Deliverance Love

Deliverance Love
65


__ADS_3

Setelah Mawar siuman ia bertanya pada Briant "Apa yang terjadi padaku Bri.. kenapa kamu setakut itu?"


Briant menggenggam tangan Mawar sambil berkata "Kamu terkena mantra saat berperang, aku sangat takut jika kamu tak bisa bangun lagi dear.. kata Briant.


Mawar berusaha mengingat apa yang telah terjadi, pelan-pelan ingatan saat ia berperang dengan Bintang teringat kembali.


"Maaf" kata Briant dengan penyesalan yang begitu mendalam dalam hatinya.


"Kenapa kau minta maaf Bri! ini bukan salahmu, apa kamu pergi mengikuti ku ke Kahyangan?"


"Ya sayang.. untuk kedepannya jangan pergi sendirian lagi, ingat pesan Mama dear.. kita berdua telah melupakan pesan Mama."


"Iya Bri.. kita telah melupakan pesan Mama."


"Bri bagaimana dengan kedua orang tuaku?"


"Jangan khawatir dear.. mereka sudah aman dan berada di kediaman kita."


Mawar beranjak dari ranjang namun tubuhnya oleng, ia terjatuh. "Aaaa," dengan sigap Briant menangkap Mawar "Jangan memaksakan diri dear.. kondisimu masih lemah."


"Aku ingin ketemu orang tua ku Bri.. dan melihat kondisi mereka."


"Boleh tapi pulihkan dulu tubuhmu baru kemudian kemudian aku izinin kamu bertemu orang tuamu.


Mawar terdiam mendengar kan setiap perkataan Briant karena memang benar sekarang ini tubuhnya tidak seperti sebelumnya, entah kenapa ia mudah lelah akhir-akhir ini.


Briant beristirahat di samping Mawar menemani Mawar hingga ia terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


_______


Flash back.


Setelah kepergian Mawar ke Istana Kahyangan. Briant juga bersiap untuk pergi menyusul Mawar ke Kahyangan dengan asistennya Ace.


Briant dan Ace berangkat menuju Kahyangan dengan mengendarai kereta. Di pertengahan perjalanan Briant memerintahkan Dragon untuk pergi menyelamatkan orang tua Mawar sedangkan ia sendiri pergi menuju Kahyangan.


Dragon pergi menyelamatkan orang tua Mawar dengan merubah penampilan sebagai Ace dan mengantar mereka menuju kediaman Briant. Setelah itu ia kembali menyusul Briant ke Kahyangan.


_______


Istana Kahyangan.


Hari kedua setelah penyerangan. Bintang menunggu seseorang yang baru diketahui identitasnya adalah Briant, ia sangat bersemangat. Dendam lama harus di tuntaskan, ia sangat yakin jika Briant pasti akan datang.


Waktu terus berlalu, sinar matahari telah berada di atas kepala. Namun hingga kini seseorang yang dinanti kedatangannya tidak muncul juga.


Sinar mentari yang bersinar telah terganti dengan cahaya bulan. Bintang yang tengah menunggu kedatangan Briant dan Mawar harus menelan pil pahit karena harapannya sia-sia. Mungkinkah Mawar telah terbebas dari mantranya itulah kata hati yang terulang kali ini.


Ia telah membuat kesalahan dengan menyepelekan lawan dengan menganggap mereka lemah. Harusnya tadi aku bunuh laki-laki itu katanya dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya ada hubungan apa laki-laki itu dengan Dewi Mawar?


Disisi lain di goa kematian. Mawar membuka mata badannya terasa segar. Ia bangun dan beranjak dari ranjang namun perutnya terasa berat karena tangan Briant yang melingkar di sana. Dengan perlahan Mawar mengangkat tangan Briant dari perutnya.


Namun yang terjadi tangan Briant semakin mengeratkan pelukannya pada Mawar. "Bri.. bangun sudah pagi ini?" kata Mawar.


"Sebentar lagi dear.." pinta Briant pada Istrinya.

__ADS_1


"Tidak Bri lepasin plis..?" pintanya dengan memohon.


"Karena gak tega akhirnya ia lepasin juga pelukannya pada istrinya.


Briant melonggarkan pelukannya dan melepaskan Mawar. Mawar beranjak dari ranjang memasuki kolam untuk membersihkan dirinya.


Tak berselang lama Briant juga beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kolam. Ia berjalan perlahan masuk dalam kolam hingga sampailah ia di dekat Mawar.


Mawar merasakan air beriak didekatnya karena adanya gerakan dalam air ia menoleh ke arah belakang. Ia terkejut mengetahui jika Briant telah berada dalam kolam dengan bertelanjang dada.


Meskipun ia pernah melihat Briant polos tanpa sehelai benang pun entah kenapa ia merasa malu apalagi dengan tatapannya sekarang yang seakan ingin memakan ku itu.


Briant semakin mendekat, lalu aku membalikkan badan dengan memunggunginya.


Briant mendekap ku dari belakang "kenapa balik badan?" tanyanya.


Muka Mawar sudah memerah, Mawar hanya diem karena gak tau harus jawab apa?


"Suaminya datang kok di punggungi dear.." ulang Briant lagi.


Briant berjalan memutari ku kini posisi kami saling berhadapan. Tangan Briant menarik keatas dagu ku hingga wajah kami bertatapan "Sayang.. lihat aku" pinta Briant.


Bukannya melihat namun Mawar memalingkan muka, dan Briant semakin mendekat, bibir Briant terangkat membentuk senyuman. " Kita sudah menikah dear.. kenapa kamu masih saja malu, aku ini suamimu" kata Briant semakin mendekat memeluk dengan erat.


Mawar tak berkutik lagi tubuhnya bersandar penuh pada Briant.


Apa pun itu perlakuan Briant semakin membuatnya meleleh lagi dan lagi. Suamiku memang perayu ulung katanya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2