
" Frem berhasil lepas dari pelukan nona Zhi,tapi sayangnya sang kakak ipar sudah pergi dengan wajah garang dan Ultimatum yang begitu mengerikan bagi Frem. Bagaimana bisa ia tidak menemui Sonia, sementara ia baru saja memulai hubungan dengan gadisnya itu.
Ibarat seorang petani, ia baru saja membukalahan, menyediakan bibit, bagaimana bisa mengalah dan berhenti karna ada ancaman bahaya hama dari sekeliling lahannya.
" Tidak, aku pasti akan membuat pagar yang tinggi, agar ladangku aman. " Gumam Frem.
Nona Zhi mengernyit. Pagar untuk apa? " tanyanya heran.
" Tidak, aku hanya teringat bunga- bunga ditaman depan rumah kakek. " Kilah Frem karna ketahuan bergumam yang tak jelas.
" Kakekmu tinggal terpisah denganmu sekarang? " tanya Zhi teringat kakek Han.
" Mhem...Frem menjawab dengan mengangguk dan berdehem saja, lalu menatap Zhi sekilas." Ngomong- ngomong apa yang kau cari disini nona?apa papamu mengutusmu untuk urusan bisnis? Kenapa tuan Y, tidak mengontakkuterlebih dahulu. " tanya Frem , pria muda itu mencoba pura- pura melupakan kekacauan hatinya karna apa yang sudah dilakukan Zhi Yang barusan.
" Ti- tidak, aku datang karna merindukanmu saja, kau pergi meninggalkan perusahaanmu yang disana, berkali aku datang kekantormu, tapu Cheng Yi selalu mengatakan kau takkan kembali cepat.Beberapa hari yang lalu aku melihatmu mengadakan meeting melalui Aplikasi dengan rekan bisnismu yang disana, kebetulan aku sedang bersama papa diruangannya, melihat wajahmu dibalik layar, aku makin rindu, makanya kususul saja." Jelas Zhi yang mulai bergelayut manja lagi dipinggang Frem.
" Maaf nona Zhi, tuan saya sedang berpuasa, tidak boleh dempet- dempet dengan wanita. " Wafi mengingatkan Zhi dengan bahasa Mandarin.
Zhi mengernyit tak mengerti, tapi ia melepas tangannya dari pinggang Frem." Maksudnya apa puasa? " tanya Zhi pada Frem.
" Menjalankan rukun Islam yang ketiga, Kami tidak makan, tidak minum dan tidak juga bergelut dengan pasangan disiang hari. " Ujar Frem membuat Pipi Zhe Merona.
" Ya ampun....Lo salah omong Bos.Itu, tuan putri matahari jadi salah tingkah dan tersipu. " Gerutu Wafi dalam hati.
" Zhi..."Panggil Frem seraya menatap Jam tangannya.
" Ya, Sahut gadis itu manja.
" Jadwal pulangku masih lama, Aku bekerja sampai Jam Lima Sore, apa kau ingin menunggu disini sampai sore? " tanya Frem bermaksud mengusir halus.
" Boleh, aku ikut keruanganmu ya, rengek Zhi.
"Tidak boleh, disini tidak ada wanita dan pria berduaan dalam satu ruangan, lagian bos banyak tamu sampai Sore, sekarang nona Zhi ikut aku atau duduk dibangku resepsionis sampai Sore." Wafi menengahi, dengan sigap ditariknya tangan nona Zhi yang dan dibawanya kesisinya. " Gimana kalau kuantar keapartemen tuan Frem saja ya. " Bujuk Wafi.
Sedang resepsionis yang menyaksikan, hanya bisa diam menahan nafas. Didalam hati gadis itu bertanya- tanya mengapa nona ini datang- datang mengaku kekasih Frem. Padahal baru tadi pagi Bosnya mengumumkan kalau ia sudah bertunagan dan besannya adalah Pemilik GNN dan BB Group. Sedang gadis yang dari tadi mengganggunya, jelas- jelas orang luar.
" Kamu tidak puasa? " protes Zhi saat Wafi memeluk pinggangnya dan menariknya meninggalkan Frem.
Wafi cukup terkejut dengan protes Zhi, tapi ia cepat- cepat mengatur suasana hatinya. " Saya puasa, tapi kita tidak pasangan, jadi tak ada perasaan." Ujar Wafi seraya menarik Zhi lembut.
" Mau ya..." bujuk Wafi sekali lagi.
Sebenarnya Zhi enggan mengikuti Wafi, tapi ia sungguh capek dan ngantuk. Akhirnya gadis cantik itupun mengangguk.
*****
__ADS_1
Frem tersenyum seraya mengirim pesan pada Wafi." Kalau kau bisa mengatasi gadis itu, aku akan menaikkan bonusmu. " Bunyi pesan Frem.
Wafi tersenyum setelah membaca pesan Frem."
Selama di Lif, Wafi sibuk Catingan. Tapi satu tangannya tetap memegangi tangan Zhi.
" Kenapa senyum- senyum, pesan dari siapa? " tanya Zhi curiga, karna keluar dari lifpun, Wafi
masih sibuk Catingan dengan sembunyi- sembunyi.
Zhi sampai mencubit pinggang Wafi, dan menatap pria itu dengan penuh tanda tanya.
" Ini dari pacar- pacar saya, anda jangan mengintip, kalau tidak dibalas, ntar mereka marah. " Ujar Wafi dengan wajah nampak serius.
Zhi terdiam sejenak, lalu kemudian mencebik" Mengaku punya banyak pacar, sementara bersentuhan dengan wanita masih gelagapan. " Protes Zhi.
" Itu karna anda orang yang berbeda, sangat cantik. " sekarang Wafi berlagak Playboy cap kodok ketimpa hujan.
" CK, Zhi mendecak, tapi bibirnya tak kuat tidak tersenyum karna pujian Wafi.
Dilobi lantai dasar, pengawal Zhi sudah menunggu
lama. Begitu melihat nona mereka tiba, kedua pria itu langsung menyambutnya.
我们去哪?Wǒmen qù nǎ? ( Kita kemana nona?) " tanya Pria yang paling muda.
" Sudahlah, nanti dia pasti kembali bersama pengawalnya. Kita langsung berangkat ya...." Wafi membujuk Nona Zhi Yang dengan selembut mungkin.
" Cik, baiklah, aku mau tidur dan memulihkan tenaga sembari menunggu dia kembali. " Jawab manja Zhi membayangkan Frem kembali dari kantor dan ia akan menyambutnya layaknya seorang calon istri.
Wafi kemudian meminta Zhi menunggunya, mengeluarkan mobil dari parkiran. Wanita itu cukup patuh, berharap Frem sudah sadar dan benar- benar telah menerimanya.
*****
Sedangkan Sonia siang itu sehabis Zuhur, kembali melanjutkan pekerjaannya dirumah sakit dengan kondisi yang kurang fit akibat ngantuk berat.
" Sebaiknya dokter putri istirahat saja, semua pasien sudah ada dokter yang menangani, hari ini juga tidak ada pasien darurat." Ujar Neha asisten Sonia, melihat Sonia yang berjalan dengan sempoyongan. Ibu muda itu segera menopang tubuh Sonia agar tidak jatuh, kemudian membawa Sonia menuju ruang istirahatnya.
" Terima kasih kak Nei. " Ucap Sonia begitu sudah berbaring ditempat tidur.
" Ya sayang, tidurlah, sepertinya terlalu banyak merawat orang hingga badan sendiri diabaikan. " Sungut Neha sembari menyerahkan remot ruang pribadi Sonia dirumah sakit miliknya itu.
Sonia hanya membalas gerutuan itu dengan tersenyum simpul.
Begitu Perawat sekaligus asistennya itu menghilang dari pandangannya , Sonia mulai menekan remot. Dan hari ini Sonia benar- benar tidur siang, sesuatu yang belum pernah dilakukan gadis lincah ini. Larut dalam mimpi disiang hari.
__ADS_1
Sedangkan nona Zhi Yang, begitu sampai dikamar Apartemen Frem, segera melempar dirinya ketempat tidur, bahkan rasa laparnyapun ia abaikan, walau Wafi sudah mengingatkan supaya memakan makanan yang baru Wafi belikan untuk Nona Zhi dan anak buahnya. Tidak butuh waktu lama, gadis itupun terlelap dan larut dalam mimpi.
Zhi mendengar kehebohan diluar kamar. " Ada apa ini? Apa calon suami sudah pulang? kenapa bawa tamu yang banyak? " Tanya Zhi berjalan menuju sumber suara.
Gadis itu berjalan dengan bengong, karna tidak menemukan orang- orang itu diruang tengah. Zhi memutar langkah, dan menuju kedapur mewah apartemen itu. Betapa terkejutnya Zhi Yang, ketika ia melihat Empat lelaki berpenampilan perempuan sedang memasak didapur Frem.
Zhi yang tidak suka dengan yang namanya Waria, langsung suruk dan kembali berjalan menuju kamarnya.
Zhi keringatan, cepat- cepat menuju kamar mandi dan segera berendam diBathtup untuk mengatasi suasana hatinya yang bergemuruh. Cukup lama Wanita itu berendam. Setelah tidak mendengar suara para Waria itu lagi, barulah Zhimenyelesaikan mandinya.
Zhi berpakaian dan berhias dengan hati yang masih Was- was. " Frem kok pulangnya lama? Wafi kemana dengan anak buahku, mengapa ia membiarkan orang- orang aneh itu masuk keapartemen Frem.Sial, aku tidak pernah bermimpi untuk bertemu dengan orang- orang seperti itu dalam satu atap."Zhi tak hentinya mengumpat dalam hati. Tatkala ia menatap cermin untuk memeriksa wajahnya, dan melihat wajahnya masih pucat. Gadis itu segera mengoles lipstik.
Tap..tap...tap...tap...
Terdengar langkah sepatu memasuki ruangan. Zhi segera berlari untuk memeriksa keluar, karna yakin itu langkah kaki Frem.
Baru sampai kaki Zhi didepan pintu, langkahnya terhenti. Gadis itu membeku ditempatnya. Karna kedatangan Frem langsung disambut heboh oleh
Empat sekawan yang tadi Zhi fikir sudah pergi.
欢迎亲爱 Huānyíng qīn'ài de ( Selamat datang Sayang ) " Ujar Banci yang lebih muda dan berkulit hitam manis seraya mengambil tas dari tangan Frem dan mengantarnya kekamar tanpa menyapa Zhi yang berdiri bengong didepan pintu.
"我的爱你累吗 Wǒ de ài nǐ lèi ma ( Cintaku apa kamu lelah? " Sambut yang paling cantik seraya menyeret Frem menuju Sofa dan membuka dasi Frem begitu pria muda itu sudah duduk.
是的,亲爱的,我好累 Shì de, qīn'ài de, wǒ hǎo lèi ( Iya sayang..Aku capek sekali). " Balas Frem dengan suara manja.
Zhi makin pucat melihat tingkah pria yang dicintainya. Kali ini Frem benar- benar terlihat seperti pecinta sesama.
Lalu dua Banci tua duduk manis mengapit Frem disofa panjang itu.
我们今晚会宠爱MU Wǒmen jīn wǎn huì chǒng'ài ( Kami akan memanjakanmu nanti malam ) " Janji yang tua dan imut seraya mengecup pipi Frem lama, disusul yang satunya memeluk pundak Frem
dan bersandar disana.
Frem kemudian balas mengusap rambut keduanya dengan penuh cinta.
Yang manis tadi datang dengan membawa kipas, mengipasi Frem.
Sedang yang membukakan Dasi Frem segera kedapur membawakan minuman untuk Frem.
时间到了,亲爱的 Shíjiān dàole, qīn'ài de ( Waktunya telah tiba sayang ) " Ucapnya seraya menyodorkan sebotol air mineral pada Frem.
Frem menilik Jam tangannya dan mulai mendegup air itu, sisa bekas minum Frem diminum oleh Empat sekawan bergantian. Frem terlihat sangat bahagia dikerumuni Empat sekawan yang dimata Zhi begitu menakutkan.
Zhi tak tahan lagi, perutnya yang lapar semakin mual, pandangannya berkunang- kunang.
__ADS_1
带我去酒店 Dài wǒ qù jiǔdiàn ( Antar aku kehotel ) " teriak Nona Zhi begitu melihat Wafi tiba.
Detik berikutnya Zhi sudah pingsan, untung Wafi dengan cepat menangkap tubuh gadis itu.