
Mawar yang menunggu Briant selesai mandi ketiduran di ranjang gantung.
Mawar terbangun, terkejut lantaran Briant tidak ada di sekitarnya. Mawar berlari menuju kolam karena tidak hati-hati Mawar terpeleset dan terjatuh ke dalam kolam. Briant yang sudah selesai dan mau keluar kolam tidak jadi keluar karena tertimpa tubuh Mawar dan keduanya sama-sama masuk ke dalam kembali.
Briant yang susah payah mengendalikan diri kini kembali berhasrat lantaran tubuh Mawar yang berada diatasnya. Briant naik ke permukaan dengan tangan merangkul pinggang Mawar.
Mata keduanya bertatapan. "Dear.. semakin besar rasa cintaku padamu semakin besar pula hasrat ku padamu" Briant memejamkan matanya menahan hasrat yang bergejolak ditubuhnya.
Mawar diam dalam pelukan Briant, ia merasakan ada sesuatu yang mengeras dibawah sana. "Maaf" kata Mawar.
Permintaan maaf Mawar terdengar seperti rayuan ditelinga Briant.
Briant mencium bibir Mawar menuntun **********. Mawar diam mendapat ciuman Briant itu membalas dan ciuman keduanya semakin intens.
Briant melepaskan ciumannya ketika Mawar kehabisan nafas dan melanjutkan ciumannya. Tubuh keduanya terasa panas, keduanya tak mampu lagi menahan gejolak yang semakin ingin dituntaskan. Ciuman Briant turun di leher dengan tangan meremas benda kenyal. Ah.. desah Mawar. Briant membopong Mawar menuju ranjang keduanya melakukan kegiatan panas mereka disana.
Kesadaran keduanya entah kenapa teralihkan dengan hasrat yang menggebu yang tak bisa dikendalikan. Baik Briant maupun Mawar tidak mengerti apa yang terjadi dengan tubuh mereka.
__ADS_1
Semua terjadi dengan alami sebagaimana sepasang makhluk yang memang ditakdirkan satu sama lain. Sebagaiman Mawar dan Briant.
Cahaya keemasan keluar dari tubuh keduanya membumbung menjadi satu
membentuk kesatuan. Kini keduanya telah menjadi satu.
Cahaya keemasan naik ke atas, goa yang tertutup terbuka, dua cahaya naik ke langit membentuk Naga dan phoenix yang berdampingan dengan diiringi bintang-bintang menambah keindahan langit malam.
Hewan-hewan membungkuk menyambut dengan suka cita atas persatuan kedua Raja dan Ratu mereka.
Penyatuan yang akan melahirkan penerus dengan simbol Naga dan Phoenix selanjutnya.
Bunga Mawar bermekaran di seluruh hutan kematian, namun ada yang berbeda ada tiga macam warna di sana, merah, pink dan putih. Kunang-kunang menari di gelapnya malam menambah semarak keindahan malam itu.
Di dalam goa bunga juga bermekaran dan tumbuh menjalar dengan begitu indahnya. Keduanya dengan intens bercinta, ******* indah keluar dari keduanya hingga pelepasan keduanya mengakhiri malam indah persatuan naga dan phoenix.
Briant ambruk disamping Mawar keduanya tertidur lelap dengan saling berpelukan.
__ADS_1
Rencana keduanya gagal karena aktifitas yang tidak mereka direncanakan terjadi. Keesokan harinya Briant terbangun dengan Mawar yang berada di dalam pelukannya.
Pikirannya berputar kejadian kemarin, seharian keduanya bersatu. Bibirnya melengkung ke atas ia sangat bahagia walau penyatuan keduanya harusnya tidak terjadi karena keduanya belum resmi sebagai suami istri.
Namun entah kenapa dirinya tak mampu menahan hasratnya. Begitu juga dengan Mawar. Briant teringat bahwa mereka berdua seakan hilang kendali pada tubuh mereka masing-masing.
Briant melihat Mawar yang berada dalam pelukannya, tangannya meraih rambut yang menutupi wajah wanitanya. Briant yang menyadari tubuh keduanya polos tanpa sehelai benang pun, hasratnya kembali memuncak.
"****"
Mawar terbangun dari tidurnya, ingatan semalam tergambar begitu jelas. Mawar menutup muka karena malu. Briant membuka tangan yang menutupi muka Mawar, "kenapa harus ditutup honey?"
Mawar semakin malu menyadari posisi keduanya berpelukan tanpa kain penutup sedikit pun. Hanya satu selimut yang menutupi keduanya, sehingga keduanya merasakan gesekan pada kulit masing-masing.
Karena malu Mawar duduk berlari menuju kolam pemandian. Namun baru satu langkah ia terjatuh karena kakinya begitu lemas dan tubuhnya terasa sakit di semua bagian.
Briant berjalan dengan cepat menggendong Mawar menuju kolam pemandian dengan tubuh tanpa memakai apa pun. Mawar menutup mukanya dengan kedua tangan karena malu.
__ADS_1
Briant tersenyum melihat wanitanya malu hingga muka sampai telinganya memerah "cantik" kata Briant.