Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Bertemu


__ADS_3

Frem susah tidur, ia sudah mencoba bekali-kali memejamkan matanya, tapi sangat sulit sekali.


Frem berjalan hilir mudik didalam kamar, bahkan ia keluar, berjalan dikorodor. Setelah capek, iapun memutuskan  main kepos security.Entah mengapa jiwa merakyat frem, datang tak disengaja, dipertengahan malam ini.


Dua orang satpam yang berjaga disana menyambut Frem, karna frem tamu yang dibawa sendiri oleh nona mereka.


" Malam tuan muda, belum mau istirahat ya?" Tanya salah seorang security sembari menyodorkan sebungkus rokok Surya pada Frem.


" Saya tidak merokok bang Manaf." tolak Frem sembari duduk dikusi kosong disamping Manaf.


" Maaf tuan muda. " Ucap Manaf sungkan seraya mematikan api rokoknya.


" Dulu saya tidak merokok Tuan, sejak kerja jadi penjaga keamanan yang mengharuskan berjaga, coba-coba rokok


bang Manaf, Eh, sekarang jadi Candu. " timpal Asep, satpam yang lebih muda


"He...he....Makanya saya ngak mau coba- coba, nanti candu jadi rugi, bergantung pada pemicu penyakit." Frem tertawa ringan.


" He....he...Kami yang bodoh, sengaja membawa diri sendiri dalam masalah." Manaf tertawa sambil garuk kepala.


Frem menatap Manaf dan Asep bergantian. " Tidak terlalu bodoh, Kalau saya yang merokok dan minum minuman keras, baru dikatakan bodoh. " Ujar Frem dengan senyum Misteri. Kedua satpam langsung merapat." Ada apa Bos? "tanya keduanya hampir bersamaan.


Frem kembali tersenyum, melihat kedua orang satpam yang baru dikenalkan Mimi sore tadi pada dirinya dan anak buahnya, begitu sangat lengket seperti teman lama begitu merindu hingga tak mau jauh keduanya menempel.


" Jangan sampai ada yang melihat ini, nanti ada pula yang salah kira aku CEO belok. " batin Fem. Namun ia tak dapat menutup senyum dari bibirnya, melihat wajah polos kedua satpam.


" Mereka terlihat lucu dan menggemaskan, wajah mereka benar-benar seperti anak kecil yang menunggu dibelikan


mainan, apa mereka juga menyukai siaculun ya? Gimana bisa orang seperti ini diberi tugas  menjaga keamanan."  batin Frem geli diapit oleh kedua penjaga keamanan panti ini.


" Tuan, mengapa anda katakan diri anda yang lebih  bodoh kalau merokok? " tanya Asep dengan memelas.


" He...he...tidak! Saya hanya bercanda. " Balas Frem seraya menggidikkan bahunya.

__ADS_1


Frem menatapi keduanya, teringat kakek yang dipijiti Mimi dengan manjanya tadi, Frem jadi ingin ikutan dipijit.


" Apa kalian mau bantu saya, tengkuk dan punggung ini terasa sangat berat dan sakit. " Ucap frem sembari


menepuk punggungnya,sekalian mengalihkan perhatian kedua security ini.


" Tentu tuan muda, biar Asep yang Urut, Asepkan turunan tukang pijit tujuh turunan. " Jawab Asep lebay seraya menunjuk_nunjuk dadanya.


" Ya, tuan saya sering juga minta pijit gratis sama Asep. "Ujar  Manaf mendukung rekannya.


Asep mulai memijit punggung Frem.


" Kalau saya pasti akan membayar, bila kerjanya bagus, maka saya akan bayar lebih. " Balas Frem.


" Kami tidak minta bayar tuan muda, nona Sonia sudah menggaji kami dengan gaji yang pantas." Celetuk Asep tanpa sengaja.


" Apa? Kalian kenal Sonia pemilik panti ini. " tanya frem dengan wajah berbinar.


" Katakan semua tentang Soniaku Asep, Manaf ! Ini akan menjadi pendapatan terbesar kalian sepanjang tahun ini."


Ujar Frem dengan suara bergetar, menatap kedua satpam itu dengan raut penuh harap.


Asep memucat, hatinya sangat menyesal sudah sembarangan berucap, ditatapnya Manaf dengan penuh sesal.


Manaf hanya angkat bahu, membuat Asep kian merasa bersalah.


Selama ini mereka selalu menjaga rahasia tentang nona mereka pada orang asing, entah mengapa pada Tuan muda permana ini ia keceplosan. Melihat tatapan penuh selidik Frem, Asep kian cemas. " Sepertinya pria ini takkan mengalah begitu saja. " Hati Asep  makin ciut, bahkan Asep sampai memeluk dadanya sendiri.


" Katakanlah, aku bukan musuh, aku teman kecilnya. " Bujuk Frem dengan lembut dan hangat.


Asep dan Manaf menarik nafas panjang bersamaan. Sebenarnya apa yang dikatakan tuan muda ini tidak salah,


bahkan kakek lelaki ini kesayangan nona mereka, tapi sekali lagi mereka tidak mau berkhianat. didalam hati

__ADS_1


Asep dan manaf bedoa, semoga ada keajaiban hingga Tuan muda permana ini segera tepaksa pergi dari hadapan mereka.


Tba- tiba  telfon frem berdring, membuat kedua satpam itu sejenak menarik nafas lega.


" Bos...  Nona Mimi meminta kita makan sahur. " Ujar Wafi begitu telfon tersambung.


" Makan lagi? kan baru saja, kau ini mengganggu saja! " balas Frem dengan suara tinggi.


" Kakek memintamu ikut sahur tuan." Sebuah suara rendah terdengar ditelfon membuat bibir frem terdiam.


Lama Fem terdiam, sebelum akhirnya menjawab. " Tunggu, aku mau dengar cerita Sonia dari Asep.


Wafi terkejut. " Untung speakernya sudah kumatiin. " batinnya.


" Emang Bos ada dimana? " Wafi kembali cemas, karna sudah mengabaikan Frem akibat kantuk berat.


Sedang Asep kembali asma dadakan mendengar Frem masih menuntutnya untuk cerita.


" Kembalilah kedalam tuan Muda, saya sudah bertemu data tentang nona Sonia. " Pinta Wafi ditelfon


dengan nada membujuk.


" Apa! Kau serius Wafi? Awas kalau salah! " Balas Frem dengan ancaman.


" Tenanglah, aku sudah benar-benar bertemu. " Jawab Wafi mantap.


Bersambung....Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalaninya.


Maaf ya pembaca setia, Bila Up nya kurang nendang, habis penulis lagi galau, FB penulis dibajak, ngak ada lagi


lapak menulis diponsel Autor, karna Tersentuh anak. Donlowd baru ngak bisa loding dengan akun lama, karna akun lama loding dengan FB. Loding dengan akun baru lapaknya Hilang. Untung ada lapak dileptop yang belum kehapus,


tapi kalau dileptop ngak seenak nulis diponcel, apalagi untuk perbaikan tulisan, lebih enak dengan ponsel, menurut autor pribadi sih, kalau yang lain ngak tau ya.

__ADS_1


__ADS_2