
" Aku sangat mengantuk, kita langsung tidur ya." Sonia merebahkan tubuh mungilnya ditempat tidur king size mereka. Menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
" Tunggu!" Frem berusaha mencegah istrinya, berharap masih bisa bercumbu sebentar menjelang tidur. Namun tak ada lagi jawaban dari balik selimut tebal itu.
Frem geleng- geleng melihat tingkah istrinya. " Kurasa kamu tidak akan tahan lama tidur begitu Nia.." protes Frem menarik selimut itu supaya lepas dari wajah Sonia.
" Se_ ucapan frem terhenti, saat selimut yang menutupi wajah Nia berhasil disingkap, ia mendapatkan istrinya itu sudah terlelap dengan nafas yang sangat teratur. " Ya Tuhan...semudah itu ia tidur!" Seru Frem menggeleng pasrah.
" Uhff... Dengus Frem kemudian.
Lelaki tampan itu menatap Sonia beberapa saat setelah berdamai dengan hatinya, menikmati keindahan wajah imut yang terlelap dengan damai , lalu perlahan menundukkan wajahnya. Sebuah kecupan lembut mendarat dipipi Sonia.Cukup lama Frem mengesap pipi mulus itu, merasakan tak ada respon sedikitpun,Frem benar- benar yakin Nia tidak pura- pura tidur. Dengan sedikit kecewa,Frem berbaring disisi kanan istrinya,menarik selimut dengan hati- hati, pria itu lalu memejamkan mata setelah menarik lembut Sonia dalam pelukannya.
" Apa kita akan lalui malam ini untuk istirahat saja sayang..." Bisik Frem berharap suaranya masuk kealam bawah sadar istrinya. Bukannya terbangun, Nia malah makin nyaman dengan tidurnya.Tidak butuh waktu lama Frem pun turut terhanyut kealam mimpi. Lelaki muda inipun membawa khayal dan hasratnya dalam mimpi yang indah.
SONIA terbangun dan merasakan ada benda yang berat menghimpit dadanya. " Auwwwwww...." Pekik Sonia mendapatkan dirinya tertidur dalam pelukan seorang lelaki.
" Nia! Ada apa teriak- teriak tengah malam begini." Ujar Frem masih setengah bangun, dengan mata masih berat, Frem menatap jam dinding kamar mereka.
" A_ anu, aku hanya belum terbiasa tidur dengan pria muda." Sahut Sonia gemetaran. Sonia berusaha menyingkirkan tangan Frem dari dadanya, tapi pria itu malah memegang tangan Sonia, dan secepat kilatmerangkak diatas tubuh istrinya. Sekarang Frem sudah berhasil mengungkung Sonia, menatap lekat manik mata Sonia dengan tatapan siap memakan.
" Kalau sudah biasa tidur dengan pria muda, apa kau fikir Seno masih mau??? " Ucap Frem semberi melahap bibir Sonia yang bergetar.
Sonia merasakan tubuhnya makin bergetar, namun ia tak dapat menahan diri untuk tidak membalas pagutan hangat dan menuntut itu. Lama dua insan itu saling mengesap manisnya bibir dan indahnya permainan Indra pengecap yang saling membelit, hingga pasokan oksigen benar- benar menipis, keduanya sudah tersegal- segal, barulah pagutan itu terlepas.
Sonia tersadar dan teringat perkataan Frem " Berarti kalau aku sudah sisa orang, kamu tak mau ya? Cintamu terlalu tipis tuan, hanya sebatas itu saja!" Ujar Sonia melepaskan diri dari cengkraman Frem dengan sedikit kasar. Membuat suaminya tercengang dengan kedua alis menaut.
Dengan merenggut Nia duduk dan turun tergesa- gesa dari tempat tidur, lalu berlari kekamar mandi dan mengunci dirinya didalam sana.
Frem makin bingung, sampai terfikir ada yang sudah tidak beres dengan istrinya. Sudah seperempat Jam Sonia mengunci diri dikamar mandi, membuat Frem makin curiga dengan Sonia.
__ADS_1
" Nia... Buka pintunya cepat, jangan membuatku khawatir. " Panggil Frem menggedor pintu kamar mandi.
" Tunggu sebentar! " Aku baru siap. " Sahut Sonia dari dalam.
Frem menghembuskan nafas kasar beberapa kali.
" Mengapa dia berubah begitu setelah Syahh jadi milikku? " Frem bertanya- tanya dalam hatinya. Lelaki itu duduk bersandar ditempat tidur sembari bermenung, karna ia bukan perokok, ia hanya beberapa kali menghembuskan nafasnya dengan kasar setelah beberapa kali memandang pintu kamar mandi yang belum juga terbuka.Ia lupa kalau ia sudah berkata sumbang ditelinga Sonia. Hingga Sonia merasa perlu melakukan sesuatu pada suaminya itu.
" Maaf...Aku dapet, makanya lama dikamar mandi." Ujar Sonia setelah berbaring kembali ditempat
tidur dengan menghempaskan tubuhnya.
" Dapet? Bukankah jadwal biasanya tanggal 24, 25 atau 26, lama waktunya berkisar 4- 6 hari. " Ujar Frem membuat Sonia terdiam sejenak. Namun ia sedikit percaya, melihat mood Sonia yang berubah- ubah.
" Ternyata ia juga sudah menyelidiki jadwal dan siklus haidku, tapi aku tidak mau mengalah begitu saja. " Batin Sonia.
" I_ ini diluar jadwal biasa, akupun sempat heran, pengaruh pola makan yang berbeda selama puasa kemaren kali. " Ucap Sonia membuat alasan.
" Ingin menipu Seno?" Goda Frem sembari membelai wajah Sonia yang sekarang ada diatasnya.
" Tidak rasakan ini tebal? Aku baru saja membalutnya. " Ucap Sonia berusaha sesantai mungkin. Padahal dalam hati ia sangat gelisah karna tidak pintar berbohong.
" Hugfff...Mengapa susah sekali berbohong ya." Sonia mengumpat diri sendiri dalam hati, karna merasakan tubuhnya berkeringat, tak kuat menipu suami sendiri.
Frem mengusap perut Sonia, lalu menurunkan tangannya kebawah. Merasakan bagian inti istrinya
memakai ****** ***** dan pembalut, Frem kembali mengeluarkan tangannya." Tidurlah lagi! Aku sholat malam dulu. " Ujar Frem melepas Sonia dan membaringkannya setelah mengatur bantal.
" Ma- makasih..." Gumam Sonia tercekat.
__ADS_1
Malam pengantin ini terlewatkan begitu saja. Melihat Suaminya begitu lama bermunajat,Sonia mendegup salivanya yang tiba- tiba terasa pahit.
" Maafkan Nia Seno...Ampuni aku Ya Tuhan..Nia masih belum siap. Nia takut Seno terburu- buru, Nia ingin kita pacaran halal dulu sebelum bersatu. Nia ingin melihat sebesar mana Seno bersabar menunggu Nia. Nia juga ingin tahu, gimana reaksi Seno kalau Nia menyembunyikan hal yang besar, makanya Nia coba dulu dengan menyembunyikan ini." Ucap Sonia dalam hatinya. Gadis itu sebenarnya tidak tega mengabaikan tanggung jawabnya sebagai seorang istri, tapi Nia butuh bukti yang lebih dari Frem, bukan sekedar setumpuk harta dan Ijab Qobul saja atau hasrat belaka.
Seno kembali berbaring disisi Sonia usai sholat.
" Tidurlah...Aku masih menunggu waktu subuh." Ujarnya pelan, terdengar sekali ada nada sedih dari sana.
" Apa semua lelaki seperti itu, akan terlihat sendu jika tidak segera mendapatkan junk food nya? " Sonia masih bertanya dalam hati karna tak enak hati. Gadis itu memejamkan matanya, namun sedikitpun ia tidak bisa terlelap lagi sampai pagi.
*
*
*
" Selamat pagi suamiku! " Sapa Sonia sembari mengecup pipi Frem sehabis sholat subuh.
" Darimana? " tanya Frem sembari membawa Sonia duduk dipangkuannya.
" Aku habis memeriksa papi sebentar,setelah itu melihat kak Roy sama bi Cici masak sarapan apa pagi ini."
" Mhem...Kenapa jantungnya maraton? kayak jantung pencuri yang lari dari kejaran polisi? " Goda Frem setelah meraba dada membusung milik istrinya. Frem melupakan kekecewaan semalam,
ia tidak mau kebersamaannya dengan Nia jadi canggung hanya karna ladang sepetak. He...He..
" Kau ini! Gimana tidak meloncat jantungnya, yang kau sentuh itu salah satu dari daerah berbahaya." Ucap Sonia.
" Hahaha....Sory cantik! Seno sengaja kok menggoda Sonia." Ucap Frem seraya mengecup puncak kepala Sonia.
__ADS_1
Sonia makin tak enak hati, karna beberapa hari ia akan terus melanjutkan kebohongannya." Bagaimana reaksi Seno jika ia tahu aku cuma bersandiwara? " tanya hati Sonia. Tapi ia masih ingin menguji kekasih kecilnya ini selali lagi.