
Walau sedih, Jean lega sudah mengurus hubungan maminya. Berkali- kali Jean mengucapkan terimakasih pada Edi sekembalinya pak penghulu beserta rekannya sehabis acara santap sahur mereka. " Ternyata kamu cepat juga ya Di, kukira tidak akan dapat penghulunya dalam semalam." Ujar Jean bangga pada Asisten sekaligus sahabatnya itu.
Sebelum bekerja denganmu diPJG, aku seorang pembersih WC diMasjid Bos. Pulang dari Mesjidlahaku tak sengaja menyaksikan kecelakaan yang menimpamu empat tahun lalu. Dimasjid juga aku banyak kenal dengan pegawai keagamaan, aku menyimpan nomor setiap kenalanku. Pas aku hubungi salah satunya,ternyata masih nyambung, dan Bapak itu tugas dikantor dekat sini, domisilinya juga tidak jauh, makanya saat aku minta ia bisa menyanggupi." Jelas Edi.
" Pembersih WC apaan sih, kok jelek sekali terdengar kau menyebutkan frofesimu." Protes Jean.
" He...He...Sory bos, emang kenyataan begitu, seorang Muazim selain bertugas untuk menyeru orang sholat dengan Azan, juga bertugas beberes, dan hal yang terbesar dan melelahkan adalah urusan WC, karna kebiasaan masyarakat awam yang masih suka mampir untuk kekamar mandi,dan suka pergi sebelum membersihkan dengan baik " Ujar curhat Edi.
Jean menyentil jidat Edi." Ngak gitu juga ngomongnya lebai! Protes Jean.
He...He...Maaf, mudah- mudahan selanjutnya orang akan semakin peduli kebersihan, terutama menjaga sarana umum. "
" Ya, sekarang umumnya tempat umum sudah dipagar dan berkunci rapat, bila tidak sedang jadwal buka. " Ujar Jean.
Edi mengangguk,Kemudian membawa Jean kembali.
Sedangkan Sonia, dipanti juga tidak bisa tidur. Setelah bolak- balik dikasur, ia kembali duduk. Satu sisi hatinya berbunga- bunga karna ternyata pria kecilnya adalah Frem, cucu yang dijodohkan kakek padanya. Namun disisi lain Sonia gelisah, mengingat Frem adalah saudara Jean. Semua yang ia ketahui tentang Jessi menjadi beban yang sangat berat bagi Sonia. Kalau Sonia menyimpan bukti pengakuan kejahatan Jessi selamanya, artinya ia mengkhianati Frem. Tapi memberikan bukti itu pada Frem, berarti Sonia akan melukai Jean, secara tidak langsung, bukti ini akan mempengaruhi hubungan Frem dengan Jean. Karna siapapun pasti sedih bila ibunya dijebloskan kedalam penjara.
"YaTuhan...ternyata sangat berat memegang sebuah rahasia." Keluh Sonia. Dan ini adalah kalimat keluhan pertama keluar dari bibir gadisitu,wajah yang semula selalu cerah, malam ini begitu terlihat khawatir.
Hingga saat makan sahur, kakek Tiono dan Han bingung melihat wajah Sonia yang sangat kusut. lingkar hitam tampak disekitar mata gadis kesayangan mereka. Hingga usai makan kedua kakek segera menghampiri Sonia.
" Sayang, mengapa tidak bisa tidur? apa dia menyakitimu? " tanya Tiono curiga.
" Katakan pada kami dik, kami akan menghukum pria itu. " Han menimpali dengan mengepalkan tinjunya, kedua orang tua itu terlihat sangat marah dan menuduh Senolah penyebab Sonia galau begini.
He...He...Sonia tertawa, merasa geli melihat kedua kakek berapi- api mendendam Frem karna prasangka mereka.
" Pria yang kakek sangka sangat dingin dan tidak romantis itu, sudah memperlakukanku dengan manis kek." Ucap Sonia kemudian.
Kedua kakek langsung duduk merapat pada Sonia
__ADS_1
dan memeriksa cincinnya." Tidak diganti? " tanya Tiono.
" Mengapa diganti kek, lagian ini sangat berharga baginya. " Jawab Sonia seraya mengusap pundak kakek secara bergantian.
"Trus mengapa Mimi tidak bahagia, bahkanterlihat tidak tidur semalaman." Tiono kembali menatap Sonia penuh selidik.
Sonia berkali- kali menarik nafas, untuk membuang sesak yang menghimpit dadanya.
" Aku tidak bisa tidur, karna ini untuk yang pertama aku merasakan debaran yang teramat dahsyat kek, sampai kukira aku mendapatkan penyakit jantung diusia semuda ini." Kilah Sonia tak mau membebani batin orang yang sudah lanjut usia itu.
Sonia hendak mencari jalan penyelesaian sendiri, bagaimana nanti ia akan membuat keputusan terhadap masalah ini. Sonia masih ingin menjaga rahasia ini, sembari melihat perkembanan Jessi selanjutnya. Jessi orang yang telah hampir melenyapkan Mommynya dimasa lalu, tapi Sonia masih ingin Jessi menyadari kesalahannya, dan hidup baik, karna wanita itu sudah terlalu tua untuk berurusan dengan hukum, apalagi hidup dipenjara, tapi kesalahan Jessi tidaklah sedikit, bila Sonia mampu memaafkan, belum tentu Seno bisa memaafkan begitu saja. Didepan kedua kakek Sonia mencoba tersenyum semanis mungkin, walau mata tua kedua kakek tidak bisa dibohongi.
" Ada yang tidak beres dengan calon adik ipar! " Ujar Han setelah kembali kekamarnya.
" Kamu benar dik, mantan kekasih nampak sedang menyimpan masalah besar, pokoknya kita tidak boleh membiarkan masalah ini sampai merusak rencana pernikahannya dengan Frem." Ujar Tiono serius.
" Ya ko, secepatnya kita atur rencana, jangan sampai pula hadir orang kelima. Cukup kita orang ketiga dan keempat, kalau ada orang kelima kita tumpas habis." Jawab sarkas Han.
Sementara dinegri tirai bambu. Seorang gadis sibuk membujuk ayahnya, agar diizinkan untuk terbang ke Indonesia sebagai turis. Gadis itu masih
" Pria itu sangat gagah dan mampu menghipnotis semua rekan bisnisnya walaupun dibalik layar, aku penasaran sampai dimana ia bertahan dari pesona seorang Zhi Yang." Batinnya.
Tuan Y tak kuasa menolak permintaan putrinya, dengan memberikan dua orang pengawal, nona Zhi Yang dipersiapkan untuk berangkat.
_
_
_
Siang hari, hari ketiga setelah pertunangan Sonia dan Frem. Wafi terkejut ketika resepsionis menelfonnya dan mengatakan ada tamu wanita cantik dari Beijing yang mengaku kekasih Tuan Seno Premudya Permana.
__ADS_1
" Apa? kekasih? Tanya Wafi dengan kening mengerut.
" Ya, Gadis itu memaksa akan masuk bila Bos tidak segera menemuinya. " Ujar resepsionis.
" Tahan dulu, biar kukatakan dulu padanya, kamu tahukan kalau ia sedang ada tamu Bos besar GNN group Aliyas kakak ipar! " Tegas Wafi diinterkom.
" I...iya tuan Wafi, saya akan berusaha, tapi...
" Tak ada tapi- tapian! " Wafi segera menutup telfon dan melangkah dengan fikiran kacau menuju ruangan Frem.
Tepat ketika ingin mengetuk, Boy keluar dengan diantar Frem. Tanpa bisa Wafi cegah, kedua president direktur group berbeda itu berjalan dilobi.
Boy didepan, sedang Frem mengiringinya dari belakang.
" Bos...Wafi mencoba manggil Frem.
Frem meletakkan tangan dibibirnya. Membuat
Wafi terpaksa tutup mulut.
Hingga tiba didepan resepsionis, Zhi yang melihat Frem berjalan langsung mengejar dan memeluknya.
Deg.
Mampus aku. " Batin Wafi karna tak dapat mencegah petaka itu. Apalagi wanita itu langsung memeluk Bosnya dengan posesif.
宝贝我来是因为我想你 Bǎobèi wǒ lái shì yīnwèi wǒ xiǎng nǐ ( Sayang, aku datang karna rindu) " Ucap Zhi membuat Boy langsung menghentikan langkahnya dan berbalik.
Frem berusaha melepas Zyi yang dari pelukannya.
Sedangkan Boy sudah menatap dengan tajam.
__ADS_1
" Selesaikan baik- baik dulu masa lalumu, baru boleh menemui adikku. " Ucap Boy sebelum melangkah besar menuju lif.
Bersambung...