
Malam semakin larut, Briant mengantarkan Mawar untuk kembali ke kediamannya. Dalam perjalanan tangan kiri Briant menggenggam tangan Mawar.
" Bri .. perhatikan jalan .. "
Melihat tidak ada respon dari kekasihnya maka Mawar mengulangi perkataannya .
" Bri lepasin tanganku dulu , kamu fokus saja menyetir , Sayangku .. fokus menyetir dulu , lepasin tanganku " . ia
" Tidak sayang , aku gak bisa rasanya aku takut kamu pergi bila aku lepasin "
" Sayang jangan gombal dech .. "
" Siapa yang gombal Tuan Putri , inilah yang aku rasakan , dan kau tau rasanya ini masih saja seperti mimpi , aku sangat takut ketika aku bangun hal ini akan berakhir "
Mendengar penuturan Briant , Mawar tidak menyangka betapa dalam cinta Briant padanya . Mawar merasakan keberuntungan bisa dicintai oleh laki - laki seperti Briant .
Tibalah mobil itu di depan kediaman Mawar , Briant membukakan pintu dan Mawar keluar dari dalam mobil .
" Hati - hati dijalan "
Kata Mawar sambil melambaikan tangan . Namun , Briant tetap diam .
" Apa ada yang ketinggalan ? " tanya Mawar
" Tanpa menjawab pertanyaan Mawar , Brian menarik Mawar kedalam pelukan , cup.. Briant mencium Mawar , setelah lima menit kemudian ciuman itu dilepaskan.
" Ciuman selamat malam " kata Briant sambil tersenyum .
Briant melepaskan pelukannya dan berlari memutar , memasuki mobil .
Mawar tersipu , ia tidak menyangka Briant .. sangat manis . " Bagaimana aku tidak semakin cinta jika perlakuannya semanis ini " kata Mawar dalam hati .
Mawar melambaikan tangannya melepas kepergian Briant , mobil itu melaju perlahan dan menghilang dari pandangan , Mawar pun memasuki kediamannya .
Disisi lain , didalam mobil " yes .. yes .. yes .. tak henti - hentinya Briant bersorak kegirangan . Bagaikan gayung bersambut , cintanya kini disambut dengan sepenuh hati oleh pujaan hatinya.
Bagaiman ia tidak bahagia akan hal itu .
Mengingat momen mendebarkan yang ia lakukan untuk pertama kali dalam hidupnya .. ia sangatlah bahagia yang tak terkira . Buah dari kesabarannya cintanya diterima .
Dalam sepanjang hidupnya ini adalah pertama kalinya Briant menyatakan cinta dan diterima .
Tibalah Briant di Mansionnya .
Sang asisten melihat kedatangan Briant terpana . Apa ini apakah mataku rabun ? tuan tersenyum ?
__ADS_1
" Selamat malam Le , pulanglah dan istirahat. " Kata Briant
" I .. iya .. Tuan , jawab Le dengan tergagap .
Briant menaiki tangga menuju kamarnya dan sang asisten masih terbengong disana . Sesampainya Briant dikamar segera ia membersihkan diri . Setelah selesai segera ia membaringkan tubuhnya untuk beristirahat .
Setelah beberapa saat , mata yang tertutup itu terbuka . " Sepertinya karena merindukannya aku jadi tidak bisa tidur , bayangan Mawar menari - nari diotaknya .
Briant bangun berjalan menuju balkon kamarnya dan melesat ke kediaman Mawar , sreet.. ia melesat menuju kamar Mawar . Sesampainya ia disana Briant membaringkan tubuhnya di ranjang .
Ada aroma Mawar di setiap sudut tempat tidur . Aroma yang sangat menenangkan . Terdengar suara gemericik air didalam kamar mandi . Briant mengistirahatkan tubuhnya di ranjang sambil menunggu Mawar selesai membersihkan dirinya .
Tak berselang lama pintu kamar mandi terbuka . Mawar keluar hanya menggunakan handuk hanya menutupi setengah paha , terlihatlah kaki putih jenjang dan bahu yang indah .
Briant tertegun , betapa cantik dan menggodanya sang kekasih . Mata Briant tak lepas dari keindahan didepannya .
Mawar berjalan dengan santai menuju walk in closet dengan santainya ia berjalan perlahan tanpa mengetahui ada hewan buas menakutkan yang yang siap menerkamnya .
Setelah memasuki walk in closet Mawar melepaskan handuk dan berganti piyama tidur , handuk itu melorot ke bawah dan nampaklah seluruh tubuh telanjang Mawar . Tangan Mawar terulur mengambil piyama dan memakainya setelah selesai ia berjalan di depan meja rias .
Diambilnya hairdryer untuk mengeringkan rambutnya , mata Mawar tanpa sengaja melihat cermin dan tampaklah bayangan Briant yang berbaring diatas ranjang .
Seketika itu Mawar berdiri dan berbalik melihat ke arah ranjang untuk memastikan bahwa apa yang ia lihat bukanlah ilusinya saja .
Brian bangun dan berjalan mendekati Mawar , tangan Briant mengambil hairdryer dan mendudukkan Mawar , Brian mengeringkan rambut Mawar .
Briant menghentikan aktifitasnya sejenak dan berkata didekat telinga Mawar dengan suara sensual menggoda " Apakah istriku benar - benar ingin tau sejak kapan suamimu ini ada disini hem .. "
Tubuh Mawar seperti dialiri listrik , nafas Briant mengenai tengkuknya , pipi Mawar merona merah ia sangat malu .
Namun Mawar tidak bisa melepaskan dirinya dari jeratan pengaruh Briant .
Setelah beberapa saat , Mawar dapat mengembalikan kesadaran dan bertanya kembali pada Briant . " Bri .. sejak kapan kamu dikamarku ? "
Mendengar pertanyaan Mawar , Briant tersenyum smirk dan merengkuh Mawar dalam pelukan .
Jarak keduanya kini sangatlah dekat . Jantung keduanya berdetak dengan cepat , deru nafas keduannya memanas, Briant mendekatkan wajahnya .
Kedua hidung itu bersentuhan . Briant berkata .. sejak kamu ada dikamar mandi sayang .. kata Briant dengan mata berkabut .
Aku melihat semua tadi .. kakimu , tubuhmu semuanya dan .. Briant berhenti berkata jarak bibir keduanya semakin dekat .
Keduanya terhanyut dalam gelombang hasrat yang kian membara bibir keduanya mendekat dan ciuman itu terjadi , keduanya terhanyut dalam ciuman . Ciuman pelan itu berubah menjadi ******* yang semakin inten .
Tangan Briant meraba tubuh belakang Mawar .
__ADS_1
Setelah keduanya kehabisan nafas dengan terengah - engah ciuman itu terlepas .
" My dear ayo kita menikah " kata Briant sambil memalingkan tubuhnya . " Aku takut tidak bisa menahan kesadaranku "
Tubuh Briant yang bergerak menghindari Mawar dan bagian inti tubuhnya tanpa sengaja mengenai tangan Mawar .
Menyadari benda yang mengeras itu, pipi Mawar semakin merona . " Bri.. pulanglah " kata Mawar .
" Kenapa ? " tanya Briant , Mawar tertunduk diam tanpa menjawab pertanyaan Brian .
" Apakah kamu tidak merindukanku ? " tanya Briant lagi dengan raut wajah kecewa , melihat raut kecewa diwajah Brian , Mawar segera menarik tangan Brian dan berkata " bukan begitu .. "
Briant yang melihat ekspresi Mawar, senyum mengembang dibibirnya.
Melihat senyum Briant , pipi Mawar semakin merona . Mawar berlari menuju ranjang dan menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut .
Briant terkekeh melihat tingkah Mawar yang sangat menggemaskan . Briant berjalan perlahan menuju ranjang dan memeluk Mawar yang berada dibalik selimut .
" Kenapa my dear .. apakah kamu takut aku khilaf , aku janji itu tidak akan pernah terjadi , aku laki - laki normal reaksi yang seperti tadi itu wajar . Apalagi .. setelah .. "
" Stop Bri.. ! jangan diteruskan ! " kata Mawar dibalik selimut .
Briant tertawa pelan mengetahui Mawar benar - benar malu . " Aku janji tak akan ngapa - ngapain , hanya tidur disini " kata Briant
Mawar mengeluarkan wajahnya dari balik selimut .
Briant melihat Mawar nampak begitu menggemaskan , tidak bisa menahan diri dan mencubit hidungnya .
" Aku tidak akan melakukannya sampai setelah kita menikah dan tentunya juga sampai kamu siap untuk melakukannya " kata Briant
Mendengar kata - kata Briant , Mawar semakin tersentuh . Rasa cinta dalam hatinya semakin hari semakin bertambah , siapapun pasti akan meleleh hatinya jika mempunyai pasangan sepertinya .
Briant menarik dan merengkuh Mawar menariknya dalam pelukan .
Tak berselang lama keduanya terhanyut dalam tidur nyenyak yang indah .
...* Semoga bagia selalu *...
Terima kasih sudah membaca cerita ini .
Saya menyadari sangat banyak kesalahan dalam berbagai aspek . Novel ini masih dalam tahap revisi jadi mohon maaf jika ada keterlambatan up untuk beberapa waktu kedepan .
Penulis akan selalu berbenah diri sehingga bisa memberikan karya yang dapat memuaskan para pembaca.
Happy reading
__ADS_1