Deliverance Love

Deliverance Love
57


__ADS_3

Istana Kahyangan di aula pertemuan.


"Lapor Yang Mulia Raja Yang Agung."


"Katakan!"


"Ada seorang penyusup masuk ke Istana Kahyangan, namun kami kehilangan jejak."


"Cari petunjuk sekecil apapun!"


"Baik Yang Mulia Raja Yang Agung."


Prajurit membungkukkan badan lalu berbalik pergi dari aula istana pertemuan.


Jika ia seorang penyusup berarti ia bukan rakyat Kahyangan, kemungkinan ia adalah seseorang yang berhubungan dengan Dewi Mawar.


"Dewi Mawar dimana kamu berada.."


Ingatan Bintang melayang saat ia berada di bumi dan bisa menemukan keberadaan Dewi Mawar meskipun harus menahan rasa perih yang menghujam hatinya lantaran menyaksikan seseorang yang amat ia cintai bermesraan dengan laki-laki lain didepan matanya. Namun hal itu tak mengurangi sedikit pun rasa cinta di dalam hatinya.


Namun beberapa hari kemudian Bintang kehilangan jejak keberadaan Dewi Mawar. Ia terlambat membawa Dewi Mawar karena ilmu yang ia miliki kala itu belum lah sempurna. Ia mengutuk dirinya sendiri karena ketidak mampuannya. Hingga ia kehilangan keberadaan Dewi Mawar.


Tangan Bintang mengerat pada cangkir yang ia pegang. Tak.. cangkir yang ia pegang pecah berkeping-keping menghasilkan goresan pada telapak tangannya.


Darah nampak keluar dengan begitu banyaknya dari tangan Bintang.


**


Di dalam goa di hutan.


Seminggu waktu telah berlalu. Raja, Ratu dan pengawal masih setia menghuni goa tanpa bisa keluar dan melakukan pergerakan.

__ADS_1


Prajurit Bintang masih saja berpatroli dengan penjagaan semakin ketat, lantaran berita penyusup yang memasuki Istana Kahyangan.


"Sampai kapan kita berada disini, suamiku.. aku benar-benar merasa khawatir bagaimana jika putri kita datang ke Istana Kahyangan."


Raja terdiam lalu ia berkata "Sebaiknya Ratu bersabar. Jika putri kita tertangkap aku yakin Bintang tidak akan berbuat buruk pada Mawar karena Bintang sangat mencintai Mawar atau bisa dikatakan jika Bintang terobsesi dengan putri kita.


Kepala Ratu manggut-manggut tanda setuju dengan apa yang di katakan Suaminya. Namun entah kenapa hatinya seakan merasa tidak tenang.


"Hanya bercanda.. Ratu." Kata Yang Mulia Raja pada istrinya.


Raja tentu saja khawatir jika Mawar sampai tertangkap. Bencana besar pasti akan terjadi.


**


Mobil yang ditumpangi Briant dan Mawar telah sampai di tempat yang mereka tuju yaitu mansion orang tua Briant.


Briant keluar dari dalam mobil lalu ia berlari untuk membukakan pintu mobil Mawar.


"Selamat pagi Tuan muda, nona muda."


"Selamat pagi.." jawab Briant dan Mawar bebarengan.


Keduanya masuk ke dalam Mansion dengan kepala pelayan yang berjalan di belakang mereka.


Setibanya mereka masuk Briant membawa Mawar menuju ruang keluarga.


"Selamat pagi Ma.." sapa Briant pada Mamanya.


Mama Briant terkejut mendengar sapaan seseorang yang sangat ia kenal dari arah pintu. Senyum manis nan lebar nampak jelas pada bibirnya.


Mama Briant tersenyum nampak jelas diwajahnya. Ia sangat senang melihat kedatangan putra dan istrinya.

__ADS_1


Mama Briant memeluk Briant lalu setelah itu ia memeluk Mawar.


Mereka lalu duduk bersama.


"Ada hal penting apa hingga sampai datang kemari?" tanya Mama Briant karena merasa tidak seperti biasanya apalagi dengan melihat raut muka kedua anaknya yang nampak begitu tegang.


"Ini mengenai Ayahanda dan Ibunda. Istana Kahyangan telah diserang dan sampai sekarang keberadaan Ayahanda dan Ibunda masih belum diketahui, bisakah Mama membantu untuk melihat di mana mereka berada?"


"Tunggu sebentar.." Mama Briant memejamkan mata berkosentrasi untuk bisa mengetahui keberadaan besannya.


Tak berselang lama Mama Briant membuka matanya. "Jangan khawatir.. mereka dalam keadaan baik-baik saja."


"Lalu dimanakah mereka sekarang Ma?" tanya Mawar.


Di dalam goa dalam hutan tidak jauh dari Istana. Akhirnya Briant dan Mawar yang mengetahui keadaan mereka hati mereka merasa tenang.


"Bagaimana bisa Istana Kahyangan sampai bisa diserang?" tanya Mama Briant yang merasa heran, Istana Kahyangan yang mempunyai kekuatan luar biasa kenapa bisa sampai mendapat penyerangan bahkan kekuatan mereka tak mampu mengalahkan kekuatan musuh.


"kami juga belum tau kenapa semua sampai terjadi dan yang paling mengejutkan penyerangan ini dilakukan oleh seseorang yang harusnya sudah meninggal kata Briant.


"Maksudnya bagaimana?"


"Maksudnya begini Ma.. seseorang yang menyerang Istana Kahyangan dulunya adalah seorang Dewa namun karena kesalahan yang telah ia lakukan pada istriku Mawar maka ia dihukum penjara dalam Istana dingin. Harusnya ia meninggal di sana namun anehnya ia masih hidup."


Mama Briant mendengar dengan seksama penjelasan Mawar.


"Briant.. Mawar.., Mama dan Papa sebenarnya mau berkunjung ke Istana Kahyangan. Sewaktu kalian menikah kami belum dengan resmi memintamu menjadi menantu kami. Namun kami tidak menyangka hal yang tak terduga terjadi."


"Terimakasih Ma.. atas niatan Mama sudi datang ke Kahyangan, mawar merasa bahagia mendengarnya. Jika nantinya waktunya sudah tepat maka kita bersama-sama datang ke istana."


"Baiklah sayang.."

__ADS_1


__ADS_2