Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Sabar Sehari Lagi.


__ADS_3

"Takut kenapa? apa ada yang mengganggu lagi?" tanya Frem yang membuat kedua wanita itu gelagapan.


Deg


Tiba- tiba saja jantung didada Sonia memacu lebih kencang. Ella yang tidak pernah berbicara langsung dengan Frem juga sangat bingung harus jawab apa?


" Takut pada siapa yang dikatakan oleh Ella itu Nia? " Frem mengulang pertanyaannya. Kali ini dibalikkannya istrinya itu menghadapnya, membuat Sonia makin salah tingkah.


" Ya ampun...Bicara dengan kakak ipar membuat jantung rasa mau putus, wajar Nia sangat khawatir memikirkan akan tinggal berdua saja dengannya. Dia sungguh berbeda dengan Suamiku yang hangat, sederhana dan mudah didekati." Ella bergidik, tiba- tiba ingin rasanya ia cepat- cepat lari dari hadapan pengantin baru ini, takut sebentar lagi pertanyaan itu balik lagi padanya. Karna selain dari memiliki Aura yang menyeramkan, Ella percaya Frem memiliki sifat keingintahuan yang tinggi. Ia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang ia cari.Belum dapat alasan Ella pergi dari hadapan pasangan baru itu. Tiba- tiba Sonia berucap." Ella menanyakan apa aku takut dikasih obat oleh mamimu seperti waktu itu."


" Dia bukan ma__baru sampai disitu Frem berucap, telah datang Adam mendekati mereka, untuk menyalami Sonia.Sonia cepat- cepat melepaskan diri dari cengkraman suaminya.


" Malam bahagia kalian, Selamat ya! Akhirnya impianmu menikahi Nia terwujud. Malam beruntunganmu, malam yang menyedihkan bagiku, karna cintaku telah lepas sebelum sempat aku menyatakannya." Ujar Adam dengan bibir mengulas senyum pahit.


" Jadi kamu juga?" tanya Frem seraya mendorong pelan dada Adam.


" Iya Seno...saya juga pria kecil yang konyol, sudah mencoba curi- curi pandang pada Sonia sejak zaman kelas nol. Tapi kau datang sebagai pemenangnya, kedatanganmu membuat Sonia bahkan pindah dari sekolah. Aku kehilangan jejak dan kesempatan. Setelah bertemu kembali itu pertemuan pertunangan kalian, dan hari inipun aku harus mengakui kekalahan ku. Kau lelaki terhebat yang pernah kukenal, bisa membuktikan setiap ucapanmu. Hari ini aku menuntutmu bukti yang lebih penting.Buktikan cintamu pada gadisku, jangan pernah sakiti dia apapun yang terjadi. Kalau sempat aku mendengar Nia terluka karnamu, maka aku Adam yang ini, akan mengambilnya darimu, tak peduli kau memiliki segalanya dariku! apalagi dia bekasmu! " Ucap Adam serius, yang membuat wajah Frem mengeras menahan geram.


" Adam berani menyebut Sonia sebagai gadisnya, brengsek! " maki Frem dalam hati.


" Kau---Jangan harap kau punya kesempatan! " Geram Frem seraya menarik kerah baju Adam.


" Santailah sayang...Adam hanya bercanda. " Bujuk Sonia seraya menarik suaminya.


Ella mendapatkan kesempatan untuk menjauh diam- diam. Digantikan Bu Nuri dan Bu Ceni datang menghampiri Sonia. " Nia...Selamat Ya sayang..." Ujar Bu Ceni. Frem melepas cengkeramannya dari Adam, segan pada kedua gurunya itu.


Bu Nuri yang sempat melihat jelas adegan itu, menautkan kedua alisnya." Ada apa ini? " Tanya Bu Nuri bingung.


" Ngak ada Bu...mereka sedang memperagakan bagaimana dulu aku menghukum Seno karna berani menggodaku waktu diTK hari itu. " Jawab Sonia menghilangkan kecurigaan Bu Nuri.


Sedang Bu Ceni yang terkenal paling santai dari dulu, hanya senyum- senyum dikulum.


" Iya Bu! Kami lagi bernostalgia masa Diamond princess lagi ngamuk Seno waktu dulu." Seru Adam membantu Sonia meyakinkan Bu Nuri.


" OOO....He...He....Ibu begitu sangat cemas saat itu, takut Seno kenapa- kenapa.Makanya sehari setelah itu ibu telfon abangnya Sonia, dan Sonia langsung dipindahkan sekolah. " Kenang Bu Nuri sampai keceplosan.

__ADS_1


" Apa???Sekarang ketiga mantan muridnya itu beralih menatap bu Nuri dengan wajah angker.


" Kukira Seno yang memisahkan Nia dariku.Ternyata ibu Nuri biangnya." Batin Adam.


" Padahal kami sudah berdamai, menjalani dan menikmati hukuman kami dengan baik. Ibu ini,untung aku nekat mencari alamat Sonia diruang kepala sekolah, kalau tidak, bagaimana bisa ketemu Nia lagi? " Sungut Frem dalam hati.


Sedang Bu Nuri dengan tanpa merasa bersalah berkata." Selamat pengantin baru, semoga samawa... anak- anakku tercinta...Kalau sudah diputuskan jadi pasangan ya gitu, asam digunung, garam dilaut dalam kuali bertemu juga. Satu tinggal dengan beruang Kutub Artika dan satunya lagi hidup dengan kawanan pinguin diantartika, jika sudah waktunya bertemu, akan bertemu juga."


" Itukan jadi sulit, dan kemungkinannya sangat kecil! Seru Seno bersamaan dengan Adam. Menyadari mereka mengungkapkan protes yang sama, kedua lelaki itu saling pandang. Sedang Sonia dan kedua bugurunya terkikik geli.Hahaha...


Adam menarik nafas panjang ditertawakan oleh wanita yang dicintai dan ibu guru yang sempat beberapa menit yang lalu membuatnya kecewa karna keputusan masa lalu sang guru. Untung ada Bu Ceni yang sangat ia segani, jadi pria berusia 22 itu hanya menggeleng sedih.


" Ya sudah...begitulah kalau tak jodoh, ada saja yang tidak sengaja membuatnya pergi dari kita." Ucap Adam menghibur diri sendiri.


" Bu Ceni, Bu Nuri, Nia...Adam pulang duluan ya." pamit Adam sendu. Sebelum pergi ia masih sempat berbisik pada Frem. " Aku serius dengan ucapanku yang tadi tuan Seno, karna sampai detik ini hawaku masih Sonia."


Frem meremas bahu Adam. " Kuharap kau segera menemukan hawa yang lain, hawa yang ini sudah Syah menjadi milikku. Aku berjanji takkan parnah melepas Sonia hingga nyawaku lepas dari badan." Balas Frem mengepalkan tinjunya.


Ha.ha ha..Aku juga berharap begitu, kau tidak pernah melupakan janjimu ini, karna sesungguhnya aku tidak tega melihat dia terluka sedikitpun." Adam membalas remasan Frem.


Sonia, Bu Ceni dan BuNuri saling pandang, wajah ketiga perempuan itu mengeras memikirkan apa yang barusan dipertentangkan kedua lelaki bisik -bisik dengan ekspresi aneh itu.


" Nia...Bu Ceni pulang dulu ya, ibu mau nebeng dengan mobil Adam, lihatlah ia sampai lupa kalau tadi kami pergi bersama. " Ujar Bu Ceni dengan langkah terburu mengejar Adam.


" Baik Bu...hati- hati..." Sahut Sonia.


" Ibu juga pergi Nia, bapak sudah jemput didepan." timpal buNuri setelah membuka Cat dari Burhan suaminya.


Ya Bu....Sonia melangkah mengikuti Bu Nuri untuk melepas gurunya tersebut langsung kegerbang utama.


Tentu Frem tidak membiarkan Sonia sendiri, karna punggung Adam masih terlihat.


Boy, Bahar, Bahri, kakek Han, Tiono dan yang lain dari tadi hanya bisa melongo, menatap pengantin baru yang dari tadi masih saja sibuk dengan tamu mereka, bahkan sungkeman pada keluarga mereka belum sempat.


" Sudah jam setengah dua belas, sepertinya kita akan tetap mengadakan resepsi dadakan dilebaran kedua Boy, agar kedua pasangan muda itu bisa lebih leluasa melepas masa lalu mereka dengan bertemu dengan orang- orang dimasa lalu itu diresepsi, jadi setelah mereka bersama, tidak ada lagi gangguan masa lalu, karna semua sudah tahu

__ADS_1


Seno dan Sonia sudah Syah." Ujar Tiono.


" Ya kek...Aku setuju. " sahut Boy.


" Undangannya kita sebar secara online biar cepat." timpal Han.


" Perketat keamanan kedua pasangan dan dilokasi pesta! " Timpal Bahar.


" Kita adakan dihotel saja yah, biar Mimi tidak teringat kakek dan nenek dan nangis seharian lagi." Usul Bahri.


" Adakan dirumah baru mereka saja, sekalian pindahan rumah. " Ujar Wiliam.


" Mami setuju! " Seru Anjani yang diangguki yang lain.


-


-


Sonia dan Frem kembali, keduanya langsung mulai sungkeman karna melihat semua keluarga sudah berkumpul.


Setelah bersalam - salaman, pelukan dan mendapat banyak Wejangan. Frem ditarik oleh kedua kakeknya untuk pergi. Sedang Sonia sudah dipegangi oleh Bella dan Raisa.


" Kek...Istriku kenapa ditinggal? Kan sudah Syah! "


" Sabar sehari lagi! Baru kami melepas kalian bersama." Ujar Tiono santai.


Kek...." Rengek Frem...Besok lebaran, masak kami dijauhkan?"


" Ya Elah....ngak jauh juga..." tambah kakek Han.


Bersambung...


Ya ,besok lebaran kawan- kawan reader semua...Selamat Menyambut hari yang Fitri bagi yang merayakannya...Mohon maaf lahir batin...Jika ada yang kurang berkenaan dihati dari cerita kita mohon maaf, dan andai ada alur dan pemilihan kata yang kurang pas, harap dimaklumi, karna penulis belum frofesional, apalagi aktifitas menulis hanya disela kesibukan bekerja di perusahaan dan sebagai ibu dari tiga anak. Kadang baru dapat waktu senggang dan mulai nulis perangkat diminta anak, jadi buyar lagi idenya, ilang kata- katanya. Maaf...


Minal Adin wali Faizin...🙏 dari penulis sekeluarga.

__ADS_1


Makasih banyak buat yang masih mampir di Posesif Daddy and Genius Boy sampai hari ini. Alhamdulillah masih rame.


Dan selamat berlibur dan salam sayang buat pembaca semua...


__ADS_2