
Briant berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia berendam dengan air hangat untuk mengurangi rasa capek yang ia rasakan.
Tak lama kemudian Briant menyudahi aktifitasnya. Briant memakai bathrobe dengan tali dipinggang kemudian berjalan ke walk in closed untuk berganti pakaian.
Briant telah berganti baju tidur lalu Briant keluar kamar menuju ruang kerja.
Setibanya ia diruang kerja, Ace telah berada di sana menunggu kedatangan Briant. Briant menggerakkan tangannya. Hewan kecil yang panjangnya sebesar telapak tangan laki-laki dewasa muncul di telapak tangan Briant.
"Pergilah ke Istana Kahyangan dengan asistenku dan jangan nampak kan dirimu di hadapan siapa pun, buat tubuhmu dan Ace menjadi transparan."
Hewan kecil itu menganggukkan kepala lalu terbang melayang di udara keluar melalui jendela ruang kerja Briant. Hewan kecil yang tak lain adalah jelmaan Naga telah berubah menjadi besar.
Ace keluar dari ruang kerja Briant dan menaiki Naga. Setelah Ace naik, Naga itu terbang ke langit menuju Istana Kahyangan.
Briant mengamati Naga yang terbang di langit hingga keberadaannya tak terlihat kembali. Briant beranjak berjalan pergi dari ruang kerja menuju kamarnya. Sesampainya ia didalam kamar Briant menaiki ranjang masuk ke dalam selimut tidur dengan memeluk Mawar.
Tak lama kemudian ia tertidur dengan pulas sambil memeluk Istrinya.
**
Satu minggu waktu telah berlalu setelah hari penyerangan. Raja dan Ratu serta pengawal yang bersamanya masih dalam persembunyian tanpa bisa keluar sama sekali karena para prajurit Bintang berkeliaran mencari keberadaan mereka.
Bahkan untuk menghubungi putrinya Mawar, untuk memberi kabar tentang kondisi Istana Kahyangan saja tidak bisa, hanya satu harapan Raja dan Ratu semoga putrinya tidak datang ke Kahyangan.
__ADS_1
"Yang Mulia sampai kapan kita bersembunyi di tempat ini?"
"Entahlah.." Raja menghela nafas.
"Hamba sangat khawatir jika Mawar pergi ke Istana?"
"Itulah yang menjadi beban pikiranku sekarang ini Istriku."
"Yang Mulia bagaimana jika saya pergi ke bumi untuk memberi kabar kepada Dewi Mawar?"
"Itu bukan solusi pengawal!, hal itu akan membahayakan kita juga putriku. Sebaiknya kita bersabar menunggu sampai mereka lengah baru kita membuat pergerakan."
"Semoga putri kita tidak pergi ke Istana."
Ratu menganggukkan kepalanya menyetujui saran dari suaminya.
Seminggu telah berjalan mereka masih terjebak di dalam goa yang terletak di dalam hutan. Posisi goa yang tersembunyi memberikan keuntungan berupa keselamatan akan diri mereka.
*
*
Keesokan harinya.
__ADS_1
Briant terbangun dari tidurnya. Dipandanginya wajah Mawar dengan mata terpejam tertidur dengan pulas nya.
Tangan Briant menyentuh bibir Mawar mengusapnya dengan perlahan. Sesuatu dalam diri Briant bergejolak. Namun ia tak mau mengganggu Istrinya yang tengah tidur dengan lelap.
Briant berdiri berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak berapa lama kemudian dia telah keluar dari kamar mandi dengan bathrobe bertali di tubuhnya.
Briant berjalan mendekati ranjang. Ia naik di atas ranjang dan membangunkan Istrinya.
"Dear.. bangun sayang.."
Mawar mengeliat saat merasakan sentuhan di tubuhnya. Bola matanya bergerak dan mata yang awalnya tertutup kini terbuka. Mawar melihat suaminya yang ada di depannya sedang memandangi dirinya.
Mawar bangun dari tidur dan berhambur memeluk Briant. Briant mengecup bibir Mawar. "Morning kiss" kata Briant.
Mawar tersenyum mendapat perlakuan manis dari suaminya ia pun membalas "morning kiss suamiku." jawab Mawar sambil mengecup bibir suaminya.
"Segera bersihkan dirimu, aku tunggu kamu di meja makan."
"Baik" jawab Mawar. Mawar segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Di ruang makan. Briant menunggu kedatangan Mawar. Ingatan Briant berputar saat Ace berangkat menuju Istana Kahyangan. Bukan tanpa alasan ia menugaskan Naga miliknya untuk mengantarkan Ace. Firasatnya mengatakan jika ada hal besar yang tengah terjadi di Istana.
Meskipun perlakuannya semalam nampak tenang namun sebenarnya hatinya merasa gusar. Ia bersikap demikian untuk menenangkan Istrinya.
__ADS_1