
Di markas prajurit Mawar.
Briant telah sampai di Markas prajurit Mawar. Pandangan Briant mengarah pada Istrinya yang tengah berpidato di depan para prajurit.
Rambut hitam di kuncir belakang dengan baju zirah yang ia kenakan membuat Mawar nampak mempesona, ia nampak seperti pahlawan wanita.
Briant mengeratkan genggaman kedua tangan melihat Mawar ditatap seribu prajurit di depannya.
Rasanya benar-benar tak rela, relung hatinya terasa sakit karena cemburu menguasai hatinya. Ia berusaha menetralkan rasa cemburu yang mendera hatinya. Ia menarik nafas dalam dan menghembuskan dengan perlahan.
Setelah pidato selesai Mawar berjalan menaiki kereta tempur dengan Fox mengikuti dibelakangnya.
Kereta dengan ukiran Naga di sandaran belakang menambah keagungan bagi yang menaikinya.
Kereta tempur berjalan melaju menuju Istana Kahyangan.
Kereta berjalan melintas didepan Briant yang kala itu tengah mengintai Mawar dari balik pohon bersama asistennya Ace.
"Nona Mawar benar-benar cantik mempesona" kata Ace tanpa sadar.
Briant mendengar perkataan Ace hawa dingin keluar dari tubuhnya. Ace yang tak sadar membuat kesalahan merasakan dingin menyerang hingga ke tulang. Tiba-tiba tubuh Ace terasa menggigil kedinginan dan ketakutan.
Ace menyadari jika dirinya tanpa sadar telah membuat kesalahan lalu ia berkata "Maafkan saya Tuan, saya tidak bermaksud apa-apa hanya memuji saja."
"Jaga sikapmu!" kata briant sambil berlalu pergi mengikuti Lea beserta para tentaranya.
**
Mawar dan para prajurit sebentar lagi tiba di Istana Kahyangan.
Di Istana Kahyangan. Prajurit berjaga di menara melihat posisi Mawar dengan teropong. Nampak dari kejauhan seribu prajurit datang mendekat.
Prajurit penjaga menara meniup terompet pertanda Istana mendapat serangan.
Bintang yang kala itu berjalan menuju aula pertemuan berjalan dengan segera. Sesampainya ia di aula pertemuan ia dihadang prajurit yang melaporkan situasi yang tengah terjadi.
"Lapor Yang Mulia Raja Yang Agung Istana Kahyangan tengah diserang. Dari sebrang terlihat seorang wanita mengenakan baju zirah dengan dikuti prajurit dibelakangnya.
"Pemimpinnya wanita?"
"Ya Yang Mulia.."
Bintang beranjak dari duduknya berjalan menuju menara dengan prajurit mengikutinya di belakang.
__ADS_1
Sesampainya ia di menara Bintang mengambil teropong dan melihat pasukan yang datang mendekat. Bibir Bintang terangkat keatas membentuk senyuman.
Seseorang yang dicari-cari keberadaanya, setiap harinya menari-nari di pelupuk matanya kini ia datang sendiri dihadapannya.
"Pengawal! siapkan dua ribu prajurit dan aku sendiri yang akan menangkap wanita itu namun kalian harus menjaganya jangan sampai ia terluka sedikitpun."
"Siap laksanakan"
Bintang berjalan keluar Istana Kahyangan dengan para panglima dan prajurit mengikutinya dibelakang.
Dua ribu prajurit dan panglima perang berbaris dengan rapi di belakang Bintang. Pandangan Bintang menerawang jauh ke dapan di mana Mawar berada.
Posisi Mawar semakin dekat dengan pasukan Bintang.
"Nona.., Bintang dan pasukannya tengah menunggu kedatangan kita atau kedatangan anda sepertinya" kata Fox.
Mawar hanya diam mendengar kata-kata Fox.
Pasukan Mawar dan Bintang saling berhadapan. Fox maju ke depan berkata dengan lantang "Bintang menyerah lah dengan cara baik-baik Raja kami akan memberi keringanan atas kesalahanmu!"
"Hahaha..." Bintang tertawa. Bukan aku yang menyerah tapi kalian.. Dewi Mawar menyerah lah dan datanglah padaku."Kata Bintang dengan seringai di bibirnya.
Pandangan Bintang menelisik penampilan Mawar dengan baju zirah di tubuhnya. Penampilan Mawar membuatnya semakin terpesona.
Ace yang ada di sampingnya merasakan ketakuatan karena aura yang terpancar dalam tubuh Briant.
"Menyerah! tidak ada kata menyerah dalam kamus hidupku Bintang! serang!" kata Mawar. Para prajurit mendapat perintah dari Mawar berlari maju ke depan menyerang lawan.
Begitu juga dengan pasukan Bintang. "Serang!" prajurit Bintang berlari menyerang lawan. Perang terjadi diantara dua kubu.
Bintang terbang melayang menuju dimana Mawar berada. Bintang mendarat di depan Mawar. Mawar mengayunkan pedang ke arah Bintang sedangkan Bintang menangkis serangan Mawar sambil berkata "jangan keras kepala Dewi Mawar, sudahi perang ini. Akan aku jamin keselamatan mu dan orang tuamu."
"Jangan mimpi kamu Bintang! apakah kamu lupa dengan apa yang telah kamu lakukan padaku dan keluargaku!"
"Maafkan aku Dewi Mawar atas kesalahanku dulu."
"Tidak semudah itu!
Keduanya saling menyerang dengan berbicara satu sama lain yang lebih tepatnya bernegosiasi namun tak ada titik terang diantara keduanya.
Hingga "Trang".. bunyi pedang Mawar terlempar di udara jatuh entah dimana.
Bintang menangkap tangan Mawar memutarnya di belakang tubuhnya.
__ADS_1
Mawar memberontak untuk bisa terlepas. Bintang membaca mantra dari mulutnya dan Mawar jatuh tak sadarkan diri karena pengaruh mantra yang dibaca Bintang.
Briant bergegas terbang ke arah Bintang yang menggendong tubuh Mawar ala bridal style.
Sesampainya Briant didekat Bintang ia berusaha merebut Mawar.
Bintang terkejut melihat kedatangan Briant yang tiba-tiba. Kali kedua rencananya untuk memiliki Mawar tidak boleh digagalkan oleh laki-laki didepannya.
Keduanya berperang dengan sengit. Bintang menggendong Mawar merasakan kesulitan.
Ekor mata Briant melihat Ace keduanya saling melihat dan berbicara dengan tatapan keduanya.
Pertarungan Briant dan Bintang berlangsung sangat sengit. Saat ada celah Ace terbang mendekati keduanya. Ace menyerang Bintang, ketika ada celah Briant merebut Mawar.
Briant yang tengah menggendong Mawar dengan bridal style terbang melayang di udara menjauh dari tempat pertempuran sedangkan Bintang yang mengejar Briant di hadang Ace.
Bintang yang kehilangan Mawar kemarahannya tak terbendung lagi. Kabut hitam keluar dari tubuhnya, langit berubah warna menjadi hitam, angin bertiup dengan sangat kencang.
Para prajurit yang tidak mampu menahan tubuh mereka dengan laju angin tubuh mereka terbang melayang hingga kondisi tempat pertempuran porak poranda.
Para prajurit yang bertahan berusaha melarikan diri dari tempat pertempuran.
Tinggallah Bintang, pengawalnya, Ace dan Foxi di tempat pertempuran.
Tubuh Bintang berubah sangat menyeramkan dengan kulit berwarna hitam dan bertaring. Mereka yang berada di tempat pertempuran terkejut melihat perubahan Bintang yang tampak menyeramkan.
Di sisi lain Briant yang membawa Mawar di gendongannya mendarat didekat kereta yang ia tumpangi dan meletakkan Mawar di sana.
Briant keluar dari kereta, pandangannya menengadah ke langit. Langit telah berubah warna dengan warna hitam.
Briant menggerakkan tangan membuat dinding transparan untuk melindungi keberadaan Mawar. Lalu ia terbang pergi menuju tempat pertempuran.
Di tempat pertempuran Bintang menggerakkan kedua tangan, cahaya keluar dari tangannya mengenai Ace dan Fox. Ace dan Fox berteriak kesakitan. "Aaaaa.." tubuh keduanya melayang di udara.
Bintang menghempaskan tangannya dan keduanya terjatuh memuntahkan darah dari mulutnya.
Ace dan Fox berusaha bangun untuk melawan Bintang namun tubuh mereka terjatuh kembali.
Hahaha.. tawa menggema menakutkan keluar dari mulut Bintang.
Briant terbang mendekati tempat pertempuran. Ia mendarat lalu menyerang Bintang. Tangan Briant mengeluarkan cahaya begitu juga dengan tangan Bintang. Dua cahaya bertabrakan.
Posisi Briant semakin mundur ia berusaha melawan Bintang dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
Hingga duaaar, bunyi keras membumbung diudara