
Briant terbang mendekati tempat pertempuran. Ia mendarat lalu menyerang Bintang. Tangan Briant mengeluarkan cahaya begitu juga dengan tangan Bintang. Dua cahaya bertabrakan.
Posisi Briant semakin mundur ia berusaha melawan Bintang dengan sekuat tenaga.
Hingga duaaar, bunyi keras membumbung di udara.
Tubuh Briant terpental jauh, darah keluar dari mulutnya. Berbeda dengan Bintang posisi yang nampak baik-baik saja.
Ace, Fox dan Briant ketiganya terluka parah.
Briant menggerakkan tangan dan naga keluar dari tangannya. Briant, Fox dan Ace naik naga dan pergi dari Istana Kahyangan.
"Kembali ke kereta" kata Briant.
Naga terbang membawa mereka menuju kereta dimana Mawar berada. Beberapa saat kemudian mereka sampai kereta. Ketiganya turun dari atas tubuh Naga dan duduk untuk menyembuhkan luka mereka dengan tenaga dalam. Setelah selesai Briant berjalan masuk ke dalam kereta. Mawar masih dalam kondisi sama tertidur dengan pulas.
Briant menepuk-nepuk pipi Mawar untuk membangunkannya namun anehnya Mawar tak bangun sama sekali. Briant merasa cemas dihatinya. Briant meletakkan Mawar kembali dengan hati-hati. Ia keluar kereta dan berkata kepada Ace dan Fox "Segera kembali ke bumi."
"Baik Tuanku."
Briant kembali masuk ke dalam kereta yang sama dengan Mawar sedangkan Ace dan Fox di kereta yang lain.
__ADS_1
Kereta terbang menuju bumi.
Briant memeluk Mawar yang tertidur pulas dalam pelukannya. "Antar kami ke Hutan kematian" perintah Briant pada kusir.
"Baik Tuan."
Kereta melaju menuju hutan kematian.
________
Bintang menyeringai puas karena ia bisa mengalahkan laki-laki yang dulu telah menggagalkan pernikahannya dengan Mawar. Ia sengaja membiarkan mereka melarikan diri untuk saat ini. Meskipun ia kehilangan Dewi Mawar lagi.
Aku yakin dia akan kembali lagi, mantra yang ku berikan pada Dewi Mawar hanya aku yang bisa mencabutnya.
Istana Kahyangan nampak menakutkan. Istana yang mulanya bersinar terang kini nampak suram ditambah lagi dengan para prajurit yang berubah menjadi zombi.
Kereta yang ditumpangi Briant dan Mawar telah sampai di hutan kematian. Keduanya turun dari kereta. Briant menggendong Mawar ala bridal style menuju goa yang berada di balik air terjun.
Setibanya ia di depan air terjun, tangan Briant bergerak dan terbukalah air terjun lalu Briant masuk ke dalam dengan Mawar yang ada di gendongannya. Briant membawa Mawar ke dalam kolam, keduanya masuk bersama.
"Istriku bangunlah.." kata Briant dengan menepuk-nepuk pipi Mawar dan memeluk tubuh Mawar.
__ADS_1
"Semua salahku harusnya tak ku izinkan kamu pergi berperang" kata Briant.
Briant menepuk-nepuk pipi Mawar lagi untuk membangunkannya namun tak ada pergerakan dari Mawar sama sekali.
"Mawar.. dear.. bangun sayang!" panggil Briant lagi dengan posisi memeluk Mawar, namun mata Mawar tetap terpejam.
Air mata Briant menetes di pelupuk matanya. Briant mencium bibir Mawar karena rasa frustasi yang mendera hatinya.
Briant berteriak dengan keras "Aaaaaa..! ia tak sanggup jika sampai terjadi apa-apa dengan Istrinya.
"Mawar bangunlah..!" Briant mendekap dengan begitu erat tubuh Mawar. Ia menumpahkan segala kesedihan dan ketakutan dengan memeluk tubuh Istrinya.
"Bri.." terdengar panggilan pelan dari Mawar.
Briant yang mendengar namanya dipanggil segera melihat ke arah Mawar yang telah membuka matanya.
"Kamu bangun sayang.." kata Briant lalu mencium semua bagian wajah Mawar. "Kamu membuatku takut dear.." kata Briant lagi dengan air mata menetes.
Mawar melihat suaminya tengah menangis tangannya terulur dengan jari bergerak menghapus setiap bulir air mata yang menetes dari wajah suaminya.
"Aku gak apa-apa Bri.." kata Mawar dengan suara begitu lirih.
__ADS_1
Briant mengangkat tubuh Mawar dan meletakkannya di ranjang. Tangan Briant bergerak dan keluarlah cahaya untuk mengeringkan baju Mawar dan dirinya.
"Syukurlah.. kamu telah bangun, aku sangat takut tadi kata Briant dengan wajah saling berdekatan dengan Mawar. Briant mencium Mawar lagi dan lagi.