Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Selalu Ada Alasan


__ADS_3

Bukan main gedebug dada Wafi saat akan dihadapkan oleh Nona Zhi Yang pada papanya.


Untunglah disana ada Wliliam yang sudah tersenyum dengan ramah menyambut pasangan itu.


" Kenalkan tuan Yan, ini putraku yang menemukan putri anda. " Ujar Wiliiam yang membuat Wafi terharu mendapatkan tuan William megenalkannya dengan cara begitu, hingga Wafi melupakan kegugupannya.


Lalu William menyalami Zhi." Duduklah nak...Aku dan papamu sudah mau kenyang. Sebaiknya kalian juga makan ya. Waf, ambilkan makanan untukmu dan putri tuan Yan. " Ucap William kemudian.


" Tak usah, biar aku yang mengambilkan untuk kami berdua. " Balas Zhi yang sembari menujumeja perjamuan. Para pager Ayu menyambut Nona Zhi dengan memberinya piring.


" Silahkan pilih dan isi sendiri menunya nona, jangan segan, semua untuk kita." Kata sang pagar Ayu sembari membungkuk sopan.


Zhi hanya membalas dengan mengangguk, karna merasa bahasa Indonesianya masih kaku. Wafi yang melihat wajah calmer yang masih menunjukkan senyum manis, memberanikan diri menyusul Zhi memilih menu.


" Melihat Zhi yang nampak kesulitan memegang piring, pria itu segera mengambil alih. Akhirnya tetap kembali pada perintah semula, Wafilah yang melayani Zhi. Makan menjelang siang itu walau sedikit canggung, tapi tetap nikmat. Sesekali Wafi mengintip wajah MR. Yan bagaimana melihat Zhi yang sangat manja pada dirinya.


" Aku tidak memilih- milih calon menantu tuan Wil, yang penting pria itu bertanggung jawab, bisa diandalkan dan yang pastinya dapat membuat putriku selalu tersenyum." Ujar Tuan Yan dalam bahasa Mandarin.


" Aku juga begitu tuan Yan, semua tergantung putri dan putraku saja. Syukurnya mereka menemukan pasangan yang pas, lihatlah betapa serasinya pasangan pengantin itu. Nak Frem sudah menyukai putriku Sonia sejak ditaman kanak- kanak. " Ucap William membuat mata Tuan Yan yang sipit melebar.


" Jadi itu sebabnya Frem selalu menolak Zhi dari dulu..." Gumam Tuan Yan.


Sekarang Zhi yang membelalak. " Ternyata papa selalu memantau langkahku dari dulu ya.Cikk." Gadis itu berdecak sembari menatap papanya.


" Siapa yang tidak akan urus jika putrinya hanya satu. Papamu tidak berlebihan nak." Timpal Wliiam.


" Dengar Kata calon papa mertua.Ha.ha.ha..." Tuan Yan kembali tertawa renyah.


Sekarang Wafi yang mendapatkan kejutannya. Ternyata tuan Yan orangnya cukup rendah hati. Dari ucapannya, Wafi tahu pria itu sudah tahu tentang perasaan putrinya dan sudah siap menerima Wafi andai putrinya menginginkan itu.


*


*


*


Pesta terus berlangsung. Suara tawa, canda,musik dan segalanya menyatu dalam keramaian yang disengaja itu. Frem dan Sonia sudah bersanding dipelaminan besar ditenda sembari menonton pertunjukan musik dan kegiatan makan tamu- tamu mereka. Ini sudah menjelang sore. Hampir semua persangkutan masa lalu sudah tiba menyalami pengantin dengan cara dan gaya yang berbeda mengungkapkan rasa kecewa dan patahhati mereka karna Sonia ternyata jodohnya Frem.


Sudah beberapa kali juga pengantin berganti kostum, tapi pandangan orang malah makin terpukau pada kedua pengantin.Cukup gerah hari ini. Edi berkali- kali mengusap keringat pengantin Pria dengan tisu, demikian juga Nabila, dengan penuh sayang mengipasi Miminya tanpa diminta, walau sudah ada kipas angin besar,tetap saja mereka masih berkeringat, apalagi karna jarang hentinya mereka bersalaman, berfhoto dengan tamu.


Sonia menatap Frem yang sedikit bermenung tatkala tamu sedang tidak ada yang menghampiri.


" Masih memikirkan soal dokter itu? " tanya Sonia yang langsung dijawab gelengan oleh Frem.


" Rindu mami Jean? " Goda Sonia.


Baru saja frem ingin protes, Sonia dengan berani menyentil lembut bibir suaminya.


" Aku tahu sayang...Pasti kangen papi kan? " Bisik Sonia. Frem sontak menarik pinggang Sonia dan membawa istrinya kedadanya, tidak peduli orang- orang menatapi mereka dengan berbagai perasaan. Apalagi yang berdua disamping mereka, tanpa sadar keduanya menghayal jadi pengantin seperti ini. Makanya kalau ditempat lain biasanya pendamping pengantin sengaja pasangan resmi, biar ngak baper kayak gini menyaksikan kemesraan pengantin.

__ADS_1


" Yang ini baru benar istriku. " Ucap Frem berbisik lembut dikuping Sonia. Sonia balas meremas tangan Frem.


" Tenanglah...papi mertua sebentar lagi tiba, tapi jangan tercengang dengan kehadiran rombongan dari Arab itu. " Ujar Sonia.


" Tamu istimewa dari Timur tengah sudah datang!!!" Teriak Edi menyambut Dua pria memakai


Ghutrah dipadu gamis pria warna putih beserta seorang Perempuan berhijab panjang dan memakai kacamata hitam dengan gamis warna putih juga.


Sonia segera melangkah menyambut tamu istimewa itu begitu sadar makna teriakan Edi.


Tentu saja diikiti oleh Frem, Edi dan Nabila.


Mereka berpelukan bergantian saling melepas rindu, namun sapaan hangat hanya ada didada masing- masing. Edi segera menelfon Chalista untuk menjemput mereka dan membawa ketiga orangtua ini istirahat, setelah berfhoto bersama dan makan bersama.


Chalista dan Anjani menyambut mereka, membawa ketiganya kedalam rumah untuk beristirahat dikamar - kamar yang sudahdisediakan oleh tuan rumah untuk menyambut tamu istimewa itu.Disana juga sudah menunggu dokter yang akan memeriksa kesehatan ketiganya sebelum istirahat.


" Terimakasih sayang...Kau sudah mengatur tamu penting kita dengan baik, hingga sampai disini dengan selamat. " Bisik Frem.


" Sudah kewajiban kita bersama menjaga orang tua dihari tua, setelah bertemu papi, aku merasa punya Daddy lagi, gimana bisa kita berpesta tanpa ada dia, walau dari sanapun dia tetap bisa memberi restu, tapi sejak hari ini papi akan bersama kita, kita akan bersama menghadapi apapun tanpa terpisah satu sama lain." Ujar Sonia yang langsung mendapat hadiah kecupan dari Frem.


Detik berikutnya terdengar suara Emsi acara meminta pasangan ini untuk bernyanyi.


Keduanya melangkah bergandengan menuju panggung hiburan, dengan diiringi tepuk tangan dan sorak riang dari penonton.


Sebuah lagu dengan judul penghujung mencari Cinta dari Pasha Ungu dan Adelia dinyanyikan duet oleh Seno dan Sonia.


Penghujung mencari Cinta.


Jiwa ini tak lagi sepi, hati ini t'lah ada yang miliki


Tiba diriku di penghujung mencari cinta


Diri ini tak lagi sepi, kini aku tak sendiri


Aku akan menikahimu aku akan menjagamu


Ku 'kan selalu di sisimu seumur hidupmu


Aku akan menyayangimu ku kan setia kepadamu


Ku kan selalu disisimu seumur hidupmu


Wohooo ooo ooo ooo...


Tiba diriku di penghujung mencari cinta


Hati ini tak lagi sepi


Kini, aku tak sendiri

__ADS_1


Aku akan menyayangimu ku kan setia kepadamu


Ku kan selalu disisimu seumur hidupmu


Aku akan me-ni-ka-hi-mu,,, aku akan menjagamu


Ku kan selalu disisimu seumur hidupmu howoo


Semua terhanyut. Pasangan tua ataupun muda tanpa sadar terbawa suasana dengan alunan suara indah pengantin baru. Tidak ada yang pernah menyangka duet tanpa latihan itu akan sesempurna ini.


Willi merengkuh Anjani.


Boy memeluk Bella.


Chalista dengan Amer kembali bernostalgia.


Raisa dan Alfian saling genggam.


Ella bersandar didada Jean.


Nabila bersembunyi dengan Edi dibalik pelaminan saling mengecup kening.


Wafi mulai berani melingkarkan tangannya dipundak Zhi didepan calon papa mertua.


Arif dan Anjani berdansa dikamar mereka.


Fredy menangis haru sambil istirahat.


Ceri dan Bahri saling pandang penuh sayang.


Bahar membisikkan sesuatu ketelinga Alina gadis belia pautan hatinya.


Semua pasangan terlihat mesra dan bahagia. Tidak terkecuali kakek Tiono dan Han. Mereka naik kepanggung dan menari lembut disamping pengantin.


" Mulai hari ini kami berdua resmi menjomblo!!! " Ucap Tiono setelah musik berhenti.


" Pimpinan Permana Group lebih beruntung dari kami, kami kalah usia." Balas Han dengan ekspresi tak kalah serius dari abangnya.


Ger....


Semua tertawa terpingkal, hingga saling melepas


pagutan mesra. Ketika Boy dan Bella menatap kepelaminan. Nabila dan Edi sudah seperti orang tak saling kenal.


Resepsi tiba dipenghujungnya. Semua mulai melangkah untuk kembali. Bagi pasangan resmi, tangan mereka makin erat saling genggam menuju


tujuan masing- masing.


Deru kendaraan perlahan meninggalkan lokasi dengan pengaturan pengamanan yang tepat.

__ADS_1


Ada seorang wanita yang menatap sendu langit- langit kamarnya, karna suaminya tidak membiarkannya menghadiri pesta,dengan alasan kesehatan dan kebejatan.


Itulah sebuah resepsi pernikahan,sesempurna apapun dirancang acara, dalam kenyataannya hasilnya ada tawa gembira, tangis haru dan sedikit banyaknya masih ada yang terluka, kesewa dan sedih,selalu ada alasan untuk semua itu.


__ADS_2