Deliverance Love

Deliverance Love
Bersenang-senang


__ADS_3

"Fox kerahkan orang-orang terbaikmu untuk mencari Dewa Bintang , aku ingin masalah ini segera berakhir "


" Akan saya lakukan sesuai perintah Nona "


" Nona perusahaan Briant company mengadakan pesta , dan memberikan undangan pada perusahaan , apakah nona berkenan hadir atau kita menunjuk perwakilan ? "


" Aku akan hadir Fox , aku penasaran siapa pemilik B Company grup yang sulit sekali kita kalahkan , siapkan segala keperluanku ke pesta "


" Baik nona "


Setelah percakapan keduanya Mawar berjalan menuju kamarnya , aku ingin ke hutan kematian , aku benar-benar rindu rumah keduaku itu , sebaiknya aku kesana , Mawar segera melesat pergi melewati jendela kamarnya .


Tibalah Mawar dihutan kematian , matanya benar-benar termanjakan berada pada tempat itu , sungguh indah . Dibaringkannya tubuhnya pada hamparan rumput , matanya tampak mengamati segala aktifitas hewan - hewan yang berlalu lalang disana , burung - burung berkicau dengan suaranya yang begitu indah , kupu - kupu hinggap dari bunga satu ke bunga lainnya . Angin bertiup dengan lirih , membuat siapapun yang berada di tempat itu akan terbuai . Tiupan angin begitu menyejukkan , dengan perlahan mata itu terpejam dengan begitu cantiknya .


Di sisi lain Briant begitu tersiksa , hatinya gelisah . Dalam matanya tersirat kerinduan yang begitu dalam akan gadisnya . Bagaimana bisa seorang Briant ditolak seorang gadis , bahkan tidak hanya itu , gadis itu mempermainkannya . Dalam seumur hidupnya tak ada satupun perempuan yang menolaknya. Namun keadaan ini sungguh berbeda , ia sungguh tergila - gila .. tangannya mengacak - acak rambut " Aaaargh .. " erangnya , sungguh menyedihkan , seorang penguasa telah terkalahkan . Ia sangat frustasi .


Ace begitu menghawatirkan keadaan tuannya , namun ia tak mampu berbuat apa - apa . Segala upaya telah dilakukan untuk menemukan gadis pujaan hati tuannya .


" Kenapa rindu ini begitu menyiksa ! istriku dimana kamu ! " . Keadaan Briant begitu kacau benar - benar begitu menyedihkan .


" Tuan .. ! " panggil Ace dengan lirih " jangan seperti ini tuan , besok adalah ulang tahun perusahaan , jika keadaan tuan seperti ini terus akan merusak citra perusahaan "


" Aku tidak peduli Ace ! aku benar - benar gila ! "


"Jangan berkata seperti itu tuan "


" Bagaiman aku tidak gila ace , namanya saja aku tidak tau dan bagaimana orang - orang mu bisa menemukannya jika sedikit informasi tentangnya saja tidak ada ! "


Dalam benaknya tidak ingin merasakan jatuh cinta , ternyata cinta sangatlah menyakitkan "


" Bagaimana jika kita ke hutan iblis tuan ? "


Briant seketika diam .. "aku akan membersihkan tubuhku dulu , aku akan kesana , kau urus segala sesuatu untuk acara besok , lakukan dengan sempurna ! " . Ace sangat berharap semoga tuan menemukan nyonya disana.


Setelah selesai dengan segala ritual mandinya , akhirnya Briant telah siap . Tubuhnya melesat pergi menuju hutan Iblis . Dengan pandangan tajam , diarahkannya keseluruh sisi . Briant terkesiap , bagaimana tidak , tempat ini tidaklah sama lagi terakhir seperti terakhir kali ia lihat . Kini setiap inci dari hutan ini menampakkan panorama layaknya surga , begitu indah . Setiap inci ia telusuri dengan harapan akan menemukan pujaan hati , seminggu tidak melihatnya benar - benar membuatnya gila .


Sorot matanya nampak berbinar akan hal yang ia lihat didepannya , dengan langkah mengendap - endap didekatinya gadis yang terlelap dengan begitu damai itu . Matanya tanpa lelah memperhatikan setiap bagian inci , alisnya , hidungnya , bibirnya semua nampak indah .


Tanpa terasa tangannya terulur menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantiknya . "Oh.... my sweetheart" ujarnya dengan pelan . Kini jantungnya berirama dengan begitu indah , hatinya benar - benar bahagia yang tak mampu tergambarkan . Satu jam telah berlalu .. namun gadis itu belum juga terjaga dari tidurnya . Ya Tuhan .. istriku benar-benar doyan tidur , apa ia tak hawatir tidur dialam terbuka , anggap aja ilustrasinya seperti gambar dibawah .

__ADS_1



Sedikit cahaya matahari mengenai mata indah Mawar, tubuhnya mengeliat perlahan , matanya terbuka . Dan didapatinya seseorang di depannya , Mawar benar - benar terkejut , dengan reflek Mawar mengambil pisau kecil yang ia sembunyikan dikaki , dan menghunuskan tepat dileher Briant , "Siapa kamu ! "


Briant terkejut akan respon pertahanan Mawar yang begitu cepat , Briant terkekeh . " Oh .. mungkinkan karena penampilanku yang semakin tampan , istriku bagaimana bisa kamu melupakan suamimu ini ? "


Matanya membelalak dengan sempurna , di tatapnya sosok laki - laki didepannya . Suara itu adalah suara seseorang yang mengklaim dirinya sebagai istri , kemudian Mawar menurunkan pisau yang ada pada leher Briant . " Apakah kamu orang yang membawaku ke sebuah mansion ? "


Mendengar pertanyaan Mawar , Briant tersenyum . " Ia sayang .. aku sudah mencarimu seminggu ini , kamu telah membuat aku benar - benar gila karena rindu . Bukankah sudah aku bilang untuk istirahat dikamar ! "


Sekarang Mawar yakin bahwa laki - laki ini adalah laki-laki yang sama , meskipun penampilan mereka berbeda . " Sudah kubilang berkali - kali astaga ! aku itu bukan istrimu , aku itu perempuan yang bebas, anda harus tau itu tuan ! kecuali aku sendiri yang menginginkannya ! "


Setelah percakapan itu, Mawar bangun dari tidurnya , dilangkahkan kakinya .. cring .. cring .. cring .. langkahnya begitu pelan dengan suara gelang kaki yang membuatnya nampak mempesona . Sekelebat ingatan memenuhi kepala Mawar , ingatan akan laki - laki yang membebaskannya dari kutukan , dan sekarang laki - laki itu ada didepannya . " Apakah kamu orang yang menembakkan panah ke air terjun itu ? "


" Ya , memangnya kenapa ? " tanya Briant


" Terima kasih karena berkatmu aku terbebas dari sana " , kata Mawar sambil melihat goa yang berada dibalik air terjun .


Kedua mata Briant mengeryit , ia tak mengerti perkataan Mawar . Sambil menatap secar inten , Briant bertanya " maukah kamu menceritakan apa yang terjadi padamu , kenapa kamu bisa terkurung di hutan kematian ? "


Mawar enggan untuk bercerita , bagaimanapun mereka baru saja bertemu , baginya Briant adalah orang asing .


" Mendengar tidak ada pemaksaan dari Briant , Mawar merasa lega . Mawar menjawab baiklah "


Dalam hati Briant berkata, sepertinya aku harus pelan - pelan mendekatinya , seperti yang dikatakan Ace . " Bolehkah aku tau siapa namamu ? "


" Namaku Mawar "


Bagaimana bisa aku jatuh hati padanya , bahkan namaku saja ia tidak ingin tahu , sial kata Brian dalam hati .


Ilustrasi Briant dalam wujud setengah Iblis .



Melihat respon Briant , Mawar mengendurkan kewaspadaannya , entah kenapa Mawar merasa nyaman berada disisinya . Sambil tersenyum tipis Mawar menatap Briant , " Mau ikut denganku ? akan kutunjukkan rumah keduaku "


Melihat senyum yang begitu menawan , dengan suara lirih Briant berkata " cantik "


Briant tanpa ragu mengikuti kemanapun Mawar pergi . Mawar berlari kecil , nampak sesekali Mawar memutar tubuhnya dengan memejamkan matanya . Hamparan bunga indah itu telah menghipnotis siapapun yang melihatnya . Dengan berlari kecil , Mawar memetik bunga - bunga itu dan menciumnya .

__ADS_1


" Siapakah namamu tuan ? "


Mendengar Mawar menanyakan namanya , Brian sangatlah senang , namun Briant segera menekan rasa senangnya , bagaimanapun ia tak ingin terlihat konyol didepan pujaan hatinya .


" Kamu bisa memnggilku Briant "


" Hahaha .." Mawar menanggapi dengan tersenyum lirih . Dan itu tampak cantik dimata Briant .


" Namaku saja anda baru tau , bagaimana bisa mengklaim saya sebagai istri " , katanya diiringi dengan tawa lirih .


Kata - kata Mawar begitu mengena dihati Briant , serasa ada rasa aneh menggelitik dihatinya meskipun terkesan seperti sindiran , bagi Briant itu adalah hal luar biasa karena Briant merasa kini Mawar telah menurunka pengawasannya .


Briant menatap intens , empat mata mereka bertemu , sambil berkata " aku tidak perlu muluk - muluk dalam hal cinta nona , pertama kali aku melihatmu , hatiku berbisik kamu adalah istriku , dan kata hati tidak pernah berbohong " kata Briant dengan mantap .


Mawar seakan hilang kesadaran , sorot mata Briant menenggelamkannya , semburat merah tercetak jelas pada kedua pipinya , Mawar tersipu malu , ada getar berpacu dihatinya . Entahlah .. apa itu , namun kata - kata Briant sedikit membuka ruang hati yang semula tertutup begitu rapat .


Menyadari situasi canggung , Mawar mengalihkan pandangannya , apalagi posisi tubuh mereka begitu dekat .


" Aku tidak akan memaksamu , tapi cepat atau lambat jiwa dan ragamu akan menjadi milikku " , dengan senyum smriknya sambil melenggangkan kakinya berjalan mendahului Mawar .


"Jangan terlalu sombong tuan Briant terhormat ". Briant berbalik dan mendekatkan tubuhnya pada Mawar " Apa yang k..ka..u lakukan " . Dengan melangkah kebelakang . Briant terus mendekati Mawar , melihat pergerakan Mawar yang berhenti karena adanya pohon dibelakangnya , Briant semakin mendekatkan wajahnya , kini posisi mereka tanpa berjarak , hidung keduanya saling menempel . Mawar memalingkan wajahnya menghindari tatapan Briant yang seakan - akan memabukkan. Jantungku serasa mau meledak , detak jantung Mawar semakin cepat , seirama dengan kedua pipinya yang merona .


Briant melihat pipi Mawar yang merona , ingin rasanya ia mencubitnya , sungguh cantik istriku ini. Dengan sepersekian detik, bibir mereka telah menyatu , Briant mencium bibir Mawar dengan begitu lembut , dan pagutan itu lama kelamaan menjadi ******* , menambah gairah keduanya yang terbuai dengan keadaan itu , seakan keduanya adalah insan yang kini dimabuk cinta .


Tanpa disadari Mawar mengikuti irama Briant . Namun kesadarannya telah kembali , dengan cepat Mawar mendorong tubuh Briant menjauh darinya . Mawar berlari tanpa menghiraukan Briant . Detak jantungnya benar-benar memburu sekarang .


Briant berteriak , " aku yakin kau juga memiliki perasaan yang sama padaku , rasakan detak jantungmu sayang , detak jantung kita bahkan sirama " , berlari mengejar Mawar .


Terus berlari .. meninggalkan Briant yang masih tertinggal dibelakang , apakah benar apa yang dikatakannya , apa benar aku telah jatuh cinta padanya . Enggak - enggak itu tidak mungkin .


Briant berlari mengejar Mawar , namun gadis itu telah hilang dari pandangannya . " Sial ! "


" Bagaimana aku lupa harus mendekatinya dengan perlahan " . Sambil memegang bibirnya , " manis " gumamnya dan Briant melesat pergi menyusul Mawar ke dalam goa . Kini Briant sangat bahagia mengetahui pujaan hatinya memiliki perasaan yang sama dengannya .


Mawar merebahkan tubuhnya di tempat tidur di dalam goa , kini detak jantungya sudah kembali seperti sedia kala . Untung aku bisa lari darinya bisa - bisa jantungku copot jika terus berada didekatnya , kedua matanya terasa berat , tak lama kemudian ia pun terlelap .


Tak berselang lama , ada langkah kaki berjalan mendekat , ia pun ikut masuk , tidur , lalu melingkarkan tangan untuk memeluknya , keduanya pun terlelap dalam indahnya mimpi bersama .


......~Happy reding~......

__ADS_1


__ADS_2