
Pagi sekali sudah berdiri mobil baru LEXUS LX 2022 berwarna biru gunung diparkiran panti RC.
Frem cukup terkejut dan heran mobil siapa yang pagi-pagi sudah berkunjung kepanti.Tiba- tiba saja fikiran buruk Frem datang tidak terbendung.
" Waf, apa ada yang mendekati Mimi akhir-akhir ini ya Waf?"tanyanya kentara sekali nadacemburunya.
" Bos ini, ia seenaknya meminta kami untuk bersikap biasa pada Sonia, tapi malah dia sendiri yang tak terkontrol. " Sungut Wafi dalam hati, karna melihat Sonia berjalan menuju pelataran.
Belum lagi Wafi sempat menjawab pertanyaan Frem, datang pula mobil Lamborgini biru yang kemarin dipakai Mimi untuk membawa mereka. Dari dalam mobil turun tiga orang pria tampan sebaya Sonia yang disambut hangat
oleh gadis itu.
" Mimi, We Miss You Lovely! " Ujar dua orang pria tampan yang sepintas punya wajah sangat mirip. Kedua pria itu mengembangkan tangan mereka yang lebar, siap untuk memeluk Sonia.
Bugh... Rasanya ada benda keras yang memukul jantung Frem. Karna ketiga pria ini memiliki ketampanan diatas rata-rata dengan mata berwarna sebiru langit, lebar, tajam sedang menatap Mimi dengan lembut dan penuh kasih.
Apalagi dengan manjanya Sonia juga menatap ketiganya bergantian, lalu tersenyum hangat mengalahkan hangatnya mentari pagi.
" I Miss You Guys too ( Aku Juga Sangat Merindukan Kalian) ." Balas Sonia seraya menghambur kepelukan pria yang memiliki taik lalat kecil diantara kedua alisnya yang lebat. Abang berdua kapan balik dari Jerman? " tanya Sonia kemudian beralih kepelukan yang satunya.
Tak ada yang menjawab, malah mereka sibuk bergantian memenceti hidung bugir Mimi selepas pelukan ini.
Frem terpaku ditempatnya berdiri, baru saja ia menemukan jati diri kekasih masa kecilnya, sekarang Frem
malah dihadapkan dengan pria-pria bule yang akan menjadi saingannya.
Melihat Bosnya terlihat dengan ekspresi cemburu, terbersit fikiran nakal Wafi untuk menggoda sang Big Bos " Kira- kira nona Sonia lebih suka yang produk barat atau asia ya Bos? " Bisiknya membuat kuping Frem kian panas.
Tapi sebentar bibir mungil Sonia berucap. " Kalian modus,pura-pura merindukanku, padaahal kalian hanya ingin menemui kepala panti sebelah. Masih satu cinta dua hati? " Ucap Sonia yang membuat jantung dan hati Frem kembali ketempat semua.
Apalagi yang punya wajah paling bersih menjawab dengan wajah cemberut. " Mimi mana boleh menuduh begitu, sebesar apapun kami merindukan gadis lain, pasti kami lebih merindukan Mimi kami, Mimi sih bandel sekali, masak puasa pertama saja tidak kembali kerumah kita. " Sungut Bahri. Namun detik berikutnya priab tampan itu sudah terpekik karna Kakinya diinjak oleh Sonia.
Frem yang sudah mengerti langsung maju kedepan ketiga orang itu " Jangan memperlakukan keponakanmu seperti musuh nona. Lihatlah matanya sampai berair menahan sakit. " Goda frem seraya menarik Sonia kedalam dekapannya.
Deg
deg
Getar-getar indah tidak dapat ditepis dari kedua orang muda itu. Namun baru saja frem merasakan sensasi hangat yang belum pernah ia rasakan semenjak berusia dewasa ini, tubuhnya ditarik oleh dua pasang tangan keriput.
" Ini Puasa pertamamu jangan membuatnya hanya tinggal menahan lapar dan haus saja. " Ujar Tiono.
" Anak ini, bukannya nyobain mobil barunya trus pergi kerja, malah sibuk pelak- peluk kekasih orang. " Ketus Han menimpali.
Sedang Bahar dan Bahri melongo, melihat Mimi mereka jadi rebutan cucu dan kakek. Tiba-tiba saja
ide nakal Bahri melonjak- lonjak.
__ADS_1
" Bang Erlangga, antar segera kekasihmu kerja, daripada jadi bahan perdebatan. " Ucap Bahri seraya mengedipkan sebelah matanya.
" Kekasih???" tanya Frem. Tiono dan Han bersamaan.
Erlan berjalan kearah Sonia dan memberikan tangannya." Ayo sayang, nanti jalanan macet." Ujar Erlan menahan geli.
Sonia berkelit dan memberi jarak dengan Erlan. " Mari sayang, tapi tak usah pegangan ya, kan lagi puasa. " Balas Sonia sembari melenggang menuju mobil.
" Bye kakek....Bye....Bahar dan Bahri..." Ucap Sonia sembari melambai.
Bahar dan Bahri melangkah menuju panti sebelah setelah menyalami kakek Tiono, Han dan Frem, sebelum lelaki beda generasi ini bisa move on dari kata kekasih yang Bahri Ucapkan, tapi untuk bertanya pada dua ponakan tampan Mimi ini, tentu mereka takkan sanggup.
" Ini kunci mobilnya Waf. " Kakek Tiono menyerahkan kunci mobil dan remot mobil pada Wafi.
" Bekerjalah dengan baik, Papimu yang mengirimkan mobil ini untuk pimpinan baru perusahaannya, tapi untuk
urusan mobil Wafi kau sendiri yang mengganti. " Ujar Tiono.
" Jangan lupa Beijing, jangan sampai karna sibuk memikirkan wanita kau sampai lupa kalau SGG grup juga milikmu. " Han turut mengingatkan cucunya.
" Ya, kakek tenang saja, Chenghyi setiap hari memberikan laporannya padaku."Ujar Frem.
Sebentar kemudian Telfon Frem berdering. " Ini dia, sudah siap memberikan laporan SGG. " Ujar Frem
" Sepertinya kami berangkat saja ya kek, aku lanjut jawab telfon Chengyi dimobil saja. " Pamit Frem
" Ya, Kerja yang semangat, senyum jangan lupa! " Sorak Han begitu Frem dan semua sudah didalam
mobil.
Frem hanya melambai, karna ia sudah sibuk berbicara dengan asistennya yang di Beijing.
" Sepertinya senyuman akan lebih langka dari minyak goreng kek, karna ada yang mengaku sudah punya kekasih! " Balas Wafi sebelum melaju.
Wafi mendapat pelototan dari Frem, tapi dengan enteng pria itu menggoda. " Jangan memperlakukan orangmu seperti musuh tuan. " Ucapnya menirukan suara Mimi.
Gerrr
Semua tidak bisa menahan tawa.
Chengyi yang dari sebrang telfon mengernyit. " Di Indonesia ternyata Bos qu bisa diledeki ya? kalau disini pasti sudah makan orang. " Batin Chengyi.
Mobil Melaju dengan kecepatan sedang, seperti biasa jalanan sudah macet, Frem yang semalaman tidak bisa tidur, sempat terlelap sebelum tiba dikantor. Frem yang tidurnya tipis, langsung membuka mata tatkala mendengar suara pluit petugas Parkir.
Frem mengerjabkan matanya beberapa kali sebelum turun. " Apa jadwalku pagi ini Wafi? " tanya Frem sembari menilik jam tangannya, setelah
benar- benar terbangun.
__ADS_1
" Meeting dengan Klien dari Ausy pukul sepuluh pagi dihotel R, kesorum mobil Siang, dan memenuhi undangan ngabuburit sekalian buka bersama dengan GNN grop sekaligus BB Group. " jelas Wafi.
Frem mengangguk dan mulai melangkah, tapi baru beberapa langkah saja ia berjalan, Frem berbalik menatap Wafi. " Kesorum nya besok saja ya, soalnya nanti siang aku ada Zoom Meeting dengan petinggi SGG, bukankah mobil baru kita sudah ada, soal ganti tunggu sabar ya, sekalian urus asuransinya." Pinta Frem dengan nada rendah.
Wafi angkat bahu, kemudian mengangguk pasrah. " Okelah kalau begitu, mari kita mulai sibuk. " Balas Wafi berusaha untuk memahami.
Sonia tiba dirumah sakit. Gadis itu mengganti Kostum dengan seragam dinasnya, sebelum memulai kesibukan. Pagi ini Dokter Sonia Putri H ingin menyaksikan langsung tim Forensik rumah sakitnya melakukan Autopsi terhadap 6 Mayat yang diduga orang suruhan Jessi.
"Kalau benar ini orang- orangnya, berarti wanita itu secara tidak langsung telah menghilangkan nyawa orang lagi. Sonia menggeleng-geleng
mengingat semua itu. Gadis itu sampai menitikkan airmata, melihat tubuh para brandal yang sudah
tak bernyawa dengan luka tembak dan luka bakar. " Semoga kudapatkan petunjuk setelah ini, dan
jangan sampai orang- orang ini punya anak- anak kecil yang ditinggalkan." Gumam Sonia sembari
mengusap airmata dan keringatnya.
Sementra Frem yang baru kembali dari meeting dengan Mrs.Q R,duduk santai dikursi kebesaraannya. Setelah melonggarkan dasi, lelaki muda itu mulai mengotak-atik telfon genggamnya.
" Puasa-puasa gini ngurusin mayat, gimana tidak keringatan..Dasar gadis bandel ! Tapi,Jangan main- main dengan President PJY yang baru ini ya. " Ucap Frem dengan sedikit pogah, mata frem tak lepas dari layarnya sembari tersenyum. Mendapat kejutan dari Wafi setelah tiba dikantor tadi pagi, membuat semangat kerja frem berlipat-lipat. Senyummya tidak selangka minyak goreng lagi, malah seperti penjual takjil sore hari selama Ramadhan, dimana- mana ada.
Ceklek....
Pintu terbuka, Wafi masuk dengan menyerobot.
" Sama- sama sibuk kiranya ya bos." Ujarnya Wafi
sembari mengintip layar telfon Frem.
" Salut padamu Waf, bahkan kau bisa menyamarkan kamera diseragam gadis itu. " Puji Frem. Wafi tersenyum sembari berjalan dan menghempaskan tubuhnya disofa. " Untuk apa seorang asisten kalau tidak bisa diandalkan. " Balasnya sembari memejamkan mata.
" Tidurnya kedalam saja, aku akan mulai Zoomnya. " Ucap Frem kemudian.
" Diizinin disini sudah syukur , ini perkembangaan terbaru lagi. Bos masih sibuk asisten
boleh istirahat. Cihuy ..." Sorak Wafi dalam hati.
" Puasa gini saya takkan memaksakan kerja tanpa istirahat Waf. " Ujar Frem seperti tahu isi hati Wafi.
" Makasih Bos..." Gumam Wafi masih memejamkan matanya yang memang sangat berat. Semalam pria ini hampir tak bisa tidur karna kasak-kusuk mengurus misteri cinta sang Big Bos.
Yang sudah empat tahun ditugaskan padanya, baru sepuluh jam yang lalu bisa ia pecahkan.
Bersambung...
Bagi yang mampir jangan lupa kasih jejak ya say...Like, fote, hadiah, beri bintang dan Faforitkan cerita kita ini.
__ADS_1
Salam kangen untuk semua.