
"Istriku bangunlah.. aku mohon, ingatlah pada anak kita yang sekarang ada di dalam perutmu.. jangan pergi tinggalkan aku sendiri disini."
Briant mengguncang-guncangkan tubuh Mawar namun tidak ada pergerakan sama sekali.
"Arrgh.." teriak Briant.
Namun tidak ada pergerakan sama sekali.
"Pats" kedua orang tua Briant dan Mawar datang di goa hutan kematian. Mereka berlari menuju kolam ketika mereka melihat apa yang tengah terjadi.
Ibunda Mawar dan Briant memeluk tubuh Mawar yang berada dalam pelukan Briant.
Kedua wanita berbeda kehidupan itu menangis karena mengetahui kondisi putri mereka yang tak kunjung sadarkan diri.
Sedangkan Sang Raja dan Papa Briant memegang bahu Putra mereka untuk menguatkan.
"Briant bawa Istrimu ke ranjang" perintah Raja yang tak lain adalah Ayahanda Mawar.
Briant beranjak berdiri dengan menggendong Mawar lalu melangkah menuju ranjang. Sedangkan Ibunda Mawar dan Mama Briant keduanya menangis dengan posisi berpelukan.
__ADS_1
Briant meletakkan Mawar dengan perlahan lalu tangannya bergerak, seketika itu pakaian yang dikenakan Mawar yang mulanya basah kini telah kering kembali.
Raja memusatkan tenaga dalam untuk menyembuhkan Mawar lalu diikuti Briant. Mereka berusaha menyembuhkan Mawar.
Cahaya keluar dari tangan Raja dan Briant.
Setelah beberapa saat kemudian usaha yang mereka lakukan tak membuahkan hasil. Mawar masih dalam kondisi sama yaitu tidak sadarkan diri.
Briant berjalan mendekati Istrinya, duduk disampingnya. Tubuh Briant mendekat kearah Mawar ia merengkuh Mawar kedalam pelukannya dengan air mata menetes di kedua pipinya.
Semua orang yang berada di dalam ruangan merasa sedih melihat kondisi Mawar yang tergeletak tak berdaya.
Cahaya keluar dari kedua bahu Briant dan Mawar lalu masuk ke dalam tubuh Mawar yang berada dalam pelukan Briant.
Cahaya yang telah keluar masuk ke dalam tubuh Mawar.
Mata yang sebelumnya terpejam dengan perlahan bergerak-gerak tanpa disadari oleh siapa pun.
Setelah beberapa saat kemudian mata itu terbuka lebar lalu terdengar suara " Bri.." terdengar seruan seseorang memanggil Briant, suara yang sangat familiar.
__ADS_1
Briant mengangkat kepalanya dan melihat Mawar yang berada dalam pelukannya.
"Dear.. kamu sudah bangun?" kata Briant sambil menangkup kedua tangannya pada kedua pipi Mawar.
Tanpa mendengar jawaban Mawar Briant mendekatkan wajahnya dan mencium setiap inci wajah Istrinya tanpa ia sadari jika ia tidak sendiri di ruangan itu.
Ibunda Mawar yang sebelumnya ingin berhambur mendekat ke arah putrinya menghentikan langkahnya. Begitu juga dengan yang lain.
Mereka sungguh pasangan yang saling mencintai kata mereka dalam hati setelah menyaksikan peristiwa romantis dengan penuh cinta yang terjadi secara live didepan mereka.
Mereka yang melihat kejadian didepan mereka turut bahagia karena putra putri mereka begitu mencintai satu dengan yang lain.
Papa Briant yang merasa jika adegan live Putra dan anak menantunya dirasa cukup ia berdehem untuk menyadarkan Briant dari kelakuannya yang tidak ia sadari.
"Ehem.."
Briant yang mendengar suara seseorang yang tak lain adalah Papanya ia menyadari apa yang telah ia lakukan. Ia lalu menguraikan pelukannya pada sang Istri sambil berkata "Syukurlah Mawar telah sadar" lalu Briant beranjak dari duduknya dan disusul Ibunda Mawar yang datang mendekat lalu memeluk sang putri dengan begitu erat.
Perasaan sedih yang tadinya ia rasakan sekarang terganti dengan rasa syukur karena kini kondisi Mawar baik-baik saja.
__ADS_1
Mama Briant juga mendekat pada Mawar pada ranjang sisi sebelahnya. Ia juga turut dalam pelukan keduanya, kini ketiganya berpelukan dengan rasa syukur dalam hati mereka.
Ketiga pria yang melihat adegan didepan mereka juga turut dalam perasaan syukur menghinggapi hati mereka