Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Masih???


__ADS_3

Sepulang dari pantai,Frem tidak memberi waktu untuk Sonia kembali bertemu dengan Rianti.


Frem mengurung istrinya dengan cara mengungkung wanitanya dalam pelukannya. Sejak usai magrib, ia terus membuat Sonia mengerang enak diatas ranjang. Bahkan saat diprotes ketika akan memulai pergulatan mereka, Frem malahan menjawab dengan kecupan yang panas.


" Ajo...apa tidak menunggu Isya dulu, kan nanti_Bibir Sonia dilumat hingga tak dapat melanjutkan protesnya.


" Nanti Ajo yang mandiin, tenanglah...Yang penting ini dulu. " Bisiknya setelah mengurai ciuman bibir itu. Diusapnya bekas salivanya dibibir mungil yang sudah membengkak itu, lalu dengan cekatan melorotkan atasan yang dipakai Sonia. Dan mulai bergerilya dikedua bukit yang sekarang sudah semakin tinggi, bulat dan penuh. Frem sangat betah sekali bermain disitu.Mulai dari mengusap, mengesap sampai memilin puncak tertinggi berwarna merah muda yang sekarang sedikit kecoklatan ini dengan lidahnya yang nakal.


" Ugfhhhhhhh....suara - suara rintihan manja menggema diruangan yang untungnya kedap suara itu. Jika tidak tentunya sudah mengganggu kenyamanan sekitar karna keduanya sama- sama tidak mau kalah dalam pergulatan membuat pasangan menggigil, dan menjerit karna gairah. Cukup lama pemanasan berlangsung, sampai keduanya bener- benar tak berdaya lagi menahan luapan asmara yang ingin segera dituntaskan, barulah mereka menyatukan diri.


Keduanya bergerak berkejar dan semakin lihai mengikuti irama denyutan dibawah sana. Keringat bercucuran seiring ritme yang semakin cepat. Berikutnya suara lenguhan panjang bersahutan dari keduanya, seiring tubuh mereka yang mengejang dan mengetat. Beberapa detik Frem terdiam dan tenggelam lama diatas lautan cintanya.


Tapi itu tidak begitu lama, sebentar kemudian Frembergerak maju mundur lagi, karna merasakan senjatanya kembali menukik didalam sarung yang menjepit dan memijit dengan hangat.


" Ajo...ma_ " Bibir mereka kembali menyatu karna yang dibawah sana seperti magnet yang enggan melepas tiang besi yang ditariknya. Keduanya ternggelam lagi dalam irama yang kian memabukkan. Birama lagu cinta mereka makin syahdu kali ini, mengalun dengan lembut dan penuh rasa dan kata- kata sayang. Hingga terdengar erangan kedua, barulah Frem terhempas kesisi istrinya. Setelah sejenak beristirahat, Frem kemudian mencium kening dan pipi Sonia berkali- kali dan memproklamirkan lagi ungkapan hatinya dengan jelas. " I Love you forever Nia. " Ucap Frem sembari menatap manik mata Sonia. Sonia membalas tatapan itu, lalu tersenyum dan mengangguk.


Frem merasa istrinya belum serius, hingga ia mengulang pernyataannya." I love you adik...hanya Nia seorang! Seno harap juga begitu, tak adaAmat, Amit, Ibra, Adam atau Seno yang lain yang disebutkan gadis centil itu! " Ujar Frem sengit yang kali ini berhasil membuat Sonia terkikik geli.


" Ajo sayang...Kiranya karna cemburu sampe membuat Nia tak berdaya diatas tempat tidur begini." Gumam Sonia setelah menyelesaikan tawa berderainya.


Frem tidak menjawab ledekan Sonia, sebagai gantinya Frem melilit tubuhnya dengan handuk yang tadinya sudah dipakai karna hendak mandi, namun mandinya dijeda dengan kegiatan panas Doble Up ini.


Frem lalu mengendong istrinya kekamar mandi. Sekarang Sonia didudukkan di bathtup dengan posisi membelakangi Frem. Frem melepas handuk dan menggantungnya, lalu masuk kedalam bak mandi modern itu, kemudian memijiti punggung Sonia, mengusap warna- warna merah stempel kepemilikan yang ia buat pada Sonia. Lalu mulai membasahi tubuh istrinya dengan air hangat kuku. Frem sebenarnya ingin sekali merasakan bercinta dalam air, apalagi dengan posisi mereka yang sekarang. Tapi Frem tak mau Nia kelelahan, cukup sudah ia menghukum bidadari hatinya ini yang sudah berani senyum- senyum didepannya, karna Riati mengungkit- ungkit penggemar masa remajanya. Ia benar- benar membantu Nia mandi bersih.


Jamaah Isya yang mereka dirikan sudah tidak pas diawal waktu seperti biasa, dikarenakan aktifitas mandi mereka yang cukup lama. Walau tidak bercinta, acara usap- usapan dan pijit- pijitan tak dapat dihindari. Siapa yang Sudi hanya sekedar memandang pada tubuh sempurna pasangan yang


terpampang indah didepan mata? Bahkan hampir saja mereka menyatu lagi dibak mandi, kalaubukan karna mengingat waktu ibadah dan perut yang sudah mencicit minta diisi.


Frem mengelfon Servis room sehabis mereka shalat. Sedang Sonia memilih berdandan didepan cermin. " Kok dandan lagi? Ajo tak bolehin keluar menemui Rianti lagi lho! kita akan makan dikamar dan setelahnya istirahat. " Ujar Frem sehabis menelfon, karna melihat istrinya begitu apik berdandan. Lelaki itu berjalan kearah Sonia dan siap menyerangnya dengan ciuman yang bertubi.

__ADS_1


" Muah...muah...Muah...." Frem menggosok pipi hingga leher Sonia dengan hidungnya yang mancung.


" Kan blush on nya baru terpasang sebelah Ajo...sudah dicomot." Rengek Sonia dengan bersesungut.


" Emang dandan untuk siapa?ntar habis makan semua ni riasan bakalan Ajo jilat nyampe abis. " Jawab santai Frem.


" Jadi habis makan masih?Kan tadi katanya mau istirahat! " Protes Sonia.


" Salah sendiri dadan cantik, sementara underwear


belum terpasang." Bisik Frem sembari menggesekkan sesuatu yang sudah mengeras lagi dibawah sana karna bersentuhan dengan bokong Sonia yang hanya dibalut terusan tipis lengan pendek dengan warna pink lembut selutut yang memang nampak seksi memancarkan keindahan kulit halus Sonia.


" CK," Sonia mendecak dan menggeleng dengan kecerobohannya yang malah memilih merias wajah


terlebih dahulu setelah memakai baju,tidak sadar bakal ada yang akan menggelendot begitu melihat dirinya makin bersinar.


Ning nong....Bel berbunyi membuat Sonia terlonjak senang karna dengan sendirinya Frem yang nafasnya sudah kembali sesak terpaksa mengurai pelukan dari belakang itu.


Sonia bergegas mencari benda keramat satu kantong yang sudah ia sediakan didalam kopernya sebelum berangkat, tatkala suami membukakan pintu untuk pengantar makan malam untuk mereka.


Makanan sudah tersaji dengan rapi dimeja makan, siap untuk disantap. Dua Servis room yang sudah menatanya sudah kembali. Namun Sonia masih sibuk membalik lemari.


" Ayo makan sayang..." Ujar Frem langsung menggendong Sonia.


Sonia yang sedang tercenung berteriak kaget karna digendong dengan tiba- tiba itu. Ia bahkan memukul dada Frem berkali- kali.


" Kau mengejutkanku penjajah modern! " Pekik sarkas Sonia.


" Pesilat mana boleh melamun seperti tadi sayang..." Bisik Frem sembari menggigit lembut kuping kecil Sonia yang memerah.

__ADS_1


Frem kemudian mendudukkan Sonia setelah menarik kursi dengan tungkai panjangnya.


" Jangan marah cantik...Kita makan dulu sebelum saling memakan. " Goda Frem begitu menatap wajah istrinya yang merah padam.


" Dikemanakan semua dalamanku yang satu kantong? " Tanya Cemberut Sonia.


" Sudah kubuang tadi, sebab selama tiga hari dalam kamar tak perlu dibungkus rapat begitu. Semua yang adik punya terlalu kuat dan susah dirobek, makanya Ajo buang. Tenanglah...esok pagi Tian dan Rianti akan membawakan Victoria’s Secret dengan warna- warna yang seksi. " Balas santai Frem.


" Ya Tuhan...Orang ini! Seenaknya menyuruh orang yang baru pacaran berbelanja barang begitu. " Gerutu Sonia.


Frem malah tertawa senang, membuat Sonia makin cemberut.


" Ja_ Ucapan Sonia terpotong tatkala mulutnya sudah dibungkam dengan suapan dari Frem.


" Semua makanan ini halal, dimasak oleh Ceff yang didatangkan khusus dari Tanah air. Beliau berangkat spesial untuk melayani tigahari bulan madu kita. " Jelas Frem tatkala Sonia masih menahan makanannya dalam mulut.


" Syukurlah...." Ucap lega Sonia dalam hati untuk makanannya, walau untuk yang satunya ia masih sebal.


Sonia menatap piringnya sejenak setelah mengunyah dan menelan suapan tadi.


" Bismillahi Awalahu wa Akhirahu. " Ucap Sonia.


Kemudian berniat meneruskanmakan,mengingat ajaran Momy yang tak boleh ribut ketika makan. Soniapun memutuskan untuk mencuci tangan dan menyantap isi piring yang sudah dihidangkan oleh suaminya. Perutnya yang laparpun berhasil mencegah hatinya yang marah karna perkara pembungkus segitiga yang telah dibuang sengaja oleh Frem.


Begitu selesai makan, servis roompun segera datang beberes. Baru saja mereka pergi, Frem sudah menarik Sonia dalam pelukannya.


" Ajo...Masih??? Ucap Sonia setengah teriak, ketika kedua tangan Frem sudah menyusup dan merayap menuju bukit kembarnya.


" Gizinya akan sempurna jika sudah minum susu." Ucapnya santai sebelum mengesap benda kecanduannya itu dari balik terusan yang Sonia pakai.

__ADS_1


Sonia menggeleng pasrah, ketika Frem akhirnya menuntun dan menindihnya keatas Sofa khusus bulan madu yang tersedia di Suilte Room itu.


Ia sungguh tak mengira pria yang selama ini terkenal dingin dan tak tersentuh wanita seperti Frem bakal semaniak ini.


__ADS_2