Deliverance Love

Deliverance Love
71


__ADS_3

Di ruang makan.


"Apa ada solusi bagaimana cara menghadapi Bintang Mama?"


"Mama sendiri juga tak tau Briant, pergilah ke perpustakaan Kakek mu semoga kamu mendapat petunjuk, dulu terakhir kali mama menaruh buku itu di sana, semoga masih ada" jawab Mama Briant."


"Baik Ma, kami akan ke sana mencari buku itu." jawab Briant.


"Briant Mawar kalian harus tetap bersama, jangan sampai kalian berpisah apa pun yang terjadi."


"Baik Ayahanda jawab Mawar dan Briant bersamaan."


"Briant Mawar Papa dan Mama pergi dulu" kata Papa Briant.


"Ya Pa Ma" jawab Mawar dan Briant.


"Kami pergi dulu dan titip putraku jika ia salah jangan sungkan menghukumnya" kata Mama Briant pada Ibunda Mawar.


Ibunda Mawar menganggukkan kepala sebagai jawaban dari perkataan Mama Briant.


"Besan titip putra kami" kata Papa Briant berpamitan sambil keduanya berjabat tangan."


Briant, Mawar dan orang tua Mawar mengantar kepergian keduanya dari kediaman Briant.

__ADS_1


Hoek.. Mawar menutup mulutnya dan berlari menuju kamar mandi.


"Dear.. kamu baik-baik saja?" tanya Briant sambil berlari mengejar Mawar.


Sedangkan orang tua Mawar mengikuti mereka dengan raut muka khawatir.


"Hoek.." Mawar memuntahkan isi dari perutnya. Ia lalu membasuh muka. Sedangkan Briant membantu memijat tengkuk Mawar.


Keduanya akhirnya keluar dengan posisi Briant menggendong tubuh Mawar ala bridal style.


"Bagaiamana kondisi Mawar, Briant? tanya Ibunda Mawar dengan harap-harap cemas.


"Ia terlihat lemas, Ibunda Ayahanda "Briant bawa Mawar masuk kamar dulu.


Sesampainya Briant di kamar ia menidurkan Mawar dengan perlahan. "Apa yang kamu rasakan dear.." tanya Briant pada Istrinya.


"Kepalaku pusing Bri.."


"Tunggulah sebentar, aku panggilkan dokter terlebih dahulu."


"Jangan kemana-mana Bri..tetaplah disini."


Briant akhirnya menemani Mawar untuk tetap tinggal, tak lama kemudian Mawar tertidur.

__ADS_1


Briant beranjak dari ranjang dan mengambil hand phone untuk menghubungi sekertarisnya.


Tut.. panggilan terhubung.


"Ace carikan dokter dan bawa ke kediaman."


"Baik Tuan."


_________


Di sisi lain, Posisi Bintang sebagai Raja Kahyangan semakin kuat, berita palsu yang ia buat telah tersebar dan dipercayai rakyat Kahyangan.


Matahari tenggelam dan berganti dengan malam. Langit gelap dengan kabut hitam menyelimuti seluruh wilayah Kahyangan.


"Akh.. Bintang berteriak kesakitan. "Darah.. darah.. aku haus." racau Bintang.


Bintang berjalan menyusuri lorong Istana "darah.. darah.. racau nya. Bintang terus berjalan hingga keluar istana mencari korban untuk dihisap darahnya. Begitu juga dengan para prajurit yang kini telah berubah menjadi monster juga dalam kondisi yang sama dengan Bintang.


Semua penghuni Istana telah berubah menjadi monster seperti dirinya. Mereka menggila dimalam hari karena rasa lapar yang mereka rasakan. Setiap malam mereka berkeliling mencari mangsa di setiap harinya.


Suasana Istana Kahyangan mencekam sangat menakutkan. Para penduduk yang masih selamat menggali lubang untuk menyembunyikan diri mereka agar selamat dari para monster yang mengincar mereka.


Para penduduk yang tak tau sama sekali jika sebenarnya pelaku penghisap darah adalah Raja mereka sendiri dan para prajurit Kahyangan. Dengan bodohnya mereka melaporkan hal yang telah terjadi dan percaya dengan janji yang diberikan Raja mereka.

__ADS_1


Berubahnya mereka menjadi monster hanya terjadi di malam hari. Dan ketika siang menjelang mereka telah kembali seperti semula. Oleh karena itu rahasia kondisi mereka berubah menjadi monster masih aman hingga sekarang.


__ADS_2