Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Nia...


__ADS_3

Pukul Sepuluh Malam waktu Beijing, Frem dan Rombongan sampai dirumah Besar Han Tanoe.


Dua Orang yang berjaga digerbang utama, sangat terkejut dengan kedatangan Tuanmuda dan rombongan tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya. Dengan bergegas keduanya membuka gerbang.


" Selamat datang tuan dan nyonya." SapaKeduanya dengan membungkuk.


" Ya, tutup gerbangnya lagi!." titah Frem. Keduanya lalu buru- buru mematuhi perintah.


.


Wafi yang baru kali ini menginjakkan kaki disini cukup terkejut melihat betapa bosnya diperlakukan seperti Kaisar disini. Bahkan semua pelayan sudah berbaris menyambut, begitu terdengar bunyi gerbang utama terbuka.


" Tuan muda tiba! " Seru pimpinan barisan, ketika kedelapan mereka sudah tiba didepan pintu, semua pelayan berbaris dengan wajah menunduk. Frem berjalan paling depan dengan menggandeng Sonia." Tegakkan muka kalian! dan salami nyonya rumah! " Titah Frem membuat semuanya mengangkat wajah.


" Ternyata selama ini Bos sudah sangat rendah hati menerima perlakuanku yang biasa. Disini ternyata dia dihormati bagai dewa matahari." Kagum Wafi dalam hati, melihat ekspresi para pelayan rumah pada sang Big Bos, sedang ditanah air Wafi memperlakukannya seperti teman saja.


Berbeda dengan Wafi,Sonia justru sangat khawatir dengan wajah cemas pengurus istana kakek Han ini. Sebelum mereka melangkah menghampiri,Sonia terlebih dulu melangkah sembari mengulurkan tangan dengan senyum khasnya yang lembut dan hangat.


" Ini Istriku, layani dengan baik dirumah ini! " Ucap Frem mengenalkan Sonia.


" Dengan senang hati kami akan melayani nyonya rumah ini tuan." Sahut mereka hampir bersamaan. Sonia sebenarnya tidak suka diperlakukan berlebihan, tapi ia tidak protes apa- apa, demi menjaga wibawa suami didepan para pelayannya. Sebagai gantinya, ia sendiri yang menghampiri para pelayan itu.


" Sonia Rendra Putri, biasa dipanggil Sonia atau Nia saja boleh." Ucap Sonia memperkenalkan diri. Senyuman Sonia berhasil mengobati ketakutan dan kecanggungan para pelayan itu.Apalagi tatapannya yang bersahabat, rata- rata semua menilai sangat beruntung Frem membawa wanita secantik dan selembut Sonia kerumah besar ini sebagai istri.


" Akhirnya setelah bertahun- tahun ada juga wanita yang berhasil mematahkan perisai penghalang wanita masuk rumah ini. Bahkan nona Zhi Yang dulu berkunjung zaman sekolahan, hanya sampai taman saja, siapapun hanya paling diminta duduk menunggu digazebo.Tiga pria dingin pemilik rumah besar ini tak pernah mengizinkan tamu wanita masuk sampai kedalam rumah. Terima kasih Dewa You Lao/ orang tua dibawah bulan! ( Dewa asmara dalam mitologi China ) " SoYin bersorak senang dalam hati.


" Paman,bagaimana dengan kamar kami? " tanya Frem membuyarkan lamunan Soyin.

__ADS_1


" Kamar tuanmuda sudah dihias dengan baik, sejak kabar pernikahan itu. Setiap hari,tak lupa dibersihkan." Jelas Soyin menghampiri Frem.


"Baiklah paman Yin,Terima kasih! " Sahut Frem yang membuat paman Soyin terkejut, namun lelaki yang sudah tidak bisa disebut muda lagi ini kembali mencuri pandang pada istri majikan yang sangat cantik dan lembut.


"Sepertinya tuan muda sudah ketularan keramahan istrinya." Soyin kembali terkagum- kagum dalam hati.


Ada 15 orang pelayan dirumah besar ini.Sonia asyik berkenalan sembari berbincang dengan mereka. " Panggil nak Nia saja paman." Pinta Sonia pada masing- masing mereka. Mereka dengan senang hati mengangguk, walau bibir mereka belum terbiasa memanggil seperti itu terhadap majikan.


" Paman Soyin! Siapkan kamar tamu untuk asisten dan pengawalku." Titah Frem Lagi sembari menghampiri Sonia.


" Baik tuan muda, semua kamar siap pakai." Jawab Soyin sembari memberi kode pada anggotanya.


Semua langsung paham dan mulai membawa Wafi dan pengawal Frem menuju kamar tamu setelah pamit pada sonia.Walau Siance dan kawan- kawan asal sini, tapi menginap dirumah Bos ini kali pertama bagi mereka. Selama ini mereka hanya sampai ruang tamu. Semuanya mendapat kamar, karna rumah ini memiliki banyak ruang tidur dengan fasilitas setara hotelberbintang.


" Sayang...Kita istirahat ya.." Ajak Frem lembut pada Sonia. Pemandangan yang sangat indah Dimata Ceenlee, dan pelayan lain yang bertugas mengurus pengantin baru ini. Walau tak mengerti makna ucapan frem, tapi melihat wajah tuan muda mereka, mereka paham itu kata yang sangat baik.


" Syukurlah, Tuhan menjodohkan tuan muda Frem dengan gadis cantik, lembut dan ceria, semoga kedepannya ia ketularan sikap lembut dan hangat istrinya. " Harapan pria yang sudah melayani Frem sejak Frem kecil dibawa kerumah ini didalam hatinya. Pengasuh Frem ini belum pernah melihat ekspresi seindah ini dari wajah seorang Seno Fremudya.


*


*


*


Tiba dikamar, Sonia segera menghempaskan bokongnya diSofa. Melihat itu Frem memandangi Sonia dengan khawatir. " Capek ya sayang? tanya Frem sembari duduk disisi Sonia, dengan sukarela kedua tangan pria itu mulai memijiti Sonia.


" Tidak capek kok Ajo, selama di Jet Nia cuma tidur.Yang ada sekarang kangen, Nia kangen pada kakek Tiono dan kakek Han, sudah sampai dirumahnya tanpa orangnya." Jelas Sonia.

__ADS_1


" Kan sudah pamit, dimesra- mesrain dibalik layar satu jam lebih,mengapa juga masih kangen, sama yang muda saja tak pernah semanis itu." Sungut Frem.


" Yang muda kurang manis apa, sudah digelendoti dari tadi."


Frem tersenyum, lalu menghentikan pijitannya, pria tampan ini turun dari sofa, dan berlutut didepan istrinya, dengan menatap intens manik mata Sonia. " Yang muda lebih manja dan sensitif sayang.., Maaf dan harap maklum, masih kurang matang." Ucap Frem sembari menggenggam kedua tangan Sonia dan menciumnya.


" Emang kayak mangga Ambacang ya? bersabut dulu baru matang, berarti lama sekali Nia baru bisa metik dong." Cicit Sonia keceplosan.


" Dipetik sekarang juga boleh, kalau Nia mau Ajo pasti setuju." Ujar Frem mulai mendekatkan wajahnya kewajah Sonia. Detik berikutnya bibir keduanya sudah bertaut, namun Sonia mengatupkan mulutnya,hingga Frem tidak bisa masuk lebih jauh. Merasa takut Sonia terpaksa lagi, Frem melepas ciuman bibir itu dengan tatapan sendu.


" Ajo sayang...Mangga mudanya Nia, jangan cemberut gitu dong, Nia masih mau bersih- bersih dulu baru melakukan yang hangat- hangat kuku." rayu Sonia sembari mengecup kening Frem. Bersamaan dengan itu terdengar ketukan dipintu. Sonia tanpa bisa dicegah berkelit dari hadapan suaminya yang masih melongo mendapatkan hadiah indah dikeningnya.


Cikrek.


Bunyi pintu yang terbuka menyadarkan Frem kalau istrinya sudah tak ada didepannya.


" Dasar kelinci nakal, beraninya menipuku dengan sebuah kecupan." Sungut Frem dalam hati. Pria itu geleng- geleng kepala meihat istrinya sudah berbicara dengan paman Soyin didepan pintu dengan riangnya.


" Baik paman, dalam hitungan menit kami akan segera meluncur untuk makan. " Ucap Sonia dalam bahasa Mandarin.


" Makasih nak...ditunggu...kalau begitu paman duluan turun ya." Balas paman Yin tak kalah riang.


" Oke Paman."


" Ajo sayang...Kita makan malam dulu Yuk!" Ajak Sonia sembari menghampiri Frem. Tanpa butuh jawaban apapun, Sonia sudah menarik suaminya.


Frem tentu tidak akan protes, karna Sonia membawa suaminya dengan memeluk tangan kanan Frem diantara belahan dadanya.

__ADS_1


" Ya Ampun, Nia...ngajak makan atau makan kamu sih...Ringis hati Frem.


__ADS_2