Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Senyum itu


__ADS_3

Hari pertama kembali kekantor SGG group, kedatangan Bos besar tanpa pemberitahuan membuat karyawan cukup terkejut.


" Pimpinan datang! Seru seseorang karyawan,membuat yang lain langsung berbaris rapi.


" Pagi tuan...." Sapa mereka serentak sembari menunduk.


" Pagi ! " Balas Frem masih dengan wajah datar seperti biasa.


Terlalu pagi memang Frem tiba dikantornya, kurang dari jam setengah tujuh pagi. Suasana tiba- tiba berubah jadi mencekam. " Untung kebiasaan kita datang lebih pagi tetap terjaga." bisik seorang karyawan pada rekan disisinya.


" Ya, Tuan Frem soal waktu masih sama, walau dalam suasana pengantin baru, ia masuk kantor tetap sebelum matahari terbit sempurna. " Balas rekannya masih dengan berbisik.


" Suuut....kalian apaan sih bisik- bisik, ntar ia lihat dan curiga, jantungku sedang tak kuat mendengar teriakan pagi ini." Ucap seorang lagi mengingatkan tentu dengan suara sepelan mungkin.


Sebentar kemudian perhatian mereka semua tertuju lagi pada sang CEO." Terima kasih, kalian semua tetap disiplin bekerja walau dengan dan tanpa aku! " Ujar Frem membuat semua tertunduk lalu detik berikutnya terdengar sahutan.


" Kebiasaan baik yang sudah Bos ajarkan sudah tertanam didiri kami." Balas semua serentak.


" Bagus! Siapkan berkas laporan masing- masing tim! " Titah Frem kemudian.


Semua melangkah tegap menuju meja kerja masing- masing untuk menyiapkan apa yang Frem minta. Setelah Cukup kasak kusuk sebentar, para pimpinan masing- masing devisi bersiap menunjukkan berkas berkas penanganan proyek yang mereka tangani pada Frem. Frem memeriksa pekerjaan mereka secara bergiliran.


Setelah satu jam lebih mengadakan Sidak, Frem menunjukkan senyum manis dan telah berkali- kali menyampaikan ucapan pujian, walaupun pendek dan terkesan irit terhadap kerja para karyawannya.


" Bagus! Saya suka anda bekerja tetap baik, walau hanya saya arahkan dari jarak jauh. " Puji Frem menutup sidak itu, membuat para karyawannya berani tersenyum lebar.


" Iya Bos...ini semua karna Bos selalu menjalin komunikasi dengan baik dengan kami. Dan Wakil Cheng juga selalu mengingatkan setiap saat agar kami selalu cepat dan tepat sasaran dalam bekerja." Jawab Pak San kepala bagian pemasaran.


Frem memandang Chengyi yang dari tadi hanya diam mengikutinya. Mendapat sorotan dari sang big Bos yang keduluan datang pagi ini darinya, membuat Chengyi lumayan kikuk.


Melihat karyawan yang terlihat mulai berani menatap kagum pada pimpinan tampan mereka.

__ADS_1


Hati Cheng turut senang,hingga kegugupannya menguap begitu saja.


" Sepertinya Bos terlahir kembali dengan tubuh yang sama, raut yang makin tampan, sikap yang kian manis." Puji Cheng dalam hati, tidak jauh berbeda dengan karyawan yang lain.


Chengyi selaku perpanjangan tangan Frem, selama sebulan ini mengiringi bosnya penuh semangat memasuki ruangan kebesarannya, kemudian menunjukkan semua berkas penting yang dibutuhkan oleh sang big Bos tanpa perlu diminta.


" Ya Tuhan...Aku senang Bos kembali,berarti aku bisa sedikit santai , kuharap Bos bisa stay disini, Kan disana ada tuanmuda kedua." Sela Chengyi dengan wajah berbinar tatkala sang pimpinan asyik membaca file.


" Aku memang akan disini. Tapi_"


" Tapi apa Tuan?" wajah cerah Chengyi berubah bingung.


" Aku akan disini untuk 3 atau empat hari ini,Sekarang kita akan rapat, beritahu semuanya!" Sambung Frem tanpa menoleh dari berkas yang sedang ia teliti.


Wajah Chengyi berubah lagi, sekarang pria itu cemberut, angannya untuk sedikit santai seperti terjatuh dariketinggian dan terhempas kedasar jurang bebatuan yang dalam.


" Bukankankah Bibi Fe menitipmu bekerja diSGG untuk belajar menggantikannya menjadi pemimpin di C3, mengapa baru dikasih kesempatan satu bulan saja jadi pimpinan sementara SGG,kau sudah terlihat seperti kakek tua yang sudah bosan bekerja? " Ejek Frem dengan sudut bibir menyunggingkan senyum. Melihat senyum Frem yang sudah berkali - kali dipagi ini,walau senyum yang untuknya kali ini bernada ejekan, Chengyi sudah cukup terhibur, selama ini Chengyi berharap santainya Frem saja sulit terujud, apalagi senyum dan canda begini. Bekerja dengan Frem sebelumnya seperti mengejar kereta api terakhir yang sudah berjalan dari relnya, melelahkan dan menegangkan, namun harus tetap berhasil naik, karna tak ada jalan lain lagi untuk bepergian ketempat tujuan.


" Tapi, Aku cukup penasaran seperti apa nona Bos hingga bisa merubah sikap dingin dan tergesa pria ini." Cicit Cheng, tapi hanya berani ia ungkapkan masih hanya dalam hati juga.


Frem tersenyum lagi,memergoki Chengyi tercenung. " Hey...Kubilang kita akan rapat, bukan menghafalkan mantra." cegat Frem mengejutkan Chengyi.


Chengyi tersenyum menunduk, sembari menggaruk kepalanya yang mendadak gatal." Ma_Maaf Bos, aku hanya terfikir tentang malam Mingguku yang sudah beberapakali terlewatkan begitu saja. " Jawab Chengyi sembarang. Begitu tersadar ia salah membuat alasan, ia segera menutup mulutnya dengan tangan. Namun telat, Frem sudah menganggapnya serius, walau Frem tahu sebelumnya Chengyi belum punya kekasih.


" Kasihan Cheng..Gara- gara masalah papi waktu itu, kehidupan pribadinya jadi terabaikan. Mungkin bibi Fe menjodohkannya lagi dengan anak rekan bisnisnya, yang terakhir ini, bisa jadi cocok dihati Chengyi. " Fikir Frem dalam hati.


" Kalau begitu, setelah kupastikan kerjamu baik sampai sore nanti, maka aku akan meliburkanmu dua hari, besok kau boleh berkencan." Ujar Frem yang membuat mata sipit Cheng membulat.


"Apa???" Chengyi kembali terkejut, pria muda ini tidak siap juga untuk berlibur dihari kerja, apalagi dengan alasan berkencan, ia sendiri punya gebetan


saja belum, apalagi punya pacar, setiap gadis muda yang dikenalkan mamanya, selalu saja ada cacatnya Dimata Cheng, jadi sebenarnya sampai detik ini Chengyi masih berstatus jomblo akut diusianya yang sudah 23 tahun. Dengan perasaan campur aduk, Chengyi segera beranjak dari ruangan Frem, takut wajahnya dibaca lagi oleh frem. Chengyi segera menghubungi semua departemen untuk mengadakan rapat diruang rapat SGG.

__ADS_1


Sementara Frem walau baru beberapa menit memeriksa, sudah dapat menilai kinerja perpanjangan tangannya ini. " Ternyata apa yang ia laporkan sesuai dengan kenyataannya." puji Frem dengan bergumam sembari menutup map.


Setelah mengencangkan dasi, ia segera berdiri. Meraih telfon genggam disaku dan siap mengirim pesan pada Sonia.


Diistana Han T.


Sonia yang sedang berkutat didapur dengan para juru masak, tersintak merasakan getaran disakunya. Diraihnya benda pipih itu, dengan sigap jemari mungilnya menggesek untuk membuka aplikasi.Mendapatkan pesan dari suami, Sonia tersenyum sebelum membaca.


" Sayang...Nanti bawakan Ajo makan siang kekantor ya, paman Hong akan menjemputmu, bersiaplah, disini banyak yang penasaran bagaimana wujud nyonya Fremudya. " bunyi pesan teks Frem.


" Oke Ajo sayang..." Balas Sonia langsung sembari menahan geli.


" He...He..." Sonia tertawa terpingkal setelahnya. membuat para koki didapur tercengang.


Melihat keempat koki menatapnya bingung, Sonia kembali tersenyum setelah mengusap perutnya.


" Tidak ada yang aneh, sepertinya apa yang kita buat tidak sia- sia, nanti tuan minta dibawakan makan siang kekantor. Aku akan bawakan sekalian dengan kue buatan kita ini. " Jelas Sonia membuat ketiga juru masak pria itu manggut- manggut.


" Syukurlah...kita akan menyiapkan kuenya secepatnya. Nanti kita akan menambahkan capcay sebagai sayurnya. " Ujar kepala koki.


" Oke Bos!!! " balas Sonia yang membuat ketiganya tertawa riang. Lalu ketiganya lanjut bekerja dengan dibantu oleh Sonia.


Sementara Frem yang penasaran setelah membaca balasan pesannya dari Sonia, menyempatkan diri mengintip aktifitas istrinya sebelum berangkat keruang rapat.


Melalui Camera pengintai yang terhubung dengan iPhone-nya, pria itu dapat melihat bagaimana istrinya tersenyum manis pada para koki.


" Ngak penting dimana, senyum itu selalu dipamerkan. Ngak nyadar sekarang sudah punya suami. " Sungut Frem dalam hati.


Andai Sonia tahu dia sedang dicemburui bahkan karna tertawa dan tersenyum pada juru masak yang rata- rata berwajah super biasa saja dan sudah berusia menjelang kepala empat. Sonia pasti sudah menghentikan aktifitas masaknya, siap - siap untuk rekaman suara karoke lagu dangdut senyum dan hatimu, lagu yang populer milik penyanyi dangdut Ikke Nurjanah untuk dikirim pada Frem. Tapi sayangnya Sonia tak tahu suaminya sedang menatapnya penuh cemburu.


" Bos...semua sudah menunggu diruang rapat." panggil Chengyi diujung pintu.

__ADS_1


" Mhem...Baiklah, aku akan menyusul." Sahut Frem sembari menonaktifkan Iphonenya.


__ADS_2