Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Berbagi Makanan.


__ADS_3

Frem merasa diperlakukan seperti anak kecil oleh kedua kakeknya. Bagaimana Frem tidak kesal,baru saja menghadapi peristiwa yang mengejutkan, pria itu sudah dipaksa pulang kepanti bersama kakeknya.Didalam lif pria muda itu diam dengan wajah masam. Han dan Tiono hanya tersenyum menatap Frem, mereka merasa tidak bersalah sedikitpun membawa Frem, padahal Frem masih ingin mengurus dalang dibalik makanan yang mengandung Hipnotikum yang diberikan padanya Jean, Ella dan Sonia.


" Aku baru saja mengkonsumsi obat tidur kek, bagaimana bisa membawa mobil, itu berbahaya." Ujar Frem seraya membuka pintu tengah dan masuk dengan melempar dirinya ditempat duduk.


" Cek, Apakah kau masih tertidur Frem? hingga tidak melihat kalau dibelakang kemudi sudah ada orang, sudah jelas mengambil posisi duduk ditengah masih menggerutu." Tiono mendecak kesal.


Frem menegakkan kepalanya yang dari tadi ditekuk, dan memandang kedepan. Dimana kedua kakeknya sudah duduk disamping kiri sopir.Sopir menoleh pada Frem dan tersenyum." Bahri!"sapa Frem masih dengan mata berat.


" Ya, aku yang bawa Uuo Tiono dan Han kesini."Balas Bahri


" Dimana saudara kembarmu? tidak ikut acara Daddymu? " tanya Frem heran, karna dari awal tidak melihat keluarga Boy selain Sonia diacara ini, bahkan papi william tidak ada.


" Abangku lebih senang menemani gadis baru beranjak remaja dipanti. Sedang keluarga yang lain selain ayah, sedang berkumpul dirumah utama,apalagi kakekku kurang sehat, ia tidak membolehkan anggota keluarga yang lain jauh-jauh darinya." Jelas Bahar.


"Bagaimana Mimimu tidak pulang, sedang papinya sakit." Frem heran dengan Sonia yang santai bekerja dipanti dan dirumah sakitnya, sedangkan Wilii papi kesayangannya sakit.


" Kakek bukannya sakit, hanya kurang enak badan, dia memang begitu, kalau kurang enak badan sedikit akan kelewat manja, soal Mimi, ia pulang seperti Jinni kerumah utama, datang dan pergi sesuka hati. Baru tiga hari ini ia takpulang, sedang kami baru sampai kemarin sore dari Jerman, makanya nyusul dia kepanti, sekalian mengunjungi - " Bahri berhenti disitu saja.


" Pasti Cery! " tebak Frem yang sering mendengar nama Cery dari Wafi.


" Sepertinya Tuan sudah ngantuk berat, kita jalan ya, " Ucap Bahri mengalihkan pembicaraan, karna mendengar nama Cery saja pipi pria muda itu sudah Semerah Cery.


" Mimi bagaimana? " tanya Frem spontan.


" Mimi sudah kembali bareng ayah. " Ujar Bahri.


" Bagaimana bisa semua pengawal jadi ceroboh."


Sungut Frem.


" Mereka terkena mencret semua, bersamaandengan kalian makan makanan yang dibubuhi obat tidur, merekapun dapat bagian obat cuci perut." Ujar Bahri.


"Tapi tenanglah, ayah juga sudah mengarahkan "orangnya untuk menangkap pelaku." Bahri berusaha membujuk Frem, melihat wajah Frem tegang.

__ADS_1


"Orangku juga takkan tinggal diam." Balas Frem.


Kemudian Frem teringat lagi pada Sonia, tak dapat dihindari, bibirnya mengulas senyum." Bahkan semua sudah dibongkar oleh ponakanmu,tiada gunanya kamu menyamar lagi."Sorak Frem dalam hatinya, wajah Sonia yang asli juga sudah berhadapan langsung dengannya, walaukemudian gadis itu memutuskan untuk menutupinya lagi.


Frem memasangkan sabuk pengaman untukkedua kakeknya dengan hati- hati agar tidak membangunkan keduanya yang sudah ngorok bersahutan.


" Aku tahu mereka diundang oleh Mimi, tapi aku tahu mereka datang untukku, bahkan mereka lebih mengantuk dari aku yang diberi obat tidur." Batin Frem.


" Duo Uo itu sangat menyayangimu tuan." Ucap Bahri lirih.


" Ya, mereka membawamu kesini hanyauntuk menjagaku, padahal kondisi mereka sudahbegini."jawab Frem tak kalah lirihnya.Lalu Bahri dan Frem saling melempar pandang dan tersenyum.


"Lain kali panggil nama, atau kalau mau boleh panggil Gu Zhang." Usul Frem.


" Oke,Paman..." balas Bahri.


Lalu Frem mengacungkan ibu jarinya kedepan,Bahripun tersenyum hangat, kemudian mulai menghidupkan mesin mobil.Mobil melaju meninggalkan area parkir dipandu peluit petugas parkir.


"Pria ini sangat kaku, tapi pada orangterdekat dia sangat penyayang,tidak terlalu burukuntuk Mimi, aku takkan menyesal membantu kedua Uo ini, dan untung kami tiba tepat waktu." Gumam Bahri, melihat Frem yang ikut terlelap dari spion mobilnya.


"Ko, Sonia tidak pulang sore ini, ia mungkinpergi sebagai adik pemilik acara." Han berfikirsembari membolak balik undangan Sonia.


" Undangan itu untuk petinggi-petinggiperusahaan dan orang- orang penting didunia bisnis bukan?" tanya Tiono memastikan.


"Iya Ko, aku kira tuan Bhalendra akan sekalian melihat CEO muda yang sedang dekat dengan adiknya, atau justru sekalian mencari calon pasangan untuk Sonia." Han mulai berfikir kemana- mana karna cemburu, takut Mimi mereka jatuh ketangan pria lain.


Melihat abangnya masih diam,Han kembali berkata."Bila Mimi menikahi pria lain,aku khawatir pria itu tidak akan membebaskannya menyayangi kita seperti ini lagi.Aku kalau takada Mimi,lebih baik kembali ke Beijing."Ketus Han melihat Tiono yang sudah tahu kisah masa kecil Sonia dan Seno masih terlihat tenang.


" Maksudmu yang terbaiknya bagaimana, apa kita jodohkan dengan membuat Seno seolah bukan Frem dengan memintanya menyamar,sesuai ideku mula- mula? " Tiono mencoba berunding dengan adiknya.


" Kelamaan! nanti ada orang yang lebih duluan, koko kira kita saja yang menyukai Sonia? " tanya Han segaja memancing abangnya.


" Tidak! aku tidak mau itu sampai terjadi! " Balas ketus Tiono.

__ADS_1


"Mandi dan bersiaplah! Aku akan mencaribantuan agar kita mendapatkan bantuan untuk ketempat itu."Titah Tiono kemudian.


Han terlonjak senang. " Yes, Aku akan segera."


Tiono tiba dipanti mencari Cery. Ia menemukan saat Bahar sedang asyik bermain dengan anak panti sembari bercanda dengan Alin kekasih remajanya. Sedang Bahri sibuk mengurus takjil bersama koki didapur dengan Cery yang sekarang jadi kepala panti yatim piatu.Bahri yang ramah langsung menyambut Tiono.


" Ada apa Uo? " Tanya Bahri yang langsung tahu dari sorot mata lelaki yang sudah hampir seabad itu kalau ia datang karna ada yang ia inginkan.


Mendengar dirinya dipanggil Uo, keberanianTiono makin meningkat untuk menyampaikan isi hatinya."Ini akan mengganggu rencana kalianuntuk buka bersama sembari sayang- sayangan." Ujar Tiono sembari tersenyum malu- malu.


Ha...ha..." Uo drama sekali, katakan saja, bila bisa aku bantu. " Ujar Bahri.


Tiono menyampaikan keinginannya, belumsempat Bahri berfikir, Cery sudah mendorongnya pergi." Pergilah, bantu Uo, acara kitakan masih bisa dilanjutkan lain hari, kan tidak balik lagi ke Jerman.Ngak baik nolak orang tua." Ujar Cery.


"Syukurlah.. Untung Ceweknya baik." Tiono bersorak dalam hatinya.


Akhirnya berkat dorongan Cery, Bahri menyanggupi. Bahri menelfon sopirnya untuk mengantar mobil, selagi kedua kakek beberes.


Ketiga lelaki itu tiba di gedung tepat saat Frem , Jean, Sonia, dan Ella tertidur dimeja makan, sedang para pengawal mereka entah kemana.


" Mereka melihat dua orang pria datang mengangkat Jean. Maka dengan sigap Bahri menggendong miminya. Sedang Tiono dan Han memanggil OB untuk membantu mereka membawa Frem." Kita bawa mereka kekamar Frem saja, biarkan Wanita itu tinggal, biar mereka mengira itu Sonia, kita mau lihat apa yang sedang mereka rencanakan. " Ujar Tiono.


Sebenarnya Bahri ragu mengantar miminya satu kamar dengan Frem, tapi karna mereka sama- sama tidur, tidak diberi obat perangsang, Bahri mematuhi kedua kakek.


Setelah mengantar Frem dan Sonia satu kamar, Kedua kakek berjaga didepan pintu disertai Monitor CCTV yang disambungkan Bahri dari kamar Frem dan Sonia. Sedangkan Bahri melakukan pengintaian selanjutnya.


Flas back of


Setelah Melihat Frem dan Sonia terbangun, Han membukakan Pintu, tanpa Sonia dan Frem tahu kalau Bahri dan kedua kakeknya sudah ikut andil menggagalkan misi Jessi untuk membuat Jean dan Sonia tidur dikamar yang sama, untuk mendapatkan mantu seorang Sonia.


Acara perayaan persahabatan Sonia dan Ella dengan memakai pakaian yang sama, dan berbagi makanan, juga kemiripan mata Frem dan Jean dibalik masker, membuat orang suruhan Jessi ragu, ditambah sikap sok hangat Jean dengan membagi makanan kepiring abangnya, membuat kedua pria ini sama- sama terkena obat tidur dosis rendah, karna mereka hanya makan beberapa sendok saja, Efek kelebihan minum saat berbuka.


Bersambung...

__ADS_1


Bagi yang mampir kasih jejak ya say, orang yang murah hati, semoga murah Rizki juga. Aamiin..


__ADS_2