca pesan orang suruhannya.


Jesi tahu betul dengan penyakit Alergi ****** atau human seminal plasma hypersensitivity. Ia pernah membaca tentang itu. Alergi ****** adalah reaksi sistem imun terhadap protein yang ditemukan dalam ****** pria. Oleh karena protein ****** juga terdapat pada cairan semen, kondisi ini juga umum dikenal sebagai alergi semen.


Alergi ****** umumnya dialami oleh wanita. Meski begitu, tak menutup kemungkinan pria pun bisa alergi terhadap spermanya sendiri. Kondisi langka ini dikenal sebagai alergi orgasme atau dalam dunia medis, sindrom penyakit pascaorgasme (POIS). Jessi tidak habis fikir mengapa pria segagah Jean harus mengalami kondisi langka ini. Jessi benar- benar pusing memikirkan bagaimana menderitanya putranya setelah orgasme. Bahkan kalau begini, lama- lama Jean akan cemas saat akan melakukan hubungan intim. " Bagaimana aku akan dapat pewaris, sedangkan Jean alergi dengan spermanya sendiri, bagaimana putraku akan bersemangat buat anak, jika itu menyiksanya. " Gumam Jessi sedih.


" Sementara anakmu sehat Nabila!.Nabila- nabila..sudah tiada saja kau masih menang bersaing denganku, sekali lagi aku kalah telak darimu, tapi aku tidak akan tinggal diam, jika Jeanku tidak berketurunan, maka Fremmu juga harus berjuang keras mempertahankan keturunannya. " Tiba- tiba saja setan kembali memenangkan hati Jessi yang gelap.


Apalagi mendapat kabar bahwa Putri Sonia sudah isi. Itu membuat Jessi makin iri hati.


Han orang terpenting dalam hidup Frem. Jessi memberi perintah untuk menyerang pasangan muda ini melalui kakek ini. Belakangan Jessi tahu kalau kakek Han adalah pahlawan penyelamat anak yang dulu ingin ia lenyapkan. Jadi Jessi sudah tahu bila putra tirinya itu tidak diasingkan selama ini, tapi dirawat oleh adik dari bapak mertuanya yang milyalder.


Dalam keadaan marah, Jessi menggunakan kartunya yang terakhir, yang sudah ia simpan lama.


" Untung aku tak pernah mengabaikannya selama ini dan memilih tempat yang baik untuknya, jadi ia masih mau mematuhiku. " Sorak senang Jessi saat mendapatkan persetujuan untuk menjalankan niatnya pada kartu terakhir yang ia punya beberapa waktu lalu.


Jessi ingin tahu sampai dimana perkembangan rencananya. Ia segera menghubungi seseorang itu dengan telfon genggamnya.


" Terus buat selalu pasangan itu cemas, dengan mengganggu orang- orang tersayangnya. Kau putri Jessi sayang...Kau pasti bisa mengacaukan hidup saudara tirimu itu. " Ujar Jessi begitu telfon tersambung.


Hening dan tak terdengar jawaban dari sebrang. Hanya suara helaan nafas berat, membuat Jessi makin gusar.


" Hey! Ria! Kau dengar tidak? Aku menitipmu menjadi putri pengusaha kaya, agar kau punya otak yang cerdas, untuk bisa mendukung setiap rencanaku! Hidupmu enak dan bergelimangan harta itu karna kepintaran mamimu ini! " Hardik Jessi ditelfon.

__ADS_1


" Tapi mi...Wanita itu terlalu baik untuk disakiti, aku juga ragu bisa mengganggu hubungan mereka, karna dari dulu aku kalah cantik dengannya." Lalu terdengar hembusan nafas kasar.


" Huffffffffff."


" Lakukan saja apa yang kuperintahkan sayang.. berhasil atau tidak itu urusan nanti.Sekarang minta mamamu memberikan perawatan kecantikan terbaik untukmu, kalau perlu datangilah klinik papi Hendra untuk memperbaiki bentuk dagu dan kerlingan matamu agar lebih memikat. Kau tahukan wanitanya Frem punya kedipan mata yang sangat indah? " Jessi mencoba sedikit bersikap manis.


" Aku sangat tahu itu mami! dan juga mengagumi semua yang Sonia punya dari dulu." Balas jujur gadis disebrang telfon.


" Ria! Kau ini putriku atau tidak sih?Aku yang mengandungmu selama sembilan bulan,melahirkanmu dan menyembunyikanmu susah payah dari papamu agar kau tak seperti dia, biar bisa mendukungku melanjutkan perjuangan menjadikan kalian orang- orang yang berjaya dan berkuasa dinegri ini,tapi nyatanya tak berbeda, kau seperti papamu, hanya setengah hati mau membantuku. Lebih suka hidup seadanya asal aman." Gerutu Jessi.


" Tentu saja aku sama dengan papi mi.. karna kalian membuatku dengan bergotong royong menumpuk dosa, darahku yang kotor ini berasal dari papi yang sebenarnya berhati baik, tapi karna kebutaan cintanya pada mami, ia jadi berhasil dibodohi sama mami. " Ujar gadis yang dipanggil Ria.


" Ria!!!" Jessi naik pitam.


" Jangan teriak- teriak mi...Telingaku ntar budeg.


Apalagi yang kurang dariku, aku hanya berkata apa adanya. Aku sudah begitu berbakti padamu dengan belajar menjadi jahat sepertimu, bahkan aku sudah mengancam kakek Han, dan hampir saja ia meninggoy gara- gara cemas, apa mami tak tahu? putrimu ini sudah hampir membunuh lansia itu secara tidak langsung.Untuk merefres hatiku yang dasarnya tidak bisa jahat ini, aku terpaksa merengek pada mamaku untuk liburan keBali dulu sebelum kembali. Apa mami puas membuatku terpaksa melakukan yang tidak kusukai?" Balas sengit gadis dari sebrang telfon.


" Sayang...Jangan Baper gitu, bukankah mami selalu menjagamu dan menyayangimu, kau tidak sepenuhnya terbuang sayang, karna mami selalu mencuri waktu untuk mengunjungimu dari dulu.


Kamu juga dititip diistana, bukan ditong sampah seperti anak malang dijalanan." Jessi mencoba merayu gadis ditelfon.


" Cik.Sekarang jangan banyak omong! kirim saja pesan untuk tugasku selanjutnya, kalau darahku kuat melakukannya,kujalankan rencanamu, kalau tak mampu ya jangan marah! Dan jangan lupakan kalau aku hanya putri yang dibuang demi tetap bertahan menjadi nyonya Fredy permana yang tidak Syah! Walau kau katakan aku diantar keistana, bagiku tetap saja istilahnya putri yang terbuang! Jangan menuntut lebih pada putri terbuangmu ini mami! Sudah kumaafkan saja seharusnya mami bersyukur. " Balas panjang dari sebrang. Bahkan untuk protes saja Jessi tak diberi jeda. Selanjutnya Telfon diputus begitu saja. Membuat Jessi makin mencek- mencak.


Belum selesai Jessi dengan kekesalannya mendengar penuturan sang putri. Tiba- tiba saja Hendra sudah berdiri disisi pembaringannya, menatapnya dengan tajam.


" Siapa Ria???" Tanya suara Bas yang membuat bulu kuduk Jessi merinding.


Nada lembut namun mencekam.

__ADS_1


" Sa_ sayang...Kamu sejak kapan kembali? " Tanya balik Jessi kelabakan mendapat tatapan tajam dari dokter Hendra suaminya.


" Siapa Ria Jessi? Kemana kamu menghilang sembilan bulan saat umur Jean limabulan? " Nada suara Hendra kian rendah namun penuh intimidasi. Ia mendudukkan Jessi dengan kasar, mencengkram dagu Jessi dan menatap wanitanya itu dengan tatapan sangat dingin dan mencekam.


" Aku tak salah dengar bukan? Kau membuang putriku? " tanya Hendra sembari mencekal rahang Jessi.


" Jawab aku Jessi!!! " Sekarang Hendra berteriak. Kilat matanya menggambarkan kemarahan yang besar, karna Jessi masih membisu.


" Sa_ sayang...Kau pasti salah dengar,tenanglah...Jangan marah- marah, nanti darahmu naik lagi. " Walau gugup, Jessi berusaha merayu Hendra, berharap masih bisa menyimpan rahasianya sebelum tujuannya tercapai.


" Aku punya mata dan hati yang buta karna cintaku padamu Jessi! Tapi kali ini, telingaku tak mungkin salah dengar. Hasil hubungan kita setelah kau habis nifas 20 tahun yang lalu membuahkan anak, dan kau menghilang enam bulan dengan dalih mengurus keluarga dikampung. Ternyata itu untuk bersembunyi dari perutmu yang semakin besar. Seterusnya kau melahirkan dan membuang putriku! Aku ingat semua sekarang! Ternyata inilah


urusanmu menghilang " Tegas Hendra


menyipitkan matanya sembari mengumpulkan kepingan memori masa lampau antara dia Jessi dan Fredy permana.


Jessi diam dan tertunduk, membuat Hendra makin Yakin dengan semua yang ia perkirakan benar adanya.


" Mana putri kita? Kembalikan padaku, seumur hidup aku menerima tudingan rekan sebayaku karna dikira pria Impoten. Aku menerima takdir dan tudingan itu hanya untuk mencintaimu. Saat aku tahu aku punya putri, bagaimana aku bisa menutup mata dan telingaku lagi." Ujar Hendra membuat langit diatas atap rumah itu terasa runtuh bagi Jessi.


" Bagaimana ini? aku tak bisa mengelak lagi, " Ringis Jessi dalam hati.


" Memang tak bisa mengelak lagi! " Ujar Hendra seperti mengerti fikiran Jesi.


"Katakan dimana putri kita, aku ingin berjumpa. " Ucap Hendra melemah, tetes bening mulai jatuh tak terbendung dari kedua bola mata Hendra.


Lemas sudah seluruh tubuh dan jiwa Jessi." Jika ia bertemu dengan Rianti, pasti ia akan mengajarkan faham- fahamnya pada gadis itu. Tentu Riantiku akan makin lemah untuk melakukan niatku. Belum lagi jika ia ingin memiliki putri kami, tentu urusannya akan makin rumit dengan keluarga besar itu. Aku tak menyangka rahasia putriku yang terbuang terbongkar secepat ini. " Keluh Jessi lagi didalam hatinya.


Ia makin pusing membayangkan andai Hendra bersikukuh merebut putri itu kembali, tentu ini tidaklah mudah.

__ADS_1


" Dimana dia?" Desak Hendra lagi.


Bersambung.


__ADS_2