
Panglima Antaraksa tanpa terduduk dilantai dengan sangat menyedihkan, ia nampak sangat menyedihkan.
"Aku tidak mau mengikutimu, meskipun aku sendiri menginginkan tahta tapi aku tidak sudi bersekutu dengan Iblis sepertimu" kata Panglima Antaraksa.
"Kau tidak ada hak menolak" kata sosok misterius itu.
Sosok itu menggerakkan tangannya dan keluarlah asap hitam dari tangannya, asap hitam itu menyelimuti tubuh Panglima Antaraksa dan hilang memasuki tubuh Panglima Antaraksa.
Panglima Antaraksa menjerit kesakitan, dia tak berdaya, dia tidak ingin diperbudak namun ia tak bisa melakukan apapun.
"Ha.. ha.. ha.." suara menyeramkan terdengar sangat keras malam itu.
"Kamu akan menjadi bonekahku Panglima Antaraksa" kata sosok itu.
Panglima Antaraksa duduk dengan memberi hormat pada sosok yang sekarang dianggap sebagai tuannya. Pandangan matanya memerah namun nampak kosong, sambil duduk memberi penghormatan Panglima Antaraksa berkata "hormat hamba Tuanku".
Sosok misterius itu mengangguk dengan perasaan puas karena apa yang ia inginkan jadi kenyataan.
"Tugasmu adalah membunuh Briant" kata sosok itu
"Baik tuanku" kata Panglima Antaraksa.
"Bagus" kata sosok misterius.
Sosok itu pergi dari kediaman Panglima Antaraksa dalam sekejap. Panglima Antaraksa kembali ke kamar.
Dipertengahan malam seseorang dibawah selimut saling berpelukan mengerjapkan matanya, ia terbangun, tubuh bagian perut terasa berat.
Mawar melihat ke sisi sebelahnya ternyata Briant, hati Mawar merasa lega. Mawar melepaskan pelukan Briant dengan pelan dan hati-hati agar tidak membangunkan Briant.
Saat Mawar terduduk ia melihat bahwa pakaiannya telah berganti, "siapa yang menggantikan pakaianku, apakah Briant yang melakukannya" katanya dengan lirih.
Wajah Mawar merona merah, ia sangat malu. Seluruh tubuhnya telah dilihat Briant.
Tiba-tiba ada tangan yang merengkuh Mawar kembali untuk kembali tidur. "My dear ayo tidur lagi waktu masih malam" kata Briant.
Mawar terjatuh lagi dalam pelukan Briant, "Bri..apakah kamu yang menggantikan pakaianku?" tanya Mawar.
"Ya.." jawab Briant sambil memejamkan mata.
__ADS_1
"Astaga dugaanku ternyata benar, bagaimana ini!". kata Mawar dalam hati.
Karena kekuatan Briant yang begitu besar Mawar dibuat tidak berkutik lagi, ia hannya bisa menuruti apa mau Btiant.
"Bri.. berarti kamu telah melihat tubuh polosku?" tanya Mawar lagi.
"Tentu saja, bahkan aku juga memegangnya" kata Briant dengan mata yang masih terutup.
"Mawar mendengar perkataan Briant ia marah, Mawar memukul dada Briant.
"Aw.. jerit Briant "sakit sayangku, jangan marah, harusnya kamu senang sudah aku bantu."
"Bri.. awas ya kamu" kata Mawar sambil memukul dada Briant lagi. Briant yang merasa terganggu tidurnya menangkap tangan Mawar dan menggenggamnya, grep tubuh Briant bergerak naik keatas tubuh Mawar mengungkungnya dalam pelukan.
"Diamlah honey.. aku sangat tidak rela jika ada yang menyentuh tubuh calon istriku meskipun ia seorang perempuan jadi mau tidak mau aku melakukannya tadi malam" kata Briant.
Mawar terkejut dengan posisi mereka berdua saat ini, ini terlalu ambigu em maksudnya berbahaya apalagi mereka tidur dalam satu kamar. Mawar menyadari bahwa ia tidur di kamar Briant, oh.. astaga! katanya dalam hati bagaimana reaksi Ibunda jika mengetahui hal ini.
"Bri.. apa yang kamu lakukan, kenapa kamu tidak mengantarku ke kamarku apa kata Ibunda nantinya?" tanya Mawar.
"Tenang saja sayangku my dear, aku pasti bertanggung jawab, jika ketahuan dan Ibunda tidak terima ya kita nikah saja besok bagaimana.." kata Briant sambil menaikturunkan salah satu alisnya.
"Kamu benar-benar gila Bri.., bagaimana bisa aku jatuh cinta padamu yang selalu seenaknya sendiri!" kata Mawar dengan marah.
Mawar tidak berkutik lagi, semua telah terjadi. "Tidurlah my dear.." kata Briant yang berganti posisi memeluk Mawar disebelahnya.
Mawar tidak bisa melakukan apapun, pelukan Briant sangat erat, akhirnya ia hanya bisa menuruti apa mau Briant. Dan mereka tidur kembali setelah pertengkaran kecil mereka.
Pagi hari sinar mentari pagi menyinari.
"Lapor Yang Mulia Ratu saya membawa berita tentang kejadian pada acara tadi malam" kata mata-mata Ratu.
"Katakan!"
"Semua dapat diatasi dan berjalan dengan lancar, kedatangan Tuan Briant berdampak sangat besar, Tuan Briant sepertinya bukanlah manusia biasa aura yang terpancar dalam tubuhnya bisa menekan para tamu yang bermaksud untuk makar" kata sang mata-mata.
"Benarkah itu?"
"Ya Ratu" jawab sang mata-mata.
__ADS_1
Dalam hati Ratu tidak menyangka bahwa Briant memiliki kekuatan yang tersembunyi, jika auranya saja begitu kuat bagaimana jika ia mengeluarkan kekuatannya, pantas saja putriku tidak berkutik dihadapannya.
"Ada hal penting yang perlu saya sampaikan kata sang mata-mata dengan ragu" kata mata-mata
"Katakan!" jawab Ratu.
" Tuan Briant dan Dewi Mawar telah tidur bersama" kata sang mata-mata.
"Apa" jawab Ratu sambil berdiri dari duduknya.
"Astaga anak jaman sekarang apa segitu tidak bisa menahan diri, sepertinya aku harus segera menikahkan mereka berdua, aish.. hanya saja keadaan sekarang kurang tepat apalagi Yang Mulia masih belum sadarkan diri, membuat pusing saja" kata Ratu sambil berjalan mondar-mandir.
"Apakah ada hal penting lain yang perlu kamu sampaikan!" tanya Ratu.
""Tidak Yang Mulia Ratu" jawab sang mata-mata. "Kalau begitu saya pamit undur diri" sang mata-mata pergi dari hadapan Ratu.
"Dayang.. antar aku ke kamar Tuan Briant!" perintah Ratu.
"Mari Yang Mulia" jawab dayang.
Mereka berjalan menuju ke tempat peristirahatan Briant, Ratu berjalan dengan tergesa-gesa menuju kamar Briant, ia tidak ingin membayangkan bagaimana putrinya melakukan hal ini, namun bagaimanpun ia tidak menerima tapi orang kepercayaannya telah melaporkan hal tersebut dan itu pasti benar adanya.
Sesampainya Ratu didepan kamar Briant, dayang mengetok pintu tok.. tok.. tidak lama kemudian pintu itu terbuka. Keluarlah Briant dengan setelan yang telah rapi.
Mata Ratu melihat ke dalam kamar, namun kamar itu kosong dan telah rapi. Hati Ratu merasa lega akan hal itu, bahwa apa yang ia hawatirkan tidaklah benar.
"Ada apa Ibunda datang berkunjung ke tempat istirahat hamba, jika Ibunda mencari Mawar dia berada di tempat istirahatnya" kata Briant.
"Ya kedatanganku kemari untuk mencari putriku, namun jika ia tidak ada maka aku akan mencarinya di kamarnya, maaf telah mengganggu istirahatmu" kata Ratu.
"Sama sekali tidak Ibunda" jawab Briant.
Ratu beserta para dayang berjalan pergi meninggalkan tempat Briant dan mereka berjalan menuju ke kamar Mawar.
Di dalam kamar Mawar telah selesai mandi, terdengar suara ketukan pintu, Mawar berjalan membuka pintu.
"Ibunda.. masuk Ibunda" kata Mawar.
Ibunda Ratu memasuki kamar Mawar setelah memberi perintah pada dayang untuk berdiri diluar.
__ADS_1
"Ibunda ada hal apa yang membawa Ibunda sampai datang kemari?" tanya Mawar.
"Ibunda ingin menanyakan perihal apa yang terjadi tadi malam putriku" jawab Ratu.