Deliverance Love

Deliverance Love
45


__ADS_3

Brian dan Mawar telah selesai bersiap, Mawar membuat portal berbentuk lingkaran terbentuk dengan pola rumit yang mengelilingi dengan warna biru, merah, putih, pink dengan ruang yang lebih luas.


Mawar dan Briant terkejut melihat perubahan itu. Mawar memegang tangan Briant menariknya masuk kedalam portal.


Portal muncul di kediaman orang tua Briant. Keduanya keluar dari portal. Briant dan Mawar berjalan beriringan masuk ke Kediaman orang tua Briant.


"Selamat datang Tuan Muda" sapa kepala pelayan.


Briant menganggukkan kepala "sampaikan kepada Ayahanda dan Ibunda saya datang berkunjung."


"Baik Tuan Muda" membungkuk dengan hormat kemudian undur diri.


Briant dan Mawar duduk di ruang tamu menunggu kedatangan orang tua Briant.


Terdengar langkah kaki menuruni tangga, Briant melihat dan tersenyum melihat orang yang menuruni tangga yang tak lain adalah orang tuanya.


Briant dan Mawar berdiri menyambut kedatangan orang tua Briant. Orang tua Briant mendekat menyambut kedatangan anaknya dengan calon istrinya.


Ibu Briant yang melihat Mawar kedua matanya berbinar. Ia langsung memeluk Mawar. Mawar yang mendapat perlakuan tersebut merasa bahagia karena kedatangannya disambut baik oleh Ibu Briant.


Pelukan keduanya terurai, Mawar mencium tangan Ayah Briant dengan menundukkan kepalanya. Ibu Briant menarik tangan Mawar untuk duduk didekatnya. Briant tersenyum melihat kedekatan Ibunya dengan calon istrinya, Briant merasa bahagia jika melihat kedua orang tuanya yang bisa menerima Mawar.


"Briant kenapa kamu gak ngenalin Mawar kepada Mama dari dulu?"


"Accnya lama Ma.. butuh perjuangan super ekstra!"

__ADS_1


"Beneran ini?"


"Bener Ma, coba tanya Mawar kalau Mama gak percaya!"


"Ia sih.. Mama percaya, Mawar cantik banget sih.. kalau saja Mama punya anak cewek kayak begini ya bakal gak ku acc kamu Bri..!"


"Sayang.. yakin mau sama anak Mama?"


Lea menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Gak papa gak usah takut jika kamu gak mau sama anak Mama, jadi anak Mama saja"


Mama baru ketemu Mawar sekali saja sudah lupa sama anak kandung, haduh.. gawat ini.


"Mama gak nanya kamu!" jawab Mama Briant.


"Mawar gak kepaksa kok Mama, memang saya mencintai Mas Briant begitu juga sebaliknya."


"Oh.. apa kamu yakin sayang?"


"Iya Ma.." jawab Mawar.


Wajar saja orang tua Briant berkata seperti itu, karena rasa sayang keduanya begitu besar. Apalagi setelah melihat Lea orang tua Briant seakan semakin tidak rela jika harus kehilangan keduanya.


Ibu Briant sejak pertama kali bertemu Mawar langsung merasa sayang pada Mawar begitu juga dengan Ayah Briant.

__ADS_1


Wajar banget sih.. sampai Briant bucin akut sama Mawar, sudah cantik, baik, kaya, sopan. Paket komplit deh anakku bisa nikah sama Mawar kata Mama Briant dalam hati, ia sendiri yang sesama perempuan langsung luluh jatuh hati pada Mawar. Benar-benar gadis yang luar biasa bisa membuat Briant cinta mati padanya.


"Kapan rencana kalian menikah?"


"Besok Papi Ma.." jawab Briant.


"Apa?" Mawar terkejut, meskipun segera tapi gak besok juga?"


"Kenapa terburu-buru?" Tanya Mama Briant


"Karena.."


"Kalian tidak melakukan yang tidak seharusnya kan?"


"Em.. ya Ma."


"Astaga!" orang tua Briant terkejut mendengar fakta yang mereka ketahui."


"Em.. Maafkan kami, tapi semua terjadi begitu saja kami sendiri juga tidak mengetahui kenapa bisa terjadi, sebelumnya meskipun kami bersama kami mampu menjaga batasan kami namu entah kenapa hari itu berbeda, ada satu hal yang perlu saya sampaikan, bahwa saya adalah naga pasangan phoenix."


"Benarkah?"


"Ya Ma, setelah kejadian itu muncul gambar Naga di bahu saya."


Briant memperlihatkan tanda dibahunnya kepada kedua orang tuanya. Karena fakta yang mereka dengar tentang tanda Phoenix kedua orang tua Briant akhirnya memaafkan perbuatan putra mereka.

__ADS_1


__ADS_2