Deliverance Love

Deliverance Love
17


__ADS_3

Kereta terbang yang membawa Briant dan asisten melaju meninggalkan Kahyangan . Rute yang mereka tempuh nampak berbeda , untuk segera sampai ke tujuan , jauhnya jarak antara bumi dan kahyangan telah menyita banyak waktu .


Hari ke enam telah berlalu , kereta terus berjalan , membelah gumpalan awan , sore menjelang , cahaya sinar matahari semakin meredup , siap digantikan dengan bulan purnama, ya malam ini adalah malam bulan purnama malam pergantian hari , hari ketujuh .


Malam datang , bulan purnama bersinar semakin meninggi dengan sempurna , gaun pernikahan berwarna warna hitam dihiasi emas dan mutiara pada bagian pinggang , pundak , dan tersebar secara acak dengan mengikuti pola melingkar saling terhubung menambah keagungan bagi pemakainya , namun sayang , jiwa pemakai pada malam ini nampak kosong seperti tak bernyawa .


Mawar nampak cantik dan elegan dengan balutan gaun hitam dalam malam pernikahannya .


Gaun hitam dalam pernikahan ilusi melambangkan keabadian , bagi siapa pun yang menjalani pernikahan ilusi jiwanya akan selalu terikat diberbagai kehidupan dalam kelahiran berikutnya .


" Nona mari segera menuju altar pernikahan " , mendengar perkataan dayang , Mawar segera berdiri dan berjalan menuju altar , kini Mawar tak ubahnya seperti boneka , hidupnya bukan lagi miliknya , hidupnya adalah aturan yang ditetapkan oleh pasangannya dalam pernikahan ilusi .


Sampailah mereka di altar pernikahan , Dewa Bintang melihat kedatangan pujaan hatinya merasa sangat bahagia , dengan segera ia melangkah menyusul Mawar .


Diraihnya tangan Mawar untuk menuju tempat upacara pernikahan dan keduanya berjalan beriringan . Tuxedo yang Dewa Bintang kenakan membuat tampilannya nampak berbeda malam ini .


Pernikahan segera dilaksanakan , bulan berada ditempat sempurna , sorot cahayanya jatuh tepat ditengah diantara Mawar dan Dewa Bintang .


Pendeta mengucapkan janji suci pernikahan ilusi , kedua mempelai menghadap sang pendeta . " Dewi Mawar dalam seluruh kehidupan , baik masa lalu , masa kini , masa mendatang , bersediakah anda selalu menjadi pendamping Dewa Bintang baik dalam keadaan bahagia , sedih , sulit maupun lapang "

__ADS_1


" Berhenti ! , pernikahan ini tidak sah " , dengan mengejutkan terdengar teriakan lantang dari pintu masuk altar .


Dewa Bintang , sangat murka , pernikahan yang dinanti , nantikan tidak berjalan dengan lancar . Ia turun dari tempatnya berada , " Oh .. tikus pengganggu rupanya "


Briant mengayunkan langkah kakinya kedepan mendekati Dewa Bintang , jarak mereka hanya satu meter , keduanya berdiri berhadap - hadapan . " Kembalikan Mawar , jangan kamu paksakan pernikahan ini Dewa Bintang ! "


" Siapa kamu , beraninya kamu menghalangi pernikahanku , kami saling mencintai sudah selayaknya kami bersama dengan ikatan suci "


" Cih .. siapa aku ? , aku adalah calon suami Mawar , dan apa matamu buta , lihatlah mempelai yang berdiri disampingmu tak ubahnya seperti boneka , urungkan niatmu dan lepaskan Mawar , maka aku akan mengampuni dosamu ! "


" Dalam mimpi ! "


Kekuatan keduanya nampak imbang , namun tiba - tiba tubuh Briant terpental kebelakang , uhuk .. darah keluar dari mulutnya . Kekuatan hitam Dewa Bintang sangatlah kuat , bahkan ia bisa mengalahkan ku .


Dalam sekejap mata , datang serangan dari Dewa Bintang , Briant yang dalam kondisi terluka kembali terkena serangan , duarr .. tubuh Briant jatuh tersungkur ditanah .


Ace baru tiba setelah menghalau petugas jaga di depan altar segera berlari menghampiri Briant , namun sraat .. serangan tiba - tiba menghampirinya , ia pun jatuh tersungkur , uhuk .. darah keluar dari mulutnya .


Briant berusaha berdiri , dikeluarkan busur panah pemberian Raja Dewa , Dewa Bintang menyerang kembali dan Briant melepaskan busur panah , kedua serangan itu bertemu duarrr , meledak .

__ADS_1


Dewa Bintang geram , dilihatnya cahaya bulan waktu baik akan segera berakhir , ia tidak bisa menunda - nuda lagi , jika waktu ini berakhir maka , butuh waktu satu tahun lagi untuk bisa melaksanakan pernikahan ilusi dengan Mawar .


Dikerahkannya kekuatan terbesarnya , keluarlah cahaya dari kedua tangan Dewa Bintang sraaat .. menuju Briant , dan Briant melepaskan busurnya dan boooom , kedua kekuatan itu saling bertabrakan , Dewa Bintang langkahnya terhuyung kebelakang , uhuk .. keluar darah dari dalam tubuhnya dan ia jatuh pingsan .


Bersamaan dengan suara ledakan , tubuh Mawar luruh jatuh , dengan segera Briant merengkuhnya membawanya dalam pelukan , Briant berjalan sambil membopong Mawar dan ia berkata pada Ace , " bawa dewa Bintang ke Kahyangan untuk mendapatkan hukuman " , lalu Briant pergi dengan Mawar bersamanya , keduanya menghilang dari tempat dalam sekejap mata .


Sesuai perintah Tuannya , Ace mengikat Dewa Bintang dan menotok titik kesadarannya dan membawanya ke Kahyangan untuk diadili .


Briant membawa Mawar ke hutan kematian, sesampainya ia didalam goa ,dilakkannya tubuh sang kekasih dengan perlahan , diraihnya tangan Mawar dan diletakkannya dalam genggaman .


Ugh .. Mawar tersadar dari pingsan , ia membuka mata dan pertama kali yang dilihatnya adalah Briant , " aku kenapa , kenapa tubuhku sakit dan lemas ? "


"Jangan dipaksakan sayang , istirahatlah , apakah kamu mau minum ? dijawab dengan anggukan oleh Mawar , Briant membantu Mawar untuk minum .


" Makanlah dulu , biar aku suapi "


" Aku makan sendiri saja "


" Tidak ada penolakan honey " Karena tidak ada tenaga untuk berdebat , Mawar akhirnya pasrah .

__ADS_1


__ADS_2