
Setelah sepakat untuk melaporkan peristiwa yang telah terjadi , salah satu penjaga berangkat menemui kepala sipir .
Kepala sipir penjara segera membuat formasi peningkatan keamanan didalam penjara .
" Informasi ini akan kami selidiki lebih lanjut dan kabarkan kepada yang lain untuk tidak panik namun tetap waspada , jika ada hal yang mencurigakan segera laporkan kepada kami "
" Kami akan segera menyampaikan hal ini kepada rekan kami , kalau begitu kami pamit undur diri "
Sepeninggal mereka , segera berita ini disampaikan kepada Yang Mulia Raja .
" Lapor Yang Mulia Raja "
" Katakan "
" Kami mendapat kabar adanya peristiwa ganjil yang terjadi semalam , bahwa ada suara teriakan kesakitan yang sangat keras dan ketika di cari tidak ada siapa pun yang membutuhkan pertolongan , suara tersebut menghilang seakan tidak pernah ada . Dan anehnya para penjaga menemukan tubuh Dewa Bintang tergeletak dilorong 6 serta hilangnya para penjaga yang terdapat dilorong 6 "
Mendengar penuturan pengawal , Raja tersentak dengan apa yang ia dengar , bagaimana bisa Dewa Bintang keluar dari sel penjara dingin , ini benar-benar tidak masuk akal .
Dalam sejarah tidak ada yang mampu keluar hidup - hidup dari sel istana dingin dan penjaga yang hilang bertepatan pada tempat tubuh Dewa Bintang ditemukan , ini benar - benar aneh .
" Perketat penjagaan , tambah formasi penjagaan di setiap lorong penjara "
" Baik Yang Mulia "
Malam kembali menyapa seluruh alam , langit cerah kini telah berubah warnanya . Malam semakin larut keadaan nampak tenang dan sunyi . Di pertengahan malam para penjaga secara bergilir melakukan keliling untuk melakukan pengecekan keamanan .
Dalam gelapnya malam , Dewa Bintang terbangun , hidungnya mencium aroma darah yang begitu segar . Darah .. darah .. darah .. aku lapar . Dewa Bintang berjalan dengan terhuyung - huyung mengikuti asal aroma darah itu berasal .
" Harum .. aku mau darah , eum .. rasanya pasti sangatlah segar " Dewa Bintang segera berjalan dengan perlahan mengikuti arah datangnya aroma darah itu , " harum sekali .. aku sangat lapar "
__ADS_1
Tap .. tap .. tap .. terdengar langkah kaki disepanjang lorong 7, tak berselang lama terdengar langkah kaki para penjaga yang bertugas . Para penjaga terkejut mendapati Dewa Bintang berjalan dengan kondisi baik - baik saja , namun dalam sekejap mereka diserang oleh Dewa Bintang .
Mata Dewa Bintang mengeluarkan cahaya merah semerah darah , dan jeritan kesakitan terdengar kembali sepanjang lorong 6 dan 7 .
Tubuh yang terkena cahaya merah yang awalnya sehat menjadi kering sangat mengerikan dan kemudian hancur tak bersisa.
Penjaga satunya belum sempat melarikan diri sudah terkena cahaya merah dari mata Dewa Bintang, dan hal sama terjadi pada keduanya .
Dewa Bintang merasa sangat puas , tubuhnya semakin terasa bugar kembali . Dahaga yang ia tahan telah tertuntaskan . Karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan Dewa Bintang kembali ke sel tahanan penjara dingin .
Kondisi penjara nampak baik - baik saja , seakan hal tadi tidak pernah terjadi . Dengan berlalunya waktu kondisi yang berlangsung aman , dan tidak ada hal yang mencurigakan maka masalah yang terjadi pada malam itu dianggap tidak ada .
Akhirnya semua orang merasa lega , apa yang mereka takutkan ternyata tidaklah beralasan . Kepala sipir melaporkan perkembangan kondisi yang terjadi pada Raja dan Ratu , dan mereka semua berkesimpulan bahwa semua baik - baik saja .
Dalam setiap malamnya , Dewa Bintang menghimpun kekuatan pada tubuhnya , ia menyadari semakin banyak ia meminum darah maka tubuhnya semakin banyak .
Untuk menghindari kecurigaan , Dewa Bintang tidak lagi meminum darah para penjaga , setiap malam ia akan keluar sel tahanan dengan cara diam - diam .
Ia tidak perlu menghawatirkan jika ada yang memergoki aksinya , karena tempat dimana ia berada tidak ada penjagaan sama sekali . Ia bebas keluar pergi untuk mencari mangsa sebanyak mungkin tanpa ada yang mengetahui .
Seperti malam sebelum - sebelumnya Dewa Bintang kembali menyelinap keluar , ia mencari daerah terpencil untuk mencari mangsa .
Jika sebelumnya ia hanya membutuhkan 2 korban kini sasaran yang ia butuhkan semakin banyak , semakin banyak darah yang ia minum , maka semakin kuatlah tubuhnya .
" Sepertinya aku sungguh beruntung malam ini "
Sekeluarga di tempat terpencil dengan beranggotakan empat orang menjadi incarannya , segera ia memasuki rumah itu dan menghisap mereka satu - persatu .
Seringai puas nampak diraut wajah Dewa Bintang , tubuhnya terasa semakin ringan dan kuat . Ha .. ha .. ha .. tawa menggema disepanjang tempat itu, sayangnya tidak ada satu pun orang mengetahui kejadian itu .
__ADS_1
Jika sudah saatnya nanti keberadaan Dewa Bintang layaknya bom atom yang meledak disaat yang tepat , jika itu terjadi bencana tak akan terhindarkan lagi , sungguh sangat menakutkan .
Setelah semua selesai Dewa Bintang kembali ke dalam sel penjara dingin dengan aman dan tenang tanpa ada yang mengetahui .
Hari berganti hari , keadaan Kahyangan sangatlah damai , semua lapisan masyarakat hidup berdampingan dengan aman dan damai . Sang Raja dan Ratu sangatlah puas dengan keadaan Kahyangan yang semakin makmur .
Begitu pun dengan putri semata wayangnya yang berada di bumi , juga memiliki kehidupan yang sangat baik . Meskipun Mawar masih belum menerima Briant namun hubungan mereka semakin dekat .
Dewi Mawar tidak ingin terburu - buru mengambil langkah dalam menjalin hubungan , karena baginya menikah adalah perkara sekali seumur hidup .
Ia butuh waktu mempertimbangkan semua dengan matang , apalagi ia adalah putri satu-satunya penerus Kerajaan Kahyangan . Tanggung jawab besar otomatis berada dipundaknya bukan orang lain .
Briant juga menyadari posisi Mawar yang memiliki tanggung jawab begitu besar , yah .. maklumlah Mawar adalah seorang Dewi bukan manusia yang hanya menjalankan bisnis keluarga .
Dengan sabar ia menunggu Mawar mau menerimanya menjadi kekasihnya bahkan suaminya kelak , ya begitulah nasib punya kekasih seorang Dewi , tapi hal itu tidak menyurutkan cinta dan kegigihannya dalam mendapatkan Dewi Mawar .
Dengan penuh percaya diri , ia beranggapan bahwa tidak ada yang pantas mendampingi Mawar selain dirinya . Dan Dewi Mawar selalu menyebutnya dengan Tuan Narsis dalam tawanya .
Briant tidak keberatan dengan sebutan itu , baginya melihat sang pujaan hati tertawa lepas adalah bagian terindah dari hidupnya , jika itu membuat Mawar bahagia maka ia juga akan merasa bahagia , Briant benar - benar gila karena cinta .
" Aku bahagia melihatmu tertawa dengan bahagia wahai sayangku "
Perkataan Briant membuat Mawar tersipu , meskipun ini bukanlah pertama kalinya ia dirayu , namun rasa malu itu entah mengapa tidak hilang , bahkan wajah Mawar nampak merona .
Melihat itu Briant semakin gemas dan cup .. kecupan singkat mendarat di pipi Mawar .
" Briant ! dasar ya pencuri ulung ! "
Wajah Mawar semakin merah karena malu , melihat itu Briant semakin senang , apakah ini berarti hati Mawar semakin terbuka untuk bisa menerima cintanya .
__ADS_1
Senyum mengembang di bibir Briant .