Deliverance Love

Deliverance Love
25


__ADS_3

Di dalam Mobil, Briant memandangi gelang yang ada ditangannya , membuat ia semakin tidak sabar ingin segera sampai ke kediaman Mawar .


" Berhenti !" kata Briant .


Mobil itu berhenti, dan Briant keluar melesat pergi ke kediaman Mawar , sraat.. dalam sekejap mata Briant sudah menghilang dari pandangan.


Tibalah ia di balkon kamar Mawar, dibukanya pintu balkon dan masuklah Briant di dalam kamar.


Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, sepertinya sang pujaan hati sedang bersiap-siap.


Dilihatnya jam dinding, sebentar lagi malam gumam Briant dengan pelan.


Tak lama kemudian Mawar keluar dengan memakai jubah mandi ditubuhnya. Rambut basah tergerai dengan indah, dengan tangan memegang handuk sambil menggosok-gosok rambut, dikibaskan rambut panjang itu sesekali.


Mawar merasa ada seseorang yang menatapnya dengan gairah membara, seseorang yang tengah berbaring diatas ranjang, Briant menatapnya tanpa berkedip.


"Bri.." panggil Mawar.


"Astaga !" Mawar segera berlari ke ruang ganti baju. Ditutupnya ruangan ganti itu, dibalik pintu Mawar berdiri membelakangi pintu, kedua tangannya menutup mukanya yang memerah.


Dalam otaknya traveling ke kejadian sebelumnya, ketika Briant melihatnya melepas pakaian didalam ruang ganti hanya karena kecerobohannya lupa menutup pintu.


Tangan Mawar terulur mengunci pintu ruang ganti, setidaknya aku aman sekarang. Ia adalah seorang gadis tentunya hal berbau vulgar tidak pernah ia alami kecuali hanya dengan Briant.


Setelah selesai, Mawar keluar dengan gaun merah muda ditubuhnya, ia nampak cantik seperti peri. "Ayo kita berangkat" ajak Mawar pada Briant.


Tanpa menjawab Briant berdiri berjalan mendekat ke arah Mawar. Merengkuh Mawar dalam pelukan, Briant membenamkan wajahnya pada ceruk leher Mawar, menciumnya dengan gairah.


"Ah.. suara ******* Mawar terdengar indah ditelinga Briant. Kaki Mawar melemas, tubuhnya merosot ke bawah, Dengan sigap pelukan Briant semakin erat menopang tubuh Mawar dalam pelukan.


Briant menyudahi aksinya "aku tidak tahan dengan melihat kecantiakanmu" kecupan di lehermu adalah tanda kepemilikanku agar nanti tidak akan ada yang berani memilikimu.


Mawar mendengar perkataan Briant hatinya tersentuh dan kedua pipinya


Dengan sigap, Briant menggendong Mawar berjalan keluar kamar menuju lantai bawah untuk segera berangkat. Terlihatlah kereta kerajaan Kahyangan.


Sang penjaga menunduk membukakan pintu kereta mempersilahkan Keduanya masuk dalam kereta.

__ADS_1


Tak berselang lama Kereta berangkat terbang tinggi ke angkasa.


Didalam kereta keduanya duduk dengan tenang. Briant meletakkan kepalanya dipundak Mawar sambil memejamkan matannya.


Kereta terbang membelah langit dengan cepat, tak berselang lama kereta tiba di istana Kahyangan. Briant membuka matanya, pintu kereta terbuka, pelayan berjejer menunduk memberi penghormatan.


Dari ujung nampak dua orang menghampiri yang tak lain adalah orang tuanya, Raja dan Ratu Istana Kahyangan.


Tubuh Mawar bergerak maju memeluk keduanya. Mawar sangat merindukan orang tuanya. Seribu tahun berpisah bukanlah waktu yang singkat. Ditambah lagi ia adalah penerus Istana Kahyangan, menangkap Dewa Bintang adalah tugasnya.


Bermanja-manja sangat tidak patut Mawar lakukan. Namun untuk malam ini, ia tidak bisa menahan perasaan rindu yang teramat dalam.


Briant melihat Mawar tersenyum, ia turut merasakan kerinduan mendalam dari hati kekasihnya.


Sang Raja segera membalikkan suasana dan berkata "selamat datang Briant"


Briant menganggukkan kepala kepada Baginda Raja dan Ratu sebagai respon.


"Dewi Mawar" panggil Raja "antar Briant menuju tempat peristirahatannya" kata Raja.


Mawar berlalu mengajak Briant menuju tempat peristirahatan. Sampailah mereka, Mawar mendorong pintu kamar yang berukiran naga. Briant menarik Mawar masuk dan menutup pintu, tangan Briant meraih tangan Mawar dan memakaikan gelang giok yang sangat indah ditangannya.


"Gelang restu dari Ibunda, beliau memerintahkan ku untuk membawamu kepadanya suatu hari nanti"


Wajah Briant mendekat, kedua kening itu menyatu mata keduanya terpejam, Briant menarik Mawar dalam pelukan. " Betapa aku sangat cemburu, kenapa hanya orang tuamu yang kamu peluk ditempat umum, sedang aku tidak hem.." kata Briant.


"Ya Ampun Bri.. mereka orang tuamu, bagaimana bisa kamu cemburu" kata Mawar dengan cemberut.


Briant mencolek hidung sang kekasih, reaksi Mawar membuat ia semakin gemas. Ingin rasanya Briant memakannya saat ini juga. Briant mencium Mawar, ********** menyalurkan gairah hingga keduanya terengah-engah dan ciuman itu terlepas.


"Sangat nikmat sayang.. entah kapan aku bisa.." kata Briant dengan perkataan yang tak diteruskan.


"Bisa apa Bri..?" tanya Mawar.


"Bisa bercinta denganmu Sayang.." kata Briant ditelinga Mawar. Perkataan Briant membuat tubuh Mawar memanas. Sapuan nafas Briant membuat tubuh Mawar bereaksi.


Briant melihat reaksi Mawar bibirnya tersenyum sambil berkata "ayo menikah sayangku, aku takut khilaf, hatiku mencintaimu tubuhku bereaksi hanya jika didekatmu yang kutakutkan aku sudah tidak bisa menahannya lagi" Briant melepaskan pelukan dan berpaling dari Mawar, sungguh Mawar membuatnya semakin kecanduan.

__ADS_1


Briant sangat mencintai Mawar, hingga apapun akan ia berikan dan korbankan hanya untuknya.


Mawar berlari kecil keluar dari kamar Briant, jantungnya berdetak sangat cepat serasa mau lepas dari tempatnya, Mawar berlari menuju kamarnya.


"Ah.. terdengar suara teriakan dari kediaman Yang Mulia Raja dan Ratu. Mawar berlari menuju kamar orang tuanya.


Briant mendengar teriakan juga berlari menuju tempat kejadian.


Mawar yang sudah sampai duluan, "Ayahanda..! Mawar terkejut mendapati Ayahnya berlumuran darah pada bahunya "ada apa ini Ibunda, apa yang terjadi!"


"Ibu juga tidak tau, tadi ada panah yang melesat sangat cepat bahkan Ibu tidak bisa melihat dari mana asal anak panah itu".


"Pelayan panggilkan tabib! perintah sang Ratu"


"Baik Yang Mulia Ratu"


Briant sampai dikamar dan ia segera membantu memapah Yang Maulia Raja diatas ranjang.


"Saya akan membantu menyelidiki masalah ini". Kata Briant, "


Tak berselang lama sang tabib datang, ia segera mengobati Yang Mulia Raja. Setelah kondisi kembali stabil mereka keluar kembali ketempat peristirahatan.


"Ace segera selidiki masalah ini !" kata Briant


"Baik Tuanku"


Briant menuju mamar Mawar, ia memasuki kamar itu, sang pujaan tengah risau dalam hatinya. "Jangan khawatir aku sudah memerintahkan bawahanku untuk menyelidiki masalah ini, jangan khawatir serahkan semua padaku kata Briant sambil memeluk Mawar.


Hati Mawar berangsur-angsur tenang.


Dalam hati berkata, masalah ini tidaklah sederhana apalagi bertepatan dengan acara festifal rakyat. Setelah Mawar tenang Briant melepaskan pelukannya. "Aku akan selalu melindungi kamu beserta keluargamu" kata Briant. "Fokuslah untuk acara besok, coba kamu cek, apakah acara besok sudah siap"


Mawar menganggukkan kepalanya.


Keadaan kembali seperti semula dan semua orang kembali ke aktifitas masing-masing.


Cahaya mentari kini telah tergantikan dengan gelapnya malam. Briant berjalan perlahan, dibukanya pintu kamar Mawar.

__ADS_1


Briant membuka selimut, memeluk Mawar dengan erat dan menutup selimut pada tubuh keduanya. Kini keduanya berpelukan dalam mimpi bahagia mereka.


__ADS_2