Deliverance Love

Deliverance Love
47


__ADS_3

Kediaman Briant dilantai bawah telah penuh dengan orang-orang yang menghadiri acara pernikahan Briant dan Mawar. Pernikahan dilaksanakan secara tertutup, hanya dihadiri keluarga dari kedua belah pihak mempelai.


Mawar dan Ibunya melangkahkan kakinya menuruni tangga. Para tamu undangan yang awalnya terfokus dengan obrolan mereka seketika berhenti ketika mereka menyadari jika sang tokoh utama telah datang.


Dengan tangan di gandeng sang Ibu, Mawar menuruni tangga dengan anggunnya. Briant yang menunggu kedatangan Mawar nampak begitu bahagia tergambar diwajahnya. Briant maju ke depan meraih tangan Mawar, keduanya berjalan beriringan menuju altar.


Setelah mengucap janji suci keduanya telah sah sebagai sepasang suami istri. Ucapan selamat dan doa mengiringi keduanya dari para tamu undangan.


"Selamat putriku.. sekarang kalian telah sah sebagai sepasang suami istri." kata Ibu Mawar dengan memeluk putri semata wayangnya.


"Ya Ibunda terima kasih" kata Mawar dengan air mata kebahagiaan.


"Putriku selamat" kata Ayahanda dengan memeluk putrinya.


"Anakku Briant Ibunda titip Mawar bimbing dan jaga ia.


"Tentu Ibunda"


"Putraku Briant ikutlah denganku" kata Ayah Mawar.


"Sayang.. istirahatlah di kamar kamu pasti lelah" kata Briant.


Mawar menjawab dengan anggukan, ia berjalan menuju kamar dengan diantar pelayan. Dalam hati ia merasa gelisah karena kepergian Briant, mertua dan orang tuanya.


Setelah kepergian Mawar dengan diantar dua pelayan. Briant berjalan mengikuti Ayah dan Ibu Mawar beserta orang tua Briant menuju ruang kerjanya.


*

__ADS_1


*


Di ruang kerja Briant.


Mereka berlima duduk di sofa, orang tua Briant dan Mawar duduk berdampingan dengan Briant berada di depan mereka seakan ia sebagai terdakwa.


Briant merasa gelisah, degup jantungnya berdetak tak karuan.


"Katakan dengan jujur apakah kamu dan putriku telah bersama?"


Ibu Mawar tidak mengerti dengan arah pembicaraan suaminya. "Maksudnya bagaimana suamiku?"


Ayah Mawar menghela nafas lalu berbisik di telinga istrinya. Mendengar bisikan suaminya, Ibu Mawar terkejut.


Sedangkan orang tua Briant melihat interaksi besannya terdiam, bagaimana pun putranya bersalah dalam hal ini.


Keadaan diruang kerja begitu menegangkan.


Para orang tua terdiam, setelah mendengarkan perkataan Briant.


"Bagaimana pun semua telah terjadi, untuk kedepannya cintai putriku dengan segenap hatimu." kata Ayah Mawar.


"Tentu Ayahanda. Ada hal penting yang perlu saya sampaikan kepada kalian, ini mengenai pasangan pendamping phoenix. Ternyata saya adalah naga pasangan phoenix."


"Jangan bercanda Briant!" kata Ayah Mawar.


Briant membuka dua kancing kemeja bagian atas, kemudian ia menunjukkan pola gambar naga pads bahu bagian belakang.

__ADS_1


Orang tua Mawar terkejut dengan kenyataan yang mereka dengar namun sekaligus bahagia karena ternyata Briant adalah pasangan sejati Mawar.


Berbeda dengan orang tua Briant yang telah mengetahui kenyataan ini, mereka berdua terlihat santai mendengar penuturan Briant.


"Kami bersyukur ternyata pasangan Mawar tak lain adalah kamu Briant" kata Ibu Mawar.


Suasana tegang di ruang kerja Briant telah terganti dengan kebahagiaan dan ruangan yang mulanya terasa dingin menegangkan kini berubah membahagiakan.


"Mulai kapan pola itu terbentuk putraku?" tanya Ibu Briant dengan penasaran, begitu juga mereka yang berada di dalam ruang kerja Briant juga penasaran. Mereka nampak terdiam siap mendengarkan jawaban Briant.


Briant enggan menjawab pertanyaan Ibunya namun bagaimana lagi mau gak mau ia harus menjawab pertanyaan itu.


"Saya tidak tau pasti Ibunda, tapi saya baru mengetahuinya setelah kami.. maksudku aku dan Mawar bersama."


Mendengar pengakuan Briant ke empat orang tua menghela nafas. Mau bagaimana lagi semua telah terjadi.


Setelah mengetahui fakta di balik pernikahan Briant dan Mawar mereka pamit pulang.


"Sampaikan salam kami kepada Mawar" kata Ibunda Mawar kepada Briant.


"Baik Ibunda"


"Saya titip putriku Briant"


"Ya Ayahanda."


Ayah dan Ibu Mawar mengangukkan kepala kepada orang tua Briant.

__ADS_1


Ayah Mawar membuat pola dengan untaian rumit mengelilingi lingkaran kemudian keduanya masuk didalamnya dan menghilang.


Tinggallah Briant dan kedua orang tuanya. Orang tua Briant berjalan masuk ke ruangan tempat mereka beristirahat sedangkan Briant berjalan masuk menuju kamar dimana Mawar berada.


__ADS_2