Deliverance Love

Deliverance Love
Kenapa sulit


__ADS_3

Mawar kini tinggal di mansion Briant. Hari-hari berlangsung dengan damai, Mawar meminta kamar terpisah dengan Briant, setelah melalui perdebatan yang lama antara keduanya akhirnya Briant menyetujui tidur di kamar terpisah.


Di kediaman Mawar datang utusan dari Kahyangan untuk menemui Dewi Mawar, namun hal yang mengejutkan Dewi Mawar tidak ada di kediaman, sang utusan yang mengetahui keberadaan Dewi Mawar di kediaman Briant.


Sang utusan segera kembali ke Kahyangan untuk memberikan kabar tersebut kepada Yang Mulia Raja.


Setibanya utusan di Kahyangan segera ia menuju kediaman Yang Mulia Raja.


"Lapor Yang Mulia Raja kata sang utusan".


"Ada hal apa yang membuatmu kembali secepat ini pengawal, bukankah aku memerintahkanmu untuk mengawal putriku!".


"Ampun Baginda, hamba perlu melaporkan bahwa setibanya saya di kediaman, Dewi Mawar tidak berada di kediaman Yang Mulia"


"Apa!! lancang sekali Briant membawa putriku bersama tanpa seizinku!". Raja memijat pelipisnya karena kepalanya tiba-tiba terasa pusing. Meskipun dalam hati Raja memberi restu pada hubungan keduanya, walaupun terganjal posisi Putrinya sebagai penerus tahta yang membutuhkan pendamping yang sesuai tentunya. Tapi sebagai seorang Ayah Raja merasa sedih jika nantinya ia sendirilah yang memberikan luka dalam hati Putrinya, pernikahan yang dipaksakan hanya akan membawa penderitaan, tentu Raja tidak mau hal itu terjadi pada Putrinya, namun ia bisa apa, Raja menghela nafas.


"Ayo antar aku ke bumi, di kediaman Pangeran Briant" titah Raja.

__ADS_1


"Baik Paduka".


Lalu keduanya Raja dan Pengawal berangkat ke Bumi menuju kediaman Pangeran Briant.


Di kediaman Pangeran Briant.


Mawar menuruni tangga ketika sampai bawah Mawar melihat Briant duduk di sofa dengan koran ada ditangannya.


Briant mendengar langkah mendekat, menarik tangan Mawar dan terduduk di pangkuannya.


"Aaaa.." jerit Mawar.


Hal yang membuat Mawar terlena sekaligus takut, Briant selalu berperilaku no akhlak yang membuat hati Mawar jedag jedug.


"Bri.. ini masih pagi tau gak!, nanti ada yang liat gimana?" kata Mawar sambil mencebikkan mulutnya.


"Mana ada, nyatanya hanya ada kita" kata Briant sambil memeluk pinggang Mawar.

__ADS_1


Mawar melihat sekitar, kok sepi gak ada siapapun kecuali Briant dan dirinya.


"Udah tidak usah dicari, mereka sudah istirahat, yuk sarapan" kata Briant sambil menggandeng tangan Mawar menuju tempat makan, Mawar mengikuti langkah Briant dengan patuh.


Briant menaruh lauk ke piring Mawar, Mawar hanya diam dan memakan apa pun yang diambilkan Briant, Briant tersenyum samar melihat kekasihnya memakan apa pun yang diambilkan, tak berselang lama keduanya selesai sarapan.


"Ikut aku" kata Briant sambil menggandeng tangan Mawar untuk mengikutinya.


"Kemana?"


Briant terus melangkah ke luar kediamannya dengan diikuti Mawar dibelakangnya.


"Tuan Briant ada seseorang yang ingin bertemu" kata pelayan sambil menundukkan tubuhnya.


Briant melambaikan tangannya, dan pelayan undur diri. Siapa yang datang ke kediamanku kata Briant dalam hati karena hanya sedikit orang yang mengetahui keberadaan kediaman ini, hanya orang terdekat saja yang tau.


Briant menggenggam tangan Mawar untuk mengikutinya ke ruang tamu, keduanya sampai ke ruang tamu.

__ADS_1


Briant menghentikan langkahnya begitu juga dengan Mawar. Mawar terkejut melihat siapa yang kini berada dihadapannya, "Ayahanda" kata Mawar dengan lirih.


Briant merasakan gugup menghadapi calon mertua, namun ia berusaha menyembunyikan perasaannya dan tetap terlihat tenang.


__ADS_2