Cool CEO Couple Stubborn Girl

Cool CEO Couple Stubborn Girl
Berpayungkan Langit.


__ADS_3

Siang hari, jam istirahat Jean meminta Edi untuk mengantarnya ketempat pemotretan Ella. Saat ini Ella sedang syuting produk kecantikan dari Putri Cosmetic.


Syuting baru dimulai ketika Jean dan Edi tiba dilokasi. Gadis itu cukup terkejut dengan kedatangan Jean, karna biasanya ia yang selalu menemui Jean dirumah utama atau dikantornya. Jean menunggu dilokasi selama hampir satu jam. Ia sudah izin sama pimpinan untuk menghabiskan waktu pribadi setengah hari ini. Walau pimpinan Abang sendiri, Jean tidak mau keluar semena-mena tanpa izin dari Frem. Ini sudah terlatih sejak ia menjadi wakil Fredy. Ia sangat tahu posisinya sebagai orang nomor dua di perusahaan Permana ini.


" Bos, apa tidak masalah melamar Ella hanya dengan cincin mas biasa, tidak berlian gitu? " tanya Edi masih ragu dengan pertoubatan Ella sahabatnya kalau soal materi.


Jean tidak menjawab Edi langsung. Tapi pria muda itu beralih menatap Ella yang masih sibuk bergaya didepan kamera sembari mengacungkan jempolnya. Ella membalas dengan tersenyum, senyum itu begitu makin manis, tatkala sang kekasih menyemangati.


" Ini sekalian menguji Calon istri Ed, apa cintanya masih sama seperti cinta gadis- gadis sekarang.


" Kalau sama gimana? tantang Edi.


" Kalau sama ya ngak nerima aku, ya terpaksaputus. Karna istri itu bukan cuma patner saat enak saja. Sebagai pria yang banyak kekurangan, aku harus punya istri yang siap jadi teman hidup saat lapang atau sempit, selagi sakit atau sehat,susah atau senang. Miskin atau kaya. Karna hidup seperti roda yang selalu berputar. " Ucap Jean lirih.


" Sama bos! semua juga pada ingin istri yang bisa menerima kita apa adanya, bukan ada apanya, tapi zaman sekarang kayaknya susah bos, entah sicunguk sudah nyadar akut! " Seru Edi lantang.


" Suuut....Kau ini, jangan merusak rencana uji cobaku dengan suara dan ucapanmu yang tak berbandrol itu. " Cegah Jean.


" He...he...Sory. Edi nyengir, lalu menutup mulut dengan tangannya.


Sedangkan Ella nampak resah,matanya sering curi pandang pada Jean." Kalau sudah ngak tahan kangen berat, boleh break sebentar nyambut tuan mudanya nona." Goda sang sutradara.


" Ngak usah,sekali ini biarkan ia menunggusampai selesai." Balas Ella pelan.


" Okelah, fokus biar cepat selesai." Ujar sutradara mengarahkan Ella.


" Sip! " Jawab pendek Ella.


Dikursi tinggu, wajah Jean mengeras, melihat kekasihnya bisik- bisik dengan sutradara.


Edi menyentuh pundak Jean. " Akhirnya bos merasakan cemburu juga kan, karna pada dasarnya Ella adalah peri yang cantik, cuma waktu remaja dulu dia bergaya yang tidak sesuai, jadi kecantikannya teralihkan oleh gaya yang tidak pas itu. " Ujar Edi.


Jean menatap curiga Edi." Lo ngak pernah suka sama dia kan, kok sedetail itu ngingat semua." tanya Jean mengernyit.


" Ho...ho...ho..." Mana sempat aku suka sama Ella bos, orang dia dari SMA sudah tidur sama Bos, aku maunya yang asli, tak Sudi bekas teman sendiri.


Edi mengernyit sendiri." Tapi aku heran juga ya, Ella yang dulu agresif dan nyebalin tukang kuras, sekarang jadi jaim dan ngak suka menggoda lagi." Ucap Edi tentu hanya dalam hatinya, kalau langsung tidak mungkin, takut merusak suasana hati Jean dengan mengingatkan masa lalunya.

__ADS_1


" Kok malah bingung, jangan - jangan lo pernah suka sama dia. " Tuduh Jean.


" Ngak lah! Spontan Edi menyanggah.


" Trus siapa yang lo suka? " tanya Jean masih curiga.


" Aku malu Bos, tunggu aku punya usaha sendiri dulu baru berani ungkapin ini. " Ujar Edi dengan pipi


bersemu merah.


" Anak gedongan?atau malah baru lahir? " tanya Jean dengan mencebik.


" CK, bos ini mau tahu saja, pokoknya ngak Ella, aku


suka pada gadis yang baru numbuh, butuh waktu lama dan usaha yang besar untuk mendapatkannya." Edi mulai menggaruk kepalanya seperti sikonyol yang lagi banyak kutu. Sedang matanya menerawang menatap langit biru. Salivanya menitik tanpa sengaja.


" Sudah, tak usah pasang ekspresi malu- maluin gitu, Lap tu liur! " Cegah Jean seraya menarik tangan Edi dari kepalanya.


Edi tersenyum konyol, seraya mengusap salivanya dengan sapu tangan yang ia keluarkan dari saku kemejanya.


Edi juga pria yang memiliki ketampanan diatas rata- rata. Tubuh atletis dengan tinggi 165 Cm, kulit kuning langsat matang, rambut hitam lebat, alis tebal, hidung bangus, mata lebar, bibir merah dan selalu basah, rahang tegas. Ketampanan produk asli, kalau ada campurannya itu mungkin sudah beberapa turunan sebelumnya yang tidak terbaca sejarah lagi, karna pria muda ini sudah sejak kecil kehilangan kedua orang tuanya, ia tinggal dengan bibi dan pamannya yang bekerja disebuah pabrik untuk menafkahi mereka bertiga sebelum Edi bekerja di PJG sebagai asisten pribadi Jean.


nantipria itu berguling- guling ditanah, kan Jean sendiri yang repot dan malu.


Akhirnya Syuting Ella selesai. Gadis itu segera melangkah menuju kursi tunggu kekasihnya." Maaf ya sayang, membuatmu menunggu selama ini." Ujar Ella seraya duduk dibelah Jean.


" Jangan mepet- mepet sekali, ntar puasa bos batal." Cegah Edi.


" Alah! Bilang aja lo ngak kuat jadi obat nyamuk! " cibir Ella.


" He...He...Kalau itu sudah biasa gua. " kekeh Edi.


pria itu ingin melangkah pergi, tapi Jean mencegahnya dengan menggeleng keras.


" CK, bakal jadi gajah berbelalai panjang alias Vape juga nih gua. " kesal Edi.


Sedang pasangan itu tersenyum manis tanpa dosa.

__ADS_1


" Ella...." Panggil Jean.


Ella meremas Jemari Jean dan menatap kekasihnya itu." Kenapa? masih soal semalam?" tanya Ella menatap Jean dalam, setelah memutar kursi menghadap Jean.


Jean mendegup Salivanya, dan balas menatap Ella lembut. Sorot kasih sayang terpancar dari sana, Ella merasakan kehangatan dari sana.


Kamu tahu kalau aku tidak pewaris utama, tidak romantis dan jauh dari kata sempurna.Tapi kamu harus tahu la, kalau aku sudah sadar cintaku padamu cukup sempurna, dan semua ini tumbuh seiring waktu dan kebersamaan kita." Ujar Jean susah payah.


Ella menunduk dan menggigit bibirnya untuk menahan agar kuat tidak memeluk Jean.


" Aduh Jean, mengapa sih ngomong yang manis- manis saat puasa gini." batin Ella.


" Hari ini,dibawah pohon dibangku taman ini, disaksikan Edi, Aku ingin melamarmu secara pribadi, sebelum nanti malam paman Fei datang mengantar lamaran pada papa." Ucap Jean yang membuat jantung Ella memacu lebih kencang.


Deg


Deg


Deg


Bibir Ella sampai bergetar, pelipisnya berkeringat.


Jean menyentuh dagu Ella." Kenapa? kaget dikamar ditempat begini? tidak dicafe atau di restoran mewah? "


Ella cepat- cepat menggeleng. Bersamaan dengan itu Jean melepas tangannya dari dagu Ella. Jean. meraih kotak dari saku celananya. Membuka Kotak dihadapan kekasihnya." Sudikah cintamu kuikat hanya dengan mas lima mas ini sayang? Aku sudah menghabiskan banyak harta papiku untuk pengobatanku, hingga untuk melamarmu aku hanya punya ini saja. " Ucap Jean lirih.


Tak terduga Ella langsung mengangguk, mengulurkan jemarinya, begitu cincin dipasang dan pas, Ella menghambur kedalam pelukan Jean. Jean mengusap- usap pundak Ella.


Selang beberapa menit mereka sudah dikelilingi oleh awak media.


" Mengapa anda memilih tempat sederhana untuk melamar tuan Jean? " tanya salah seorang wartawan antusias.


" Mhem, ujian untuk calon istri. " Ujar Jean.


Ella terkejut dan wajahnya makin bersemu, gadis itu mengurai pelukannya. Jean menarik Ella berdiri. Kilatan Blitz menerpa wajah pasangan itu berkali- kali. Rona dipipi pasangan itu menjadi bukti kalau hati mereka sedang berbunga dan bahagia dalam kesederhanaan, dibawah pohon pelindung berpayungkan langit, Ella menerima pernyataan cinta Jean padanya untuk yang kedua kali, tentu kali ini beserta bukti, bagi Ella emas sudah cukup, toh bukti cinta bukan dilihat dari nilai barang yang diberikan, tapi dilihat dari nilai ketulusan yang memberi.


Setalah beberapa menit mengadakan wawancara.

__ADS_1


Para wartawan melepas pasangan itu dengan senyuman. Kali kedua wajah Jean akan muncul dimedia, kalau waktu kemarin- kemarin tangis, kali ini wajah ceria. Hidup memang begitu, setelah hujan, akan ada panas, habis malam berganti siang, ada tangis nanti pasti ada tawa.


Edi jadi tahu maksud Jean, ia melihat sendiri kalau Ella mencintai Jean bukan karna harta saja. Itu terlihat dengan begitu bangganya Ella memeluk pinggang Jean dan memamerkan kalau ia sudah dilamar.


__ADS_2