Deliverance Love

Deliverance Love
Mempelajari


__ADS_3

Mawar melangkahkan kakinya menuju air terjun , tangannya melambai seketika itu juga air terjun itu tersingkap , bak gorden rumah yang digeser .


Kakinya melangkah kedalam , tampaklah tumbuhan menjalar dengan bunga menghiasinya , menambah panorama yang begitu indahnya . Meskipun tempat tinggal yang ia tempati hanyalah sebuah goa , namun panorama kecantikannya tak akan membuat siapapun jenuh karna nya .


Mawar melangkahkan kakinya menuju ranjang gantung dengan tali rotan di setiap sudutnya , begitu pula dengan bunga mawar yang tumbuh melilit pada setiap tali rotan , tentunya menambah kesan yang begitu khas bak gadis yang menempatinya .


" Foxy kemari lah " , Foxy berjalan mendekati Mawar , lalu Foxy menekuk satu kakinya dan berjongkok .


Mawar mengepalkan tangannya dan hanya menyisakan satu tulunjuk nya , diarahkannya telunjuknya pada kepala Foxi , sambil memejamkan matanya . Itulah salah satu kelebihan Mawar dalam mendapatkan ilmu , tanpa harus capek-capek belajar .


Kilatan kejadian silih berganti dalam otak Mawar , mengenai perkembangan dunia yang telah lama ditinggalkannya . Dan dalam waktu singkat Mawar telah menguasai seluruh kejadian di muka bumi ini melalui Foxy , beserta ilmu dan perkembangan perusahaannya yang kini dijalankan oleh Foxy .


" Nona Mawar benar-benar luar biasa " .


" Mmm .. itu hanya kemampuan dasarku Foxy , sayangnya kekuatanku belum sepenuhnya kembali "


" Foxy siapa yang menjadi pemimpin perusahaan saingan kita ? " katanya sambil mengambil memetik bunga Mawar dan menghirup aromanya .


" Briant Company , dia sangatlah kuat nona , bahkan segala usaha telah saya lakukan , namun tetap saja perusahaan kita berada diurutan kedua di dunia "


" Wau .. seperti apa dia Foxy ! kenapa aku tak dapat melihatnya dalam ingatanmu "


" Ya nona dia sangatlah berbahaya , saya juga tidak tau kenapa hal itu bisa terjadi , namun satu hal yang pasti dia sangatlah tampan " , mulut foxy terangkat sedikit , nampak senyuman nampak begitu samar .


" Ha ha ha Fox .. baru kali ini aku dengar kamu memuji ketampanan seseorang "


" Sepertinya dia sangat cocok dengan anda nona "


" Jodohku sudah ditentukan , bukankah kau tau itu, tapi bagiku hanya seseorang yang membebaskanku yang akan menjadi pendampingku "


" Apakah kau sudah menikah fox ? "


" Kalau saja nona ada kembaran nya saya mau nona , sayangnya tak ada yang seperti nona .


Mendengar perkataan Foxy mawar diam dengan dahi mengkerut . Apa maksudmu !


" Maaf nona hamba lancang , namun di dunia ini tak ada seorangpun yang dapat saya percayai karena sikap manusia yang begitu serakah dan lagi tidak secantik nona "


" Mmm .. memang benar adanya , keluarlah aku ingin istirahat "


" Kalau begitu saya pamit undur nona " Fox membungkukkan badannya kemudian berbalik pergi .


Dilain tempat disebuah mansion .

__ADS_1


" Apakah kau sudah tau siapa gadis itu ? "


" Belum Tuanku , keberadaan gadis itu seperti ditelan bumi , saya sudah mencarinya keseluruh pelosok hutan kematian , namun tak menemukan keberadaannya "


Terlihat ada guratan kehawatiran dalam wajahnya , " aku hawatir terjadi hal buruk padanya . Kenapa tadi malam aku meninggalkannya .. " ada rasa takut akan kehilangan , " baiklah nanti malam aku akan kesana , sepertinya identitas gadis itu tidak biasa "


" Keberadaan gadis itu membuatku tertarik, aku bahkan merasakan perasaan aneh dalam hatiku "


.


.


.


Tak berselang lama Mawar mengerjapkan kedua matanya , " ow .. sudah berapa lama aku tertidur badanku terasa lengket aku harus mandi sekarang . Kedua kakinya melangkah menuju genangan air yang begitu indah berada di dalam goa , tak jauh dari tempat tidurnya , dan tentunya air tersebut penuh dengan hamparan bunga mawar didalamnya .


Tempat itu benar-benar luar biasa , air dalam kolam itu selalu jernih bahkan bunga mawar yang memenuhinya tak pernah layu , bahkan , harum bunga mawar itu begitu menggoda , siapapun yang mandi disana tubuhnya akan beraroma bunga mawar yang memabukkan itu .


Mawar menjentikkan jarinya , ia membuat batas pelindung , agar siapapun tak akan mampu melihatnya berada dalam kolam tersebut .


Dilepasnya baju yang ia kenakan , sehingga menyisakan helaian kain tipis yang membalut tubuhnya . Kedua kakinya melangkah secara perlahan memasuki kolam tersebut .


Dengan perlahan Mawar membasuh tubuhnya dan membersihkan seluruh bagian tubuhnya. Sepertinya aku akan berendam lama , tubuhku terasa pegal .


Setelah setengah jam berlalu , Mawar menyudahi aktifitas mandinya . Dipakainya gaun berwarna putih , rambutnya yang hitam dengan panjang sepinggang di gerainya dengan bebas .


Cring .. cring .. cring ..


Kakinya terus melangkah , dengan sesekali Mawar memejamkan matanya dengan menghirup dan menghembuskan nafasnya secara perlahan . Aroma menyegarkan mengalir keseluruh tubuhnya , benar-benar menyegarkan katanya dengan lirih .


Ingatannya berlabuh kembali kemasa itu , fitnah yang begitu kejam , kini ia telah kehilangan segalanya . Keluarganya temannya , aku benar-benar merindukan mereka , entah kapan aku bisa kembali dan membersihkan namaku .


Dalam gerlapnya bintang dimalam yang penuh suka cita pesta , seluruh alam dewa dewi berbahagia , namun berbeda dengan Mawar , teman baiknya tega melakukan hal itu padanya , memberinya obat bius , yang menyebabkan kesadarannya sirna .


Tak berselang lama , semua orang telah berkumpul dalam ruangan yang Mawar tempati dan menghakimi tanpa mencari duduk permasalahnya .


Alurra teman yang ia percayai , menggiring oponi publik dan membuat suasana semakin rumit .


Dalam kemarahan Ayahnya Dewa Batari agung memberikan hukuman dengan tidur panjang di hutan kematian yang tersegel mantra dan hanya orang pilihan yang mampu membukanya .


Saat itu Mawar barulah menyadari betapa busuknya sahabatnya .


Hatinya terasa begitu sakit , jika kenangan itu teringat kembali , meskipun kesuciannya tetap terjaga , namun kehormatan , kepercayaan dan nama baik hilanglah sudah . Apakah ia bisa kembali lagi pada kekuarga nya , entahlah .. ia sendiri juga tidak yakin akan hal itu . Yang pasti perih dan luka kini yang tersisa .

__ADS_1


Matanya menengadah ke arah barat untuk menikmati indahnya matahari yang sebentar lagi akan tenggelam . Langit terang berubah menjadi gelap , sinar rembulan menjadi penerangan hutan kematian .


Sepertinya aku perlu menyusuri hutan kematian ini ujarnya pada diri sendiri . Langkahnya pun terarah dalam gelapnya hutan yang tampak lebat itu , tangannya menengadah seketika cahaya rembulan menyorotkan cahaya mengikuti kemanapun Mawar melangkah .


Dalam setiap langkah ia menjumpai berbagai macam hewan spirit yang menundukkan kepalanya tanda penghormatan . Langkah Mawar terhenti tatkala terdengar sapaan padanya .


" Salam hormat pada junjungan kami " kata hewan spirit harimau .


" Jangan berlebihan panggil aku nona "


" Bagaimana bisa , Anda adalah junjungan kami "


" Tentu bisa , aku hanya ingin kita sepertiP keluarga "


" Sungguh mulia hati anda no.. no..na ( denga tergagap ) "


" Begitu lebih baik "


" Perkenankan kami untuk menemani berkeliling hutan iblis ini nona "


" Terima kasih , namun itu tak perlu "


Mawar kembali melanjutkan perjalanannya .


Cring .. cring .. cring ..


Langkahnya begitu mempesona , bagi siapa saja yang melihatnya .


Desir angin kecil menggerakkan rambutnya yang terurai dengan indahnya , menambah kecantikan keagungan yang tiada tara .


Suasana yang menghanyutkan , Mawar menggerakkan tubuhnya , mengangkat tangannya begitu pun dengan kakinya secara bergantian , tubuhnya terbang di atas permukaan dan terbentuklah gerakan yang begitu indahnya laksana tarian yang menghanyutkan , kini tubuhnya terbang dengan diiringi tarian, tubuhnya melewati pepohonan . Tibalah ia di atas tebing tubuh Mawar bergerak dengan gemulainya , menari diatas tebing seakan tempat itu bukanlah tempat yang berbahaya . Dengan suara gelang kaki yang mengikutinya .


Cring .. cring .. cring ..


Suara gelang kaki terdengar tidak beraturan , cepat melambat , cepat melambat mengikuti pergerakan kaki , terdengar begitu indah . Kemudian tubuhnya terbang ke bawah tebing dengan begitu cantiknya .


Dan masuklah Mawar kedalam air yang begitu jernih dan terlihat ia keluar dari dalam air tentunya diikuti dengan tarian yang begitu indah , senyum yang mengembang begitu cantiknya , menandakan kebahagiaan yang kini menyelimutinya .


Kini suara merdunya mengikuti dan menyatu dengan tarian dan suara gelang kakinya . Menambah keindahan yang tiada tara .


Tubuhnya nampak semakin menggiurkan karena air membasahi seluruh tubuhnya , sehingga nampak lekuk tubuhnya .


Cring .. cring .. cring ..

__ADS_1


Disisi tersembunyi nampaklah seseorang mengintai keberadaan pujaan hatinya , dengan tatapan terpesona ia mengikuti pergerakannya .


Dengan bibir terangkat sedikit keatas , aku akan segera manjadikanmu hanya milikku seutuhnya .


__ADS_2