Deliverance Love

Deliverance Love
74


__ADS_3

Bintang berjalan menuju ruang pertemuan. Setibanya ia di sana ia menaiki singgasana lalu ia duduk di sana.


Pandangan Bintang menyapu seluruh ruangan. Nampak para mentri, penasehat, pengawal dan komandan berada di aula pertemuan.


"Lapor yang mulia Raja Yang Agung.


"Katakan."


"Rencana kita telah berjalan lancar. Para Rakyat telah percaya pada anda dan mendukung Yang Mulia untuk menjadi Raja baru mereka."


"Bagus"


Ada hal yang perlu dilaporkan lagi?"


"Yang Mulia Raja Yang Agung saya menyampaikan keluhan rakyat bahwa ada monster yang menyerang mereka di tengah malam. Mereka meminta perlindungan dan pengusutan masalah itu.


"Bagaimana pendapat para mentri untuk masalah ini?" tanya Bintang.


"Menurut hamba Yang Mulia sebaiknya kita membentuk kelompok untuk berpatroli setiap malamnya."


"Kami setuju dengan usulan tersebut Yang Mulia Raja Yang Agung."


"Baiklah Panglima siapkan pasukan dan bagi secara berkelompok dan laksanakan ronda dengan bergiliran."


"Baik Yang Mulia Raja Yang Agung."


"Yang mulia kami belum menemukan posisi Dewi Mawar dan keluarganya berada."


"Teruskan pencarian hingga mereka ditemukan."


"Baik Yang Mulia Raja Yang Agung.


_________

__ADS_1


Disisi lain di kediaman Briant.


Orang tua Briant kembali dari perjalanan bisnis mereka.


Di bandara. Briant dan asistennya tengah menunggu kedatangan keduanya. Beberapa saat kemudian orang tua Briant terlihat berjalan mendekati Briant yang tengah menunggu kedatangannya.


"Pa Ma sapa Briant, sambil memeluk kedua orang tuanya.


Sedangkan asisten Briant membungkuk memberikan hormat. Mereka masuk mobil yang telah disiapkan untuk orang tua Briant. Sedangkan Briant masuk mobil lainnya.


Kedua mobil itu melaju pergi meninggalkan bandara menuju kediaman Briant.


Beberapa saat kemudian Mobil sampai dikediaman Briant. Mereka berempat keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam kediaman Briant.


Nampak di sana Mawar dan kedua orang tuanya tengah menunggu kedatangan Briant dan orang tuanya.


"Bagaimana kabarmu putriku?" sapa Mama Briant pada Mawar sambil memeluk Mawar dan tak lupa mengusap perut Mawar dengan lembut.


Mawar mendapat perlakuan seperti itu hatinya terasa bahagia.


"Sayang.. kenapa nangis?" tanya Briant dengan wajah panik.


"Tidak apa-apa hanya terharu dengan perlakuan Mama."


Mereka yang mendengar perkataan Mawar mengerti jika Mawar begitu sensitif karena kehamilannya.


Ibu Briant membawa Mawar masuk ke dalam. Dan disinilah mereka berada, mereka berada di ruang keluarga.


Ibu Briant memperlihatkan oleh-oleh yang ia bawa untuk Mawar, Briant dan kedua besan mereka.


"Honey.. besok aku berangkat ke Istana, kamu disini dan jagalah anak kita."


"Bri.. bukankah kita tidak boleh berpisah, lalu kenapa kamu berangkat sendirian menuju Istanan Kahyangan?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa honey, yang terpenting adalah kamu harus tetap disini dan beristirahat."


"Gak bisa Bri.. aku mau ikut. Bintang bukan lawan yang bisa kita remehkan."


"Iya Briant bawa Mawar bersamamu." kata Ayahanda Mawar.


"Tapi tetap jaga Mawar agar tetap aman" kata Mama Briant.


"Baiklah" jawab Briant.


Di tengah canda tawa mereka asisten Briant datang dengan tergopoh-gopoh.


"Tuan Muda!"


"Ada apa Rian hingga membuat mu sampai berlari."


"Ada hal penting yang perlu saya laporkan."


"Katakan!"


"Tuan Briant ada berita yang sangat mengejutkan di desa x, seluruh penduduk di sana menghilang dengan misterius."


Semua orang yang ada di ruang tamu mendengarkan laporan yang Rian bawa.


"Bahaya ini Briant" kata Mama Briant.


"Apa maksud Mama?"


"Jika tebakan ku benar maka ini merupakan bencana.


"Katakan Istriku!" kata Papa Briant yang ikut penasaran dengan masalah ini."


"Ini ada hubungannya dengan Bintang, orang yang kemasukan aura hitam maka tubuhnya membutuhkan makanan untuk tetap hidup dan makanannya adalah darah manusia. Jika ini benar ada hubungannya dengan Bintang maka sekarang jumlah orang yang menjadi monster semakin bertambah setiap harinya.

__ADS_1


Jika ini terus berlanjut maka baik dunia maupun Langit dalam kekuasaan Iblis dan terciptalah dunia kegelapan.


__ADS_2