Deliverance Love

Deliverance Love
46


__ADS_3

Pertemuan dengan orang tua Briant berjalan dengan lancar. Keduanya pamit undur diri.


"Sayang .. sering-sering datang berkunjung."


kata Mama Briant kepada Mawar.


"Iya Nak, Mama mu pasti sangat bahagia karena kedatangan kalian. Dari dulu ia sangat menginginkan anak perempuan." kata Papa Briant.


"Iya Papa." jawab Mawar.


Mereka pun pamit dan meninggalkan kediaman orang tua Briant dengan portal.


**


Tibalah mereka di kediaman Briant. Setibanya di kediaman Briant memeluk Mawar dari arah belakang. Mawar tersenyum karena perlakuan manis Briant, ia sepertinya kecanduan dengan perlakuan itu.


Briant menguraikan pelukannya dan membopong Mawar kedalam kamar. Ia tau jika kekasihnya butuh istirahat.


Mawar mengalungkan kedua tangan di leher Briant dan menyandarkan kepalnya di dada Briant. Sedetik kemudian Mawar terlelap dalam gendongan Briant.


Briant tersenyum, mengetahui kekasihnya tertidur dengan lelap. Apa mungkin ini semua karena kegiatan panas yang kami lakukan semalaman?.


Briant tersenyum bahagia mengingat kejadian itu.


"Ace!" panggil Briant.


"Ya Tuan Muda."


"Pergilah ke Kahyangan dan berikan surat ini pada Paduka Raja."


"Baik Tuan."


Briant membuat portal, dan meminta Ace masuk kedalamnya dan segera kembali untuk mempersiapkan pernikahan ku dan Mawar.


Karena Briant dan Mawar telah bersatu kini kemampuan keduanya bisa saling mengisi satu sama lain. Sehingga Briant juga bisa membuat portal seperti Mawar.


Setelah kepergian Ace, Briant masuk kedalam selimut yang sama dengan Mawar, ia tertidur dengan memeluk Mawar. Keduanya tertidur dengan pulasnya.

__ADS_1


Keesokan harinya sinar keemasan menembus celah-celah jendela menerpa muka Mawar. Mawar mengeliat karena terganggu, matanya terbuka dan mengamati sekitar dimana ia berada.


Ternyata ia tidur di kamar Briant, kenapa terjadi lagi.. harusnya aku lebih waspada, bagaimana pun kita belum menikah. Mawar melihat Briant disampingnya. Ia melihat dengan seksama wajah Briant. Dari mata hidung bibir semua tak luput dari penglihatannya, kenapa Briant sangat tampan jika diperhatikan sedekat ini.


"Apakah aku benar-benar tampan kenapa kamu melihatku sampai seperti itu?"


"Se..sejak kapan kamu terbangun?"


"Semenjak seseorang mengamati wajahku."


Kedua pipi Mawar merona merah mendengar perkataan Briant.


"Em.. enggak kamu salah paham."


"Bagian mana yang salah?" kata Briant sambil memegang tangan Mawar dan menciumnya.


Mawar berusaha mengalihkan pembicaraan, "Bri.. harusnya kita tak melakukan ini lagi."


"Melakukan apa sayang?"


"Tidur bersama bagaimana pun kita belum sah menjadi pasangan suami-istri."


"Lalu kenapa kau membawaku ke kamarmu?"


"Yah.. bagaimana lagi aku sendiri tidak berdaya karena tiba-tiba semalam kakiku kram akhirnya mau gak mau aku meletakkan mu di ranjang ku, kamu kan tau sendiri letak kamar yang kau tempati berada diujung sedang kakiku sudah tak sanggup menahan rasa sakit karena kram tiba-tiba terasa." bohong Briant dengan muka memelas."


Mawar terperangkap oleh alasan yang Briant buat, bukankah aku genius kata Briant di dalam hati.


Oh.. sayang kamu sampai membuatku melakukan kebohongan untuk selalu bisa dekat dan selalu bersama dengan mu.


"Bersiaplah dear.. kita akan menikah pagi ini."


"Apa!" Mawar terkejut dengan perkataan Briant, pasti ia berbohong. Walaupun sebelumnya Mawar sempat terkejut tapi detik berikutnya ia merasa lega karena perkataan Briant pasti bukan kenyataan.


Tanpa bertanya Mawar masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Briant melihat punggung Mawar menghilang dibalik pintu kamar mandi. Kemudian dia keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Mawar selesai mandi.


Ada dua perempuan di kamarnya dan entah dimana Briant.


"Siapa kalian?" tanya Mawar.


"Kami MUA yang diperintahkan Tuan Briant untuk merias anda Nona?"


Salah satu perias datang mendekat dan menarik tangan Mawar untuk duduk di depan meja rias. Mereka segera melakukan tugasnya.


Gaun putih dengan untaian mutiara tersebar di seluruh gaun dengan pola bunga cantik pada bagian pinggang dan rok bagian bawah menambah kecantikan luar biasa pada pemakainya, yang kini dikenakan Mawar ditubuhnya.


Mawar melihat penampilan dirinya di depan cermin. Ia tersenyum puas ketika melihat penampilan dirinya melalui pantulan cermin.


Tok.. tok.. terdengar ketukan pintu dari luar kamar Mawar.


"Nona karena semua sudah selesai kami pamit undur diri"


"Ya silahkan" Mawar mengantarkan keduanya di pintu dan melihat siapa yang datang mengunjungi kamarnya.


Pintu terbuka kedua perias keluar dengan membungkukkan badan pada Mawar dan tamu di depan pintu lalu keduanya berlalu pergi dari sana.


"Ibunda.." panggil Mawar


"Putriku.." jawabnya dengan melangkah memeluk putrinya Mawar.


Keduanya saling berpelukan.


"Ibunda ada apa gerangan hingga sampai datang ke bumi?"


"Kamu itu bagaimana sayang.. ini adalah pernikahan putri Ibu bagaimana bisa kami tidak datang kemari."


"Menikah..?" gumam Mawar dengan lirih.


"Apa kamu tidak tau jika kamu akan menikah?"


"Tau Ibu, Briant juga sudah kasih tau aku, jadi kukira ia berbohong."

__ADS_1


"Oh.. Ya Tuhan!" Ya sudah gak papa sayang mari turun ke bawah, sebentar lagi acara kan dimulai. Mawar dan Ibunya keluar kamar menuju tempat acara.


__ADS_2