Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Secepat itu???


__ADS_3

" Ihhhhh...Ini sangat pedih, tanganmu sangat kasar nona Mimi! " Keluh Prem sambil meringis ketika Mimi membersihkan luka akibat pecahan kaca


dipunggung tangan kanannya.


" Sabar sebentar tuan, ini sudah hampir siap. " Balas Mimi lembut terus melanjutkan tugasnya. Frem menatap Mimi sekilas.


" Gadis Culun ini, mengapa sok baik sekali. " Sungut Frem dalam hatinya, ia terus mencuri pandang pada Mimi.


Ehm, kakek Tiono berdehem sembari tersenyum dengan tatapan penuh ejekan pada Frem." Kayaknya ada yang sok lemah dihadapan cintaku."


" Ada yang marah tapi tetap curi pandang pada sayangku. " Balas kakek Han seraya duduk menggelendot pada Mimi.


" Udah siap diobati kan? sana jauh- jauh. " Usir Tiono melihat Frem masih betah duduk dekat Mimi, walau tangannya sudah selesai diobati.


" Ck! dasar Aki- aki gendeng! " Sungut Frem melangkah dengan wajah masam.


Tiono dengan santai duduk menggantikan posisi duduk Frem tadi.


" Hallo! Kekasih kami manis kan? Kau kapan tunjukkan calonmu pada kami? kan sudah 23 tahun dan sudah memegang dua group terbesar didunia bisnis, masa ngak punya Cewek." Ujar Han dengan berteriak.


" Uussssttt....Volume dikecilin." Kakek Tiono mengingatkan Han.


Frem menghentikan langkahnya dan berbalik lalu menggeleng menatapi kedua kakeknya.


Sedang Han terlihat senyum- senyum dikulum. " Cik, dasar Aki ngak ingat diri, kayak dia lelaki paling diminati didunia saja, padahal itunya sampe bengkak menahan hasrat, sejak ditinggal meninggal nenek Zee Yun ngak pernah lagi dapat cewek pengganti, jangankan mengganti, ditaksir cewek saja ngak pernah lagi, Eh maksudnya ngak pernah naksir sama cewek lain. " Cerocos Frem dalam hati.


Mana berani Frem bilang langsung pada kakek Han , lihat fhoto Almarhum istri saja bisa buat Han menangis setengah hari, apalagi diingatkan soal perempuan pengganti, ia pasti mencakar kasurnya sampai kapasnya pada beterbangan. Sekarang Frem sungguh bingung, melihat gadis culun dengan senyum yang lumayan manis seperti nona Mimi, kakek itu seperti lupa kalau ia lelaki yang sangat setia.


" Dasar cewek jelek tukang sihir! Demi untuk tinggal dipanti dan bersama dengan gadis itu saja kedua kakeknya rela tinggal satu kamar berdua. Orang yang serba ingin mewah dan butuh rasa hormat yang banyak seperti Han, rela berbagi kamar dan tempat tidur dengan abangnya. " Apa yang menyebabkan perempuan jelek ini begitu disukai. " batin Frem bertanya.


" Kalau Aku tak dibutuhkan disini, aku akan kembali. " Ucap Frem memalingkan muka dari kedua kakeknya yang sudah sibuk menerima pijitan dari Mimi.


" Yang disitu enak sekali sayang. " Ujar Tiono.

__ADS_1


" Usapin arah bawah dik. " pinta Han menimpali.


" Untung aku lihat kedua aki- aki lagi dipijitin punggungnya sama cewek jelek nan centil ini. Kalau cuma dengar, aku pasti sudah salah sangka " Sungut Frem.


" Aku pulang, jika tidak ada yang rindu padaku." Teriak Frem sebelum melangkah besar menuju pintu.


" Sayang tunggu! Bawa anak buahmu tidur dikamar Mimi. Kalau Mimi biar tidur sama kakek dan kakek Han disini. " Ujar Kakek Tiono.


" Ya! tidak menerima penolakan! Setelah peristiwa besar itu, istirahat saja semalam ini disini, jangan balik sebelum pagi!" Saut kakek Han mendukung perintah abangnya.


" Astaga...Kalian berdua kenapa setelah tiba di Indonesia jadi berubah makin solit begini ya, sampe ngaku punya pacar yang sama aja bangga. " Frem menggeleng pusing melihat tingkah kedua kakeknya.


" Makanya jadi orang jangan serius- serius amat Bung! Siapa yang ngak senang kembali ketanah kelahirannya?" tanya kedua kakek bersamaan dengan mencebik Frem.


" Frem berbalik dan menatap kedua kakeknya bergantian dengan mengernyit.


Sejak kapan orang warga turunan menganut azas tanah kelahiran, yang kutahu kalian menganut azas pertalian darah atau keturunan! " Sanggah Frem seraya menggidikkan bahunya.


" Sejak kapan kami mau! " Jawab kedua kakek Frem mengembungkan mulut mereka, menirukan perut ikan buntal.


Frem menepuk jidatnya." Aduh..." Keluhnya seraya meniup luka dipunggung


tangannya.


" Kenapa tadi aku lupa bertanya soal mobil mewah dan orang suruhannya Ya?didekatnya lidahku sepertinya sangat berat, padahal aku juga sudah tidak sabar menanyakan soal cincin itu, mengapa Sonia memberikan padanya. " Keluh Frem mengumpati kegugupannya setiap didekat Mimi.


" Gimana Bos? Kita pulang sekarang? " Tanya Sian membuat Frem terkejut.


Frem menghela sebelum menjawab. " Kita tidur dikamar Mimi itu! " Jawab Frem


tegas. Sebenarnya Siance ingin protes, sejak kenegara ini, ia merasa seperti masyarakat Nomaden saja, tapi apa yang bisa dia lakukan, bila sang ketua maunya begitu, ia yang hanya anak buah terpaksa pasrah.


Dengan langkah gontai Siance melangkah menemui Wafi dan rekannya yang sedang duduk diruang tunggu.

__ADS_1


" 我们住在老板的指挥所 Wǒmen zhù zài lǎobǎn de zhǐhuī suǒ ( Kita nginap dipanti, perintah Bos ) " Katanya yang langsung dapat polototan dari teman- temannya.


" 如果你不想向我抗议Rúguǒ nǐ bùxiǎng xiàng wǒ kàngyì ( Kalau mau protes jangan padaku). " pangkas Sian sembari melangkah menuju kekamar.


Didalam Frem sudah terbaring tengadah diatas tempat tidur besar Mimi. Wangi tubuh Mimi tertinggal ditempat tidur itu.


Frem tanpa sadar mengagumi dan menikmati harum tubuh gadis culun itu.


" Siapa sih kamu sebenarnya? Apa soniaku setelah besar jadi sesederhana ini? Ah, mana mungkin, mommynya cantik, Daddynya tampan, mana mungkin Sonia jadi jelek begitu setelah besar. " Ucap Frem berbicara sendiri.


" Andai gadis kecil Bos itu jelek setelah besar, apa Bos tidak akan menyukainya lagi? "


" Wafi! Ka- kalian? Sejak kapan ada disini? " Frem menautkan kedua alisnya memandangi Wafi dan kelima pengawalnya bergantian.


Wafi tersenyum. " Baru saja." Jawabnya dengan berbohong. Padahal mereka mendengar semua yang sudah diucapkan Frem. Wafi berjalan kesisi tempat tidur. " Masih sakit tangannya Bos ? " tanya Wafi lembut melihat Frem masih meniupi tangannya.


" Dia sudah mengobatinya." Jawab Frem pelan.


" Dia? Mimi?" tanya Wafi kepo. CK, ni mulut kok ngak bisa direm sih. " Sesal Wafi dalam hati, kemudian tertunduk.


" Ya Waf, Ia membersihkan dan mengoleskan salap, tapi aku lupa juga menanyainya soal cincin itu, karna kedua Aki puber datang mengganggu. Apa menurutmu aku lamar saja dia, walau jelek, tapikan dia yang memakai cincin mami." tanya Frem sembari duduk.


Kalau Bos sudah mantap, kami akan mendukung. " Jawab Wafi. Sebenarnya wafi heran dengan Frem, hanya karna mendapat perawatan luka kecilnya itu saja, Frem sudah menyerah pada Mimi.


" Sebenarnya Mimi sangat manis Bos, matanya sangat mirip dengan mata dokter putri, tidak berbeda dengan mata gadis yang ku fhoto bersama kakek Empat tahun yang lalu." Ucap Wafi lirih, nyaris hilang disapu angin malam, karna takut dapat amukan, namun


Frem sudah terlanjur mendengarnya.


" Kalau begitu, kemungkinan itu gadis yang sama, selidiki ini untukku, besok aku akan membicarakan lamaranku pada Mimi dengan kakek. " pangkas Frem yang membuat kedua mata Wafi membola. Tidak terkecuali kelima anak buah Frem yang tadi duduk bersandar didinding dengan terkantuk- kantuk, membuka mata mereka lebar- lebar kembali.


" 有那么快吗 Yǒu nàme kuài ma ( Secepat itukah) " Tanya protes mereka setengah sadar.


Untung pintu diketuk, kemudian terdengar suara dari luar. " Tuan- tuan... ditunggu nona Mimi dimeja makan untuk makan malam. " Ujar Suara yang menyelamatkan kelima orang itu dari amukan sang Big boss.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2