Deliverance Love

Deliverance Love
78


__ADS_3

Di Istana Kahyangan.


Para bawahan Briant tengah berkumpul menunggu pemimpin mereka di sekitar altar persembahan yang telah disiapkan. Malam yang mereka tunggu-tunggu, yaitu malam bulan purnama sebentar lagi akan datang.


Langit malam nampak gelap gulita hanya cahaya obor sebagai penerangan. Waktu terus berjalan, hingga pukul sebelas Bintang berjalan menuju altar dengan dikawal prajurit dibelakangnya. Briant menaiki altar dan duduk di sana di depan kuali besar yang berisi darah gadis perawan yang telah di kumpulkan sebagai persembahan.


______


Kediaman Briant.


Mobil Briant memasuki kediaman menuju tempat parkir. Briant segera keluar menuju kediamannya lalu Briant berjalan menuju kamar.


Ceklek.. pintu dibuka Briant dari luar.


Mawar menoleh kearah pintu ketika ia mendengar suara pintu dibuka dari arah luar.


Di dalam kamar Briant mendapati Mawar Istrinya tengah berjalan mondar-mandir di dalam kamar dengan raut muka terlihat gelisah.


Mawar berlari ke arah Briant lalu memeluknya.


"Ada apa dear..?" tanya Briant.


Mawar yang menenggelamkan kepalanya pada pelukan Briant, ia mengangkat kepalanya dan melihat Briant.


"Entahlah.. aku sendiri tak tau kenapa Bri.. aku merasa sangat gelisah seperti ads hal buruk yang akan terjadi" kata Mawar.

__ADS_1


Briant menuntun Mawar ke arah ranjang dan duduk di sana. Mawar dan Briant duduk berdampingan di ranjang.


Belum sampai keduanya berbincang terdengar ketukan di pintu kamar.


Tok.. tok..


"Masuk.." kata Briant.


Briant dan Mawar mengangkat kepala melihat siapa yang berjalan masuk ke kamarnya.


Nampak Ace berjalan masuk dengan langkah tergesa-gesa.


"Tuan muda gawat!" kata Ace dengan nafas ngos-ngosan.


"Ada apa Ace!" tanya Briant.


"Apa maksudmu Ace?" tanya Mawar dengan raut wajah yang terlihat sangat penasaran.


"Tuan Muda, Nona sekarang di Istana Kahyangan ada prosesi persembahan yang bertujuan untuk menyempurnakan kekuatan Bintang dan pengikutnya."


"Apa!" jawab Mawar dan Briant secara bersamaan.


"Benar Tuan Muda, Nona" kata Ace.


"Kita harus segera pergi ke Kahyangan Bri.." kata Mawar.

__ADS_1


"Benar sayang.." jawab Briant.


Briant berbalik menghadap Istrinya dan berkata "Kita berangkat ke hutan kematian, kita berangkat bersama pasukan phoenix menuju Istana Kahyangan."


Mawar mengangguk sebagai tanda persetujuan..


"Ace ikutlah dengan kami" kata Briant.


"Baik Tuanku" jawab Ace dengan membungkukkan tubuhnya.


Tangan Briant bergerak memutar dsn keluarlah cahaya berwarna-warni dengan pola rumit membentuk lingkaran.


Setelah portal terbentuk Briant, Mawar dan Ace memasuki portal menuju hutan kematian.


Langit berubah warna menjadi hitam pekat dengan suasana menakutkan. Para hewan penghuni hutan kematian menengadahkan kepala mereka ke atas mereka semua merasakan gelisah seakan akan terjadi bencana yang maha dahsyat.


Portal muncul di hutan kematian ketiganya muncul di padang rumput yang terbentang begitu luas.


Briant menggerakkan tangan dan keluarlah naga dari tangannya.


Naga keluar terbang melayang di angkasa dengan bentuk semakin besar dan mengeluarkan suara pekikan yang sangat keras.


Briant, Mawar dan Ace menengadah keatas melihat sang Naga di langit.


Para hewan penghuni hutan kematian datang berduyun-duyun menuju padang rumput. Padang rumput yang semula nampak lengang kini penuh dengan binatang yang tengah berkumpul di sana.

__ADS_1


Mereka semua berkumpul dengan menengadahkan kepala ke arah langit melihat pergerakan sang naga yang tengah berputar-putar di angkasa.


__ADS_2