Deliverance Love

Deliverance Love
51


__ADS_3

Setelah genap seratus korban gadis perawan. Tubuh Bintang melayang di udara cahaya berwarna hitam pekat berputar mengelilingi tubuh Bintang kemudian menyebar keluar di udara.


Bintang tertawa keras karena usaha yang ia lakukan telah membuahkan hasil. Kekuatannya bertambah pesat, ia menggerakkan tangan boom.. batuan didepannya meledak, kekuatannya bertambah berkali-kali lipat.


Kemudian ia kembali ke markas di mana para prajuritnya berada.


"Sraaat."


Bintang menghilang dari sana dengan kekuatan yang sangat cepat.


Bintang tiba di markas. Panglima dan para prajurit menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan karena kedatangannya.


"Nanti malam kita akan melakukan penyerangan ke Istana Kahyangan."


"Siap laksanakan" Kata Panglima.


Bintang berjalan memasuki ruang pertemuan dengan Panglima dan ahli strategi yang mengikuti langkahnya dibelakang.


Ahli strategi menunjukkan lokasi dan posisi mana saja yang menguntungkan untuk penyerangan. Penyerangan dilakukan tengah malam karena tengah malam adalah waktu yang paling tepat untuk menjalankan rencana mereka. Selain karena semua orang telah tidur terlelap juga karena di malam hari kekuatan mereka akan lebih maksimal.


Semua rencana yang telah dibahas telah mendapat persetujuan Bintang. Tinggal menunggu hari dimana semua bisa terealisasikan.


Setelah mencapai kesepakatan, Bintang berjalan menuju aula di mana para prajurit dikumpulkan.


Hidup Raja Bintang!

__ADS_1


Hidup!


Sorak sorai terdengar begitu riuh bergema di seluruh aula. Bintang berjalan di posisi terdepan di ikuti panglima dibelakangnya menuju mimbar.


Bintang merasa bangga dan puas atas pencapaiannya, namanya begitu dielu-elukan dengan pujian menggema mengiringi, inilah impiannya berada dipuncak piramid dan malam nanti semua akan segera terwujud.


Para prajurit kebanggaan ku!


Ini adalah hal yang kita idamkan selama ini, yaitu kemenangan dan kehidupan yang bebas seperti apa yang kita inginkan! malam ini semua akan terwujud! perang akan kita lakukan malam ini juga. "kita pasti menang!"


Tepuk tangan menggema.


Hidup yang mulia raja!


Bintang merasa yakin jika penyerangan yang ia lakukan nanti malam akan membuahkan hasil dan tak akan ada yang menghalangi langkahnya untuk mendapatkan tahta dan bersanding dengan Dewi Mawar.


*


*


Mawar tersenyum sambil berkata "selesai." Briant memberikan kecupan lalu keduanya berjalan menuruni tangga dengan bergandengan tangan.


Keduanya berjalan menuju ruang makan.


Briant duduk dengan Mawar yang berada disebelah kanannya. Mawar mengambilkan makanan di piring dan memberikannya pada Briant, baru kemudian dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Briant terdiam sambil melihat bagaimana Mawar melayaninya, hati Briant terasa hangat.


Pandangan Briant beralih pada perut Mawar. Semoga segera ada kehidupan di dalam sana.


Keduanya makan pagi dengan tenang.


Setelah selesai Briant beranjak dari tempat makan untuk berangkat ke perusahaan di ikuti Mawar dengan satu tangan menggandeng Briant sedangkan tangan satunya membawa tas Briant.


Setibanya di depan kediaman Briant. Briant masuk ke dalam mobil dengan Mawar menunggu keberangkatan Briant hingga Mobil tak terlihat lagi lalu Mawar masuk kedalam kediaman.


Mawar meraih hand phone di atas meja ia menghubungi asistennya dan tak berselang lama panggilan tersambung.


"Halo Foxi?"


"Halo Nona?"


"Bagaimana kabar perusahaan saat ini?"


"Semua berjalan dengan baik Nona."


"Bagus, untuk kedepannya aku serahkan semua urusan perusahaan padamu?"


"Baik Nona."


Tut panggilan tertutup.

__ADS_1


Mawar menyerahkan semua urusan perusahaan pada Foxi karena kedepannya ia akan menggantikan Ayahandanya untuk memimpin kerajaan Kahyangan.


__ADS_2